AEROTION, Kolaborasikan 3 Unsur Budaya Menjadi Sebuah Acara

Semarang – Seni adalah salah satu suguhan mata yang sangat memikat. Beberapa di antaranya seni musik dan tari. Dua kolaborasi tersebut dapat disajikan dengan apik dan memiliki tempat masing-masing pada diri penikmatnya. Tak heran, saat ini banyak penggelar acara menampilkan konsep dan ide acara yang dikemas secara unik agar berjalan sesuai harapan serta mendatangkan keuntungan bagi mereka. Melihat peluang tersebut, American and English Royal Exhibition (AEROTION) 2016, beberapa waktu lalu (29/10) menggelar pagelaran seni yang mengkombinasikan tiga unsur budaya dan mengusungnya dengan judul, “Cerminan Kecil Budaya Inggris, Amerika, dan Indonesia”.

1477907453387Acara yang diadakan oleh EDSA (English Department Students Association) bekerja sama dengan HMPSD3 Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, berlangsung meriah di Parkiran Stadion Universitas Diponegro, Semarang. Tak tanggung-tanggung, mereka mengangkat tajuk “Where the dreamers taste many flavors”. Pengunjung yang datang dimanjakan dengan adanya beberapa genre seni antara lain: tarian tradisional; musik dari Figura Renata; OSWAG dan penggiat musik lainnya; serta ada pula Komunitas Kreatif yang turut menjadi pengisi acara. Bermacam refleksi budaya tiga negara ditemukan dalam acara AEROTION.

img_20161101_112708“Saya senang sekali, AEROTION yang merupakan acara pertama ini bisa terlaksana pada akhirnya. Festival yang menyajikan tiga budaya yaitu Amerika, Inggris dan Indonesia ini ternyata juga mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak. Semoga nanti kedepannya AEROTION bisa lebih dikenal lagi dan tujuan dari AEROTION sendiri yang salah satunya sebagai tempat untuk memperkenalkan tiga budaya tersebut, orang-orang dapat mengerti betapa pentingnya cultural understanding,” tutur Ria, selaku ketua AEROTION 2016.

 

Acara ini berlangsung tanpa kendala yang berarti karena pada saat kegiatan berlangsung tidak terjadi hal-hal seperti yang dikhawatirkan panitia.
“Aerotion keren, semua acara dari pagi sampai malam yang ditutup oleh OSWAG memenuhi ekspektasi saya,” ungkap Adit, salah satu mahasiswa Jurusan Sastra Jepang.

Teks: Nadia Nur Amalina
Foto: Dokumentasi Panitia
Editor: Yan Tirtha
Redaktur Pelaksana: Adam Yolanda

lpm opini

Lpm Opini adalah lembaga pers mahasiswa Universitas Diponegoro khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Lpm Opini berdiri sejak 23 April 1985 Isi dari web ini adalah tentang Undip dan Fisip serta Berita seputar Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *