Terbaru dan Teraktual

Selamat Datang Piala Dunia

Juni 21, 2010 @

Mantan presiden Afsel Nelson Mandela mengangkat Trofi Piala Dunia

Mantan presiden Afsel Nelson Mandela mengangkat Trofi Piala Dunia

Lupakan dana aspirasi DPR sebesar 15 miliar, lupakan Ariel,Luna dan Cut Tari. Mari fokuskan diri kita kelayar televisi dan saksikan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Marhaban yaa World Cup!!!
Sepak bola adalah sebuah hal yang sangat sensitif di Indonesia dan di seluruh permukaan bumi ini. Bahkan kesensitifannya ini bisa dibilang setara dan mungkin melebihi isu rasial dan agama. Disaat terjadi perang dan gencatan senjata di berbagai daerah,sepak bola dapat meredam perang tersebut. Disaat negara sedang penuh dengan masalah-masalah politik dan mungkin masalah pornografi yang semakin hari semakin memuncak,sepak bola kembali dapat mengalihkan perhatian masyarakat. Jadi wajarlah dan mungkin sudah seharusnya masyarakat Indonesia dan Dunia sedikit melupakan beban pekerjaan dengan menyaksikan aksi “lebarannya” piala dunia yang terjadi empat tahun sekali.
Turnamen empat tahunan kali ini diadakan di benua yang seringkali dipandang sebelah mata untuk menyelenggarakan event sebesar Piala Dunia yakni di Benua Afrika tepatnya di Afrika Selatan. Afsel terpilih menjadi tuan rumah setelah menyisihkan Maroko dan Mesir. Banyak cibiran dan pandangan pesimis dari berbagai penjuru dunia denganterpilihnya Afsel sebagai tuan rumah.
Mulai dari isu rasial dimasa lalu,isu ekonomi,isu pembangunan,isu keamanan,isu kemiskinan,dan isu kesehatan. Afsel terkenal dengan tingkat kriminalitasnya yang tinggi. Ini terbukti pada Piala Dunia kali ini tiga orang anggota tim Yunani telah kehilangan uang sebesar 1300 poundsterling di dalam kamar hotelnya. Belum lagi masalah kesehatan yang sangat dikhawatirkan dari penyebaranvirus HIV/Aids. Afsel salah satu negara dengan penyebaraan virus HIV/Aids terburuk diseluruh dunia. Dengan hampir setengah dari jumlah pekerja seks dinegara tersebut telah mengidap virus HIV. Dan uniknya pemerintah Inggris telah menyediakan dana sebesar 1 juta poundsterling untuk membeli 42 juta kondom yang mungkin akan dibagikan selama penyelenggaran Piala Dunia.
Namun dengan semua kekhawatiran tersebut Afsel tetap melaju dengan membuktikannya bahwa Afrika adalah sebuah benua yang besar dan mampu bersaing dengan benua lainnya. Hal ini Afsel membuktikan dengan pembangunan lima stadion baru dan renovasi beberapa stadion lama. Belum lagi pembangunan sarana transportasi. Mulai dari jalan raya hingga jaringan Trem. Serta pembukaan Piala Dunia yang sangat meriah dan penuh dengan nilai-nilai budaya Afrika.
Banyak kejutan di turnamen yang memperebutkan trofi Piala Dunia serta uang tunai sebesar 30 juta Dollar Amerika sampai tulisan ini diterbitkan, yakni tumbangnya tim-tim favorit di putaran pertama seperti Prancis yang kalah dari Meksiko. Spanyol kalah dari Swiss. Dan permainan buruk yang disajikan oleh timnas Inggris. Serta penampilan pantang menyerah dari Korea Selatan dan tim-tim non unggulan lainnya.
Serta beberapa hal-hal yang menarik seperti bisingnya pertandingan akibat suara yang dikeluarkan oleh terompet tradisional Afrika Selatan yakni Vuvuzuela yang banyak dikeluhkan oleh banyak pemain. Bola Jabulani sendiri dikritik bermasalah karena dianggap sebagai penyebab blunder dari Robert Green ketika pertandingan Inggris lawan USA. Hilangnya beberapa pemain Korea Utara, dan Konflik dari timnas Prancis. Mulai dari pemulangan Nicholas Anelka,pengunduran diri Ketua PSSI-nya Prancis, hingga pemogokan latihan dari timnas perancis terhadap keputusan pelatih Raymond Domenech. Piala Dunia kali ini juga menarik perhatian dari kalangan Politisi dan Artis. Sebut saja John Travolta yang mengemudikan pesawat pribadinya untk mendukung timnas Australia. Wakil Presiden Amerika Serikat John Bidden pun khusus datang untuk mendukung Timnas Amerika. Serta Dua Pewaris tahta kerajaan Inggris Pangeran William dan Pangeran Henry terlihat mendukung Tim Inggris ketika menghadapi Aljazair.
Piala dunia memang berdampak sangat besar bagi seluruh masyarakat dunia. Begitu juga di Indonesia. Cafe-cafe penuh dengan acara nonton bareng, warung-warung kaki lima juga tidak ketinggalan dengan acara nonton bareng. Pedagang-pedagang kecil seperti pedagang kacang,pedagang warung kopi juga kena dampak dan rejeki dari event empat tahunan ini. Kemudian penjual seragam-seragam dan atribut Piala Dunia juga laris manis.
Bila melihat suksesnya Afsel sebagai penyelenggara Piala Dunia pasti akan menimbulkan efek “latah” bagi negara-negara ketiga di dunia ini. Termasuk Indonesia. Kesuksesan Piala Dunia di Afsel dikarenakan kerja sungguh-sungguh dari berbagai lapisan masyarakat disana. Mulai dari pemerintah,pihak swasta,Masyarakat sipil,dan dengan manajemen yang bagus dan saling mendukung satu sama lain. Indonesia memang tidak lolos Piala Dunia 2010 namun semangat Piala Dunia sangatlah besar di negeri ini. Bayangkan sebuah negeri yang sangat tertutup dengan dunia luar dapat lolos dan menyarangkan sebuah gol ke gawang Juara Dunia. Ini karena semangat mereka untuk menunjukan mereka itu bisa.
Saya sempat menyaksikan pertandingan antara Brazil melawan Korea Utara. Dimana ketika lagu kebangsaan Korea Utara dikumandangkan seorang pemain Korea Utara tidak mampu menahan tangis pada saat itu. Sebuah peristiwa yang disaksikan miliaran warga dunia ini membuktikan kecintaan seorang warga negara dengan negara. Setelah kejadian tersebut saya membayangkan bila Indonesia Raya dikumandangkan di Turnamen Piala Dunia, mungkin bukan hanya satu orang yang menangis,bukan pula sebelas pemain dilapangan beserta official,bukan pula supporter Indonesia yang menyaksikan di Stadion. Tapi saya yakin dari Sabang sampai Merauke akan meneteskan air mata haru dan bangga akan Negeri Tercinta kita ini.

Comments are closed.

© 2012 OPINI ONLINE.
KANTOR OPINI PERSS Jln. Proh. H. Soedarto No. 1, Kampus FISIP UNDIP Gedung C, Lantai 3, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah