Ada apa dengan negara kita saat ini? Banyak masalah yang begitu mencuat sebut saja, kasus video mesum,dana aspirasi anggota DPR,kenaikan Tarif dasar listrik,Piala dunia,dan tentu saja yang paling menarik perhatian adalah kasus Majalah Tempo.
Majalah Tempo yang memuat isu tentang rekening-rekening gemuk para Jenderal Polri terlihat sudah membuat gerah para petinggi Polri. Sebut saja sejak edisi Majalah Tempo yang membahas tentang rekening gemuk para Jenderal Polri ini sempat hilang dari pasaran dan sangat sulit dicari oleh masyarakat. Berbagai spekulasi mengatakan bahwa majalah itu telah diborong oleh beberapa Oknum.
Kemudian Polisi melakukan panggilan terhadap Majalah Tempo terkait isi majalah edisi 28 Juni – 4 Juli 2010 ini. Namun Polri berdalih pemanggilan bukan karena isi melainkan cover yang menurut mereka melecehkan karena terdapat gambar babi.
Belum selesai,Selasa 6 Juli dini hari Kantor Tempo di serang oleh pria tidak dikenal dengan melemparkan Bom Molotov ke area kantor Tempo. Dan yang paling menghebohkan adalah berita pembacokan terhadapa Aktivis ICW Tama S Langkun.
Tama diserang 8 Juli dinihari ketika sehabis menyaksikan pertandingan sepak bola. Motor Tama dipepet dan diserang oleh 4 pria yang tidak dikenal. Kawanan pria tersebut melakukan kekerasan dengan menggunakan senjata tajam.
Beberapa peristiwa yang menyangkut masalah Tempo ini sudah membuat masyarakat gerah. Upaya pemberantasan korupsi di negeri ini sangatlah sulit. Tekanan-tekanan akan datang bila kita mengangkat isu pemberantasan korupsi terlebih di badan Polri masih bisa dibilang sangat tabu.
Kasus penyerangan ini bisa menjadi bukti bahwa masih ada oknum-oknum yang tidak senang dengan adanya upaya pemberantasan korupsi. Para pejabat sudah terlanjur nyaman dengan budaya yang sudah mengakar diberbagai instansi-instansi.
Sudah waktunya Polri bergerak. Bergerak dengan mengungkap siapa yang ada dibalik peristiwa penyerangan tersebut. Pengungkapan akan pelaku penyerangan ini sekaligus akan membersihkan nama Polri dan membuat citra mereka lebih baik dimata masyarakat.
