Artis :The SIGITDITENGAH bermunculannya band-band di Indonesia yang beraliran rock, entah memang bermusik rock atau hanya sekedar embel-embel rock untuk meramaiakan persaingan musik di negara ini. The SIGIT kembali dengan mini ep-nya untuk mengajarkan bagaimana rock itu seharusnya dibawakan. Tidak hanya sekadar jaket kulit, kacamata hitam, skinny jeans, dan rambut gondrong. The SIGIT menawarkan rock&roll yang sebenarnya penuh semangat dan menggebu-gebu. Vokal dari Rekti serta permainan gitar oleh Farri diikuti bass oleh Adit dan gebukan penuh energi oleh Aciel yang mengisi bagian drum bisa membuat kita tidak sadar bahwa kita sedang mendengarkan sebuah band dari Bandung.
Heartz Dyslexia dipilih sebagai judul ep mereka kali ini. Bhang membuka barisan track yang ada didalamnya. Vokal sexy dari Rekti di buka dengan sahut-sahutan ?cause you give me some action, i give you reaction? diikuti dengan alunan nada yang sangat jarang keluar dari sebuah alat musik di band rock&roll yaitu suling. Sebuah intro yang bisa memanaskan suasana yang ada. Dilanjutkan dengan lost dimana pada pertengahan lagu kita akan mendengar koor panjang disertai irama drum yang digebug oleh Aciel.
Selanjutnya The SIGIT ingin mengulang romantisme dari all the time, namun kali ini dengan nada yang lebih rendah dan lebih kelam. Midnight mosque song membawa kita seperti berada di tengah malam. Terdengar lolongan anjing serta suara berbisik yang sedikit berbunyi horror. Track keempat, The Super Insurgent Group of Intemparance Talent akan mengajarkan kita bagaimana menghasilkan uang di money making. Simak part gitar yang dimainkan oleh fahri di penghujung lagu, seolah ingin membuktikan menghasilkan uang perlu kerja keras dan usaha seperti alunan nada yang dkeluarkan penuh usaha dan kerja keras.
Sebuah balada klasik dari Neil Young dibawakan kembali oleh The SIGIT. Sebuah lagu patah hati yang bisa menyaingi all the time. Only love can break your heart berhasil dibawakan tanpa harus terkesan cengeng. Bila anda mendengar seperti suara biola yang digesek di akhir lagu maka anda harus mengakuinya bahwa itu adalah gitar yang digesek seperti biola. The Party membuat suasan menjadi menyala kembali setelah sebelumnya kita berpatah hati ria. Distorsi gitar dan raungan dari Rekti membuat band ini pantas dinobatkan sebagai icon generasi rock&roll jaman sekarang. Verge of Puberty menutup ep yang sensasional ini.
The SIGIT menawarkan paket lengkap dari rock&roll itu sendiri. Skill dan attitude yang luar biasa. Lagu-lagu yang akan selalu diingat. Serta membuat band-band yang mengaku-ngaku beraliran rock yang kita lihat menghiasi layar kaca untuk segera bertobat dan mengkaji ulang rock mereka. Melihat aksi pangung dari The SIGIT baru akan membuat kita sadar bahwa band ini berasal dari Indonesia. (Ramadhan Triwijanarko-OpiniOnline)