Sejarah perjalanan bangsa Indonesia merupakan diorama menarik yang menjadi hiasan kisah klasik dalam panggung politik di negara dunia ketiga. Bagaimana pergolakan perjuangannya di pertunjukkan tentu saja memberikan pernyataan secara mendalam bahwa negara ini terlahir tidak secara instan, tetapi melalui proses panjang yang cukup melelahkan. 20 Mei 1908 adalah salah satu memoar penting yang menjadi pelecut titik awal pergerakan nasional. Pada saat itulah terjadi transformasi perjuangan yang awalnya bercirikan kedaerahan kesukuan berubah menjadi lebih modern dengan warna nasionalis.
Kemerdekaan yang kita raih merupakan pembuktian para pejuang bahwa kebangkitan nasional yang mereka rintis melahirkan corak baru perjuangan yang lebih solid, kompak dan mengena sehingga negara ini bisa berdiri tegak hingga saat ini. Namun makna kebangkitan nasional tidaklah sesempit itu, Setelah seabad lebih memoar kebangkitan itu berlalu , apakah negara kita sudah benar-benar “bangkit” ? pertanyaan yang sederhana tetapi membutuhkan pernyataan jawaban yang harus tegas.
Lika-liku perjalanan bangsa ini yang sudah berganti beberapa rezim memang telah mengalami kebangkitan. Masyarakat yang dulunya hidup apa adanya dalam balutan kesederhanaan kini telah bermetamorfosa menjadi masyarakat yang lebih modern seiring dengan derasnya arus globalisasi, masyarakat yang dulunya terkekang dalam ketatnya aturan sang penguasa kini di era reformasi lebih leluasa menyalurkan uneg-unegnya bahkan bebas menyuarakan kritikan pedas saat ketidaknyamanan dirasakannya.
Pada saat ini kebangkitan yang kita harapkan tentu saja kebangkitan yang bisa membawa bangsa ini selangkah lebih maju, lebih baik lagi. Bangkit dalam artian mampu membawa perubahan yang signifikan dari berbagai aspek kehidupan baik itu politik, ekonomi, sosial, budaya dan berbagai dimensi yang lainnya. Kebangkitan sejati adalah kebangkitan yang bisa membangkitkan negeri ini baik dari segi kultural dan structural yang menjelma menjadi kebangkitan nasional. Bangkit dari segi cultural mencakup peningkatan pembangunan kharakter masyarakat, penciptaan mindset masyarakat yang bisa berpikir rasional tentang arti penting kemajuan suatu bangsa , peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, serta mempertebal rasa nasionalisme. Sedangkan bangkit secara struktural dapat di indikasikan jika pemerintah mampu menciptakan lembaga-lembaga yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara profesional dan mengkondisikan lembaga tersebut untuk terus berkontribusi secara optimum terhadap pembangunan negeri ini.
Kebangkitan nasional tidak hanya bisa di lihat dari bangkitnya segi struktural ataupun cultural saja, Kebangkitan nasional harus bisa mengkombinasikan keduanya. Jika kualitas masyarakat Indonesia dengan pola budayanya telah mapan maka hal tersebut merupakan modal yang luar biasa untuk mewujudkan dan mengimbangi pembangunan structural. Realita yang terjadi saat ini kebangkitan di negeri ini masih setengah-setengah, kebangkitan sejati yang menjadi ekspektasi besar bersama masih mencari jatidirinya. Tantangan untuk bangkit secara holistik ada di tangan kita semuanya, mengawali bangkitnya kemauan dari diri kita sendiri menuju kebangkitan sejati negeri ini adalah kunci jawabannya. Semoga.
Oleh. Mohammad Nur Rofiq Addian Syah