Hari Nelayan Nasional, Sejahterakan Perikanan Indonesia

Semarang – Melihat Indonesia merupakan negara dengan kepulauan terbesar di dunia, tidak dipungkiri bahwa Indonesia juga begitu kaya akan potensi lautnya. Jumlah nelayan di Indonesia sangat banyak dan menjadi mata pencaharian yang sudah tidak asing lagi. Tetapi, kesejahteraan nelayan masih terus dipertanyakan. Hal ini juga tidak memungkiri munculnya praktik-praktik penangkapan ikan ilegal. Mengingat hal ini, Rabu (06/04), Indonesia bersama-sama merayakan Hari Nelayan Nasional ke-56.

 
Negara Indonesia terdaftar sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada, yaitu mencapai 54.716 km. Hal inilah yang kemudian dicatat sejarah bahwa Indonesia menjadi negara dengan akar maritim yang kuat. Hari Nelayan Nasional ke-56 ini dirayakan dengan harapan untuk menuju kesejahteraan nelayan sebagai poros maritim Indonesia dan menghimbau sekaligus mendukung nelayan Indonesia untuk mempraktikkan penangkapan ikan yang ramah lingkungan.

 
Garis kemiskinan nelayan belum sepenuhnya terangkat di Indonesia, untuk peringatan Hari Nelayan Nasional ini pula, sebagian masyarakat Indonesia mungkin masih belum sadar mengenai adanya perayaan ini. Tak begitu banyak pemberitaan yang membahas hari nelayan. Mengutip dari seafoodsavers.org, sampai saat ini nelayan di Indonesia masih hidup dibawah garis kemiskinan, minimnya sarana dan prasarana, seperti alat tangkap yang ramah lingkungan, cold storage, hingga kurangnya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang layak menjadi salah satu dari banyaknya permasalahan. Hal yang menjadi perhatian utama adalah mulai berkurangnya stok ikan yang menyebabkan biaya dan jarak melaut menjadi lebih besar dan jauh karena overfishing.

 
WWF-Indonesia juga menyebutkan bahwa praktik perikanan destruktif pun masih cukup sering dilakukan, misalnya dengan menggunakan bahan peledak, racun, atau penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Hal ini tentu saja dapat merusak ekosistem laut dan juga berdampak pada kandungan gizi ikan yang dikonsumsi. Praktik penangkapan dengan prinsip-prinsip berkelanjutan harus dilakukan. WWF-Indonesia juga telah menyusun dan mensosialisasikan serial dokumen BMP (Better Management Practices) Perikanan Berkelanjutan kepada pengusaha dan nelayan di wilayah kerjanya dengan tujuan untuk membantu nelayan dalam menangkap biota laut secara ramah lingkungan dan berkelanjutan.

 
Karena itu, kita sebagai konsumen juga harus cerdas dalam memilih makanan laut atau seafood. Dengan memilih dan menanyakan asal-usul seafood sebelum kita konsumsi. Tentu saja, kita harus mengapresiasi para nelayan yang sudah menerapkan praktik penangkapan ikan ramah lingkungan dan berkelanjutan. Banyak yang lupa jasa para nelayan yang notabene menjadi poros maritim di Indonesia, dengan ini kita harus lebih menghargai jasa para nelayan dengan memberikan nilai yang lebih untuk mereka yang sudah menerapkan cara penangkapan ikan yang sehat. Kita harus menyejahterakan kelautan Indonesia guna meningkatkan kesehatan panganan laut sekaligus keindahan biota laut. Selain itu, hal ini juga untuk meningkatkan tingkat perekonomian Indonesia dalam bidang kelautan.

Teks: Audita Widya Pinasthika
Foto: twitter.com/watchdoc_ID
Editor: Yan Tirtha
Redaktur Pelaksana: Adam Yolanda

lpm opini

Lpm Opini adalah lembaga pers mahasiswa Universitas Diponegoro khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Lpm Opini berdiri sejak 23 April 1985 Isi dari web ini adalah tentang Undip dan Fisip serta Berita seputar Semarang.

Satu tanggapan untuk “Hari Nelayan Nasional, Sejahterakan Perikanan Indonesia

  • 7 April 2016 pada 10:49 am
    Permalink

    sumbernya cantumin, yaaa :3

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *