UNDIP??Jangan memandang rendah sebuah pekerjaan. Yang terpenting adalah mulai berdiri di atas kaki sendiri ?. Itulah pesan yang disampaikan Very Adi Setyawan yang merupakan founder dari Entrepreneur Campus. Very menegaskan bahwa kita semua dapat menjadi bos bagi diri kita sendiri. Apalagi ditengah persaingan pencarian kerja zaman ini, kemampuan untuk menjadi seorang entrepreneur itu menjadi faktor penting.Lebih dari itu, Very menegaskan bahwa seorang entrepreneur sejati harus berani. ?Berani adalah modal utama. Kita harus berani mimpi, berani untuk beda, berani gagal, dan terutama berani sukses? ujarnya. Very menceritakan bagaimana pada awalnya ia memulai bisnis hingga bisa sampai sukses seperti sekarang. Pria yang juga menjadi pemilik dari beberapa restaurant terkemuka di Semarang ini mengajak generasi muda lainnya agar mau menciptakan kisah sukses yang sama. ?Entrepreneur adalah satah satu cara. Generasi muda itu adalah generasi yang kreatif jadi pasti mampu menciptakan ide usaha yang menarik?, lanjutnya.
Penjelasan Very tersebut disampaikan dalam sebuah talkshow from nobody to somebody. Talkshow tersebut merupakan garapan dari Aiesec LC Universitas Diponegoro yang mengangkat isu entrepreneurship. Dalam Talkshow yang berlangsung di gedung Balai Kota Semarang tersebut, dihadirkan para pembicara yang sudah lama bergelut dalam dunia entrepreneurship seperti, Agung K Halim selaku founder CV. Holli Food dan juga Very Ady Setyawan sendiri.
Talkshow from nobody to somebody merupakan pembuka dari rangkaian projek entreprenurship yang akan digarap oleh Aiesec LC Undip. Sehari sebelumnya, telah diadakan pula BUSINESS CHALLENGE, DREAM-SHAPE-REALIZE your own business. Kemudian untuk kegiatan selanjutnya, Aiesec berniat mengadakan roadshow untuk mengangkat isu entrepreneurship itu sendiri.
?Aiesec di sini adalah organisasi global yang dijalankan oleh mahasiswa yang peduli terhadap isu-isu global salah satunya, Entrepreneurship itu sendiri. Kita ingin menyadarkan para generasi muda agar mau memulai usahanya sendiri. Ini saatnya untuk para kawula muda untuk bertindak menjadi seorang entrepreneur dan tidak lagi mengantri mencari kerja atau menambah jumlah pengangguran?, ujar Fadil selaku ketua dari projek Entrepreneurship itu sendiri. (Rahmatul furqan-OpiniOL)