Bukit Romantis di Banjarnegara

Banjarnegara – Bukit Asmara Situk (BAS) terletak di Desa Kalilunjar, Kec. Banjarmangu, Banjarnegara. Dengan namanya sendiri, obyek wisata yang baru berumur 7 bulan ini sudah cukup menarik muda-mudi untuk mengunjunginya. Bukit ini dinamakan Asmara karena sejarah tersendiri mengenai desa tersebut yang menurut Suyari, salah satu crew BAS, mengatakan nama itu sudah ada sejak dahulu kala. Bukit Asmara Situk ini berada di ketinggian kira-kira 683 mdpl dan untuk sampai di sana harus melewati beberapa trek tanjakan yang memiliki nama unik khas Bukit Asmara.

 
“Dibuat dari bulan Januari awal 2016, baru jadi sekarang sudah 7 bulan. Pak Kades Desa Kalilunjar yang menemukan tempat ini dan inisiatif dijadikan wisata. Pemasukan yang ada masuknya ke desa. Penanggung jawab langsung ke Pak Kades Kalilunjar, Mbak,” tutur Yusman, crew Situk Silundu Desa Kalilunjar, Minggu (31/07).

1469998437461
Tanjakan-tanjakan yang harus dilewati memiliki nama-nama yang berbeda yaitu diawali dengan Tanjakan Pertemanan, kemudian Tanjakan Derita, Tanjakan Asmara dan yang terakhir yaitu Tanjakan Bahagia. Medan yang dilalui berbeda-beda, mulai dari tanah datar hingga tanjakan menanjak. Perjalanan yang dilalui bisa dibilang tidak cukup mudah, dengan tangga yang terus menerus mungkin dapat membuat kaki pengunjung terasa kebas. Tetapi, tidak perlu khawatir karena di beberapa titik perjalanan terdapat beberapa tempat singgah untuk para pengunjung jika merasa kelelahan.

 
Walaupun akses yang harus dilalui membutuhkan banyak perjuangan, Bukit Asmara akan membayar kelelahan kita dengan menyuguhkan eloknya landscape Kota Banjarnegara dari ketinggian yang sangat menarik untuk diabadikan dengan kamera. 1469998786293Wahana yang disajikan di sana bermacam-macam seperti, Terowongan Eksotis yang merupakan goa bekas galian masa penjajahan Jepang dan rumah pohon, biasanya dimanfaatkan pengunjung untuk selfie. Selain memiliki berbagai model yang berbeda pada setiap rumah pohon bambu yang disajikan, latar belakang yang indah juga bisa dijadikan variasi yang beragam untuk berselfie.

 
Namun, tentu saja terdapat batasan waktu dan maksimal orang bisa berada di rumah pohon bambu tersebut untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung serta menghindari rusaknya wahana. Obyek wisata ini dibuka dari pukul 5.30 WIB hingga 17.00 WIB. Biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli tiket dipaketkan dengan harga hanya Rp 15.000,- sudah mencakup semua wahana yang ada di Bukit Asmara Situk.

 
“Udah keren cuma wahana dan fasilitas yang diberikan masih sedikit, semoga kedepannya bisa ditambah lagi wahana dan fasilitasnya, sama rute yang dari pohon ke pohon lagi, bukan rute yang di tanah aja,” ujar salah satu pengunjung, Astiani.

Teks & Foto: Audita Widya Pinasthika
Editor: Yan Tirtha
Redaktur Pelaksana: Adam Yolanda

lpm opini

Lpm Opini adalah lembaga pers mahasiswa Universitas Diponegoro khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Lpm Opini berdiri sejak 23 April 1985 Isi dari web ini adalah tentang Undip dan Fisip serta Berita seputar Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *