Sempat Roboh, Pawai Ogoh-Ogoh Tetap Berjalan Meriah

Semarang – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggelar Festival Seni Lintas Agama dan Pawai Ogoh-Ogoh pada Minggu (02/04) kemarin. Pawai Ogoh-Ogoh ini diarak dari kawasan nol kilometer Semarang sampai ke kantor Balaikota Semarang yang berada di Jalan Pemuda. Pawai ini sendiri dilepas secara simbolis oleh Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Dikutip dari jateng.tribunnews.com, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Semarang, Achyani mengatakan bahwa pawai ogoh-ogoh diharapkan dapat meningkatkan pariwisata kota Semarang. Selain itu, Achyani mengatakan bahwa pawai ini digelar guna memelihara kerukunan antar umat beragama.

Pawai Ogoh-Ogoh ini dimeriahkan oleh empat ogoh-ogoh yaitu Kalinaya, Narasima, Sangyagana dan Larung yang langsung didatangkan dari Pulau Bali. Keempat ogoh-ogoh yang berwajah menyeramkan ini menggambarkan sifat jahat di dunia yang harus dimusnahkan.

Di tengah-tengah pawai, beberapa ogoh-ogoh sempat rubuh. Kejadian itu berlangsung ketika ogoh-ogoh sudah sampai di depan Gedung Balaikota Semarang. Beruntung peserta mampu mengendalikan keadaan, sehingga ogoh-ogoh dapat dibawa masuk ke Kantor Balaikota. Rubuhnya ogoh-ogoh sendiri tidak menyurutkan antusias warga untuk mengikuti pawai tersebut.

Pawai yang diselenggarakan untuk kelima kalinya ini diikuti pula oleh beberapa organisasi, komunitas, dan duta seni, seperti Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Duta Seni VIKEP KATREDAL, Duta Seni Kuncup Melati PC Magabudhi Semarang, Duta Seni Sendratari Arjuna Wiwaha, Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (MLKI) Semarang, dan Semarangker.

Pawai ini mampu menarik perhatian dari banyak kalangan masyarakat di Kota Semarang. Tak ketinggalan juga Anang (21) mahasiswa D3 Manajemen Pemasaran FISIP Undip yang memanfaatkan momen ini untuk berjualan.

Ya ini saya kesini memang mau liat ini sih, ya sekalian danusan juga sebenernya.” ujar Anang.

Anang juga menjelaskan bahwa menurutnya Pawai Ogoh-Ogoh ini berlangsung meriah dan kebudayaan Bali terlihat jelas. Dia juga berharap agar acara ini diselenggarakan lagi tahun depan dan mampu lebih menarik masyarakat lagi untuk melihat  Pawai ini.

 

Teks & Foto: Khan Muhammad Haikal

Editor: Audita Widya Pinasthika

Redaktur Pelaksana: Finky Ariandi

lpm opini

Lpm Opini adalah lembaga pers mahasiswa Universitas Diponegoro khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Lpm Opini berdiri sejak 23 April 1985 Isi dari web ini adalah tentang Undip dan Fisip serta Berita seputar Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *