Hari jumat tanggal 30 juli 2010 ini mungkin akan dikenang oleh anggota DPR setidaknya sampai masa jabatan mereka berakhir 2014 nanti. Bagaimana tidak? Seorang artis senior kita yakni Pong Harjatmo berhasil “menampar” seluruh isi DPR. Aksinya mencoret atap gedung kura-kura dengan pylox melalui tiga kata yang sangat tajam yakni JUJUR,TEGAS,ADIL berhasil membuat heboh DPR.
Pong yang melakukan aksinya dikarenakan kekecewaan yang teramat sangat terhadap kinerja para wakil rakyat ini dirasa sangat wajar. Karena Pong tidak sendirian. Ada jutaan Pong yang sudah sangat kecewa dengan pola dan tingkah laku Anggota Dewan Kita.
Awal mulai jabatan mereka boleh baik dengan mengusut kasus century sampai larut malam,teriak lantang menyerukan keadilan,uang rakyat,tapi apa yang kita dengar beberapa bulan kemudian? Kasus century dihentikan begitu saja. Masalah Tabung elpiji? Saat ratusan korban telah jatuh akibat bom-bom berukuran 3 kg ini kita malah mendengar anggota DPR yang meminta dana aspirasi sebesar 15 milyar. Belum lagi yang sangat memprihatinkan adalah kebiasaan bolos mereka yang sangat tidak mencerminkan keadaan anggota dewan.
Tamparan Pong bukan hanya milik DPR tapi tamparan bagi seluruh jajaran masyarakat,terutama Pemerintah. Dimana semua menuntut adanya penambahan fasilitas untuk peningkatan kualitas pekerjaan namun sebenarnya yang dibutuhkan oleh seluruh jajaran pemerintah kita adalah tiga kata maut tersebut yakni Jujur,Tegas,dan Adil. Dimana sudah tidakan jujur,tegas,dan adil sudah langka pada diri pemerintah.
Tamparan Pong merupakan bukti bahwa ketika rakyat sudah muak dengan apa yang dilakukan Pemerintah dan DPR dan ketika hati nurani dan suara sudah tidak terdengar maka Rakyat berhak bertindak.

Agustus 5th, 2010 on 10:16 am
Hanya ada respon dari para petinggi DPR atas aksi Pong Hardjatmo tersebut. Mana respon anggota lain yang (katanya) berjumlah 560 orang? Apa masih sibuk membolos sampai tidak tau gedungnya dicoret-coret? Atau mungkin masih tertidur? Digaji 57 juta per bulan kok bisanya tidur, bolos, jalan-jalan ke luar negeri? Saran saya, kalau mau bolos, silakan masuk SMA lagi saja. Kalau mau tidur, silakan di rumah masing-masing. Sementara rakyat kecil di luar sana tidak bisa tidur nyenyak karena takut tabung gasnya meledak. Bukankah pemimpin yang baik tidak akan bisa tidur nyenyak selagi rakyatnya masih dalam kondisi ketakutan? Semoga lekas “sembuh” ya, Pak..