Ketua BEM dan Senat FISIP Tanggapi Masalah Spanduk Misterius

Semarang – Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) menjadi hangat akan pembicaraan karena isu spanduk yang sempat terpasang di area kantin dan tempat parkir mahasiswa beberapa hari yang lalu. Namun, spanduk langsung menghilang di hari berikutnya. Spanduk yang bertuliskan “BIROKRASI FISIP TULI” ini dipasang oleh beberapa mahasiswa yang mengaku tidak ingin diketahui identitasnya. Dari informasi tersebut dijelaskan bahwa kronologis pemasangan spanduk dilakukan sekitar pukul 23:00 WIB di hari Senin (24/4) dengan niatan untuk menggugah kesadaran mahasiswa FISIP, kala itu akan dilaksanakan Public Hearing oleh Senat FISIP Undip pada hari Kamis (27/4)

Ace Rahmat R.J., Ketua Senat Mahasiswa FISIP Undip pun menanggapi pemasangan spanduk tersebut dengan mempersilahkan para mahasiswa untuk mengekspresikan pendapat masing-masing karena setiap mahasiswa memiliki haknya untuk berpendapat. Akan tetapi, Ace juga menjelaskan bahwa pihak Senat FISIP Undip juga telah menyediakan beberapa media untuk para mahasiswa FISIP sebagai fasilitas untuk menyampaikan keluhan dan aspirasinya.

“Kita banyak program dari komisi advokasi, contohnya bisa mengisi kotak aspirasi yang ada di gedung D. … Yang kedua juga kita di Senat sekarang punya yang namanya Pekan Serasi. …. Yang ketiga kami (Senat FISIP Undip) mengadakan Public Hearing juga gitu kan. Public Hearing ini sarana langsung dimana teman-teman mahasiswa bisa menyampaikan aspirasinya dengan Dekanat. …. Sebenarnya kami dari senat sudah mempresentasikan ini, cuma mungkin dengan jalur formal seperti ini dirasa oleh beberapa kalangan, beberapa pihak kurang efektif, sehingga muncul ide-ide seperti itu.” jelas Ace.

Menurut Angga Fajar Wibawa selaku Ketua BEM FISIP sendiri belum melihat spanduk tersebut secara langsung. Angga juga tidak tahu pihak mana yang memasang spanduk tersebut dan dia sendiri menekankan bahwa pihak pemasang spanduk tersebut bukan dari pihak BEM FISIP Undip. Menurut pendapat Angga, karena berdekatan dengan diselenggarakannya Public Hearing, maksud pemasangan tersebut untuk membuat rasa penasaran mahasiswa terhadap masalah-masalah di kampus FISIP Undip dan spanduk tersebut ditujukan kepada mahasiswa karena dipasang tempat lalu lalang mahasiswa.

“Saya suka-suka aja karena dengan adanya spanduk itu kan istilahnya mahasiswa umum yang tadinya kurang peka, yang tadinya masa bodoh itu jadi penasaran. …. Dengan rasa penasaran itu nantinya mahasiswa-mahasiswa umum itu mencari tahu kenapa ada spanduk, kenapa kok seperti ini, kenapa seperti itu, akhirnya mereka mencari tahu dan akhirnya mereka tahu gitu sih. Yang saya setujunya itu, tapi menurut, kalau sah atau tidaknya (pemasangan spanduk), jujur sampai sekarang saya juga tidak tahu apakah itu diperbolehkan oleh fakultas, apakah tidak. …. Dan saya juga masih penasaran sih, tuh spanduk benar-benar ada di pasang terus dicopot sama pihak keamanan atau pihak kampus atau segala macem atau cuman dipasang sama dia sendiri terus dia foto, dia potong sendiri (spanduk tersebut) itu juga bisa kan? Banyak kemungkinan.” jelas Angga.

 

Teks: Lilis Nosiva Rini

Foto: Daily FISIP

Editor: Audita Widya Pinasthika

Redaktur Pelaksana: Finky Ariandi

lpm opini

Lpm Opini adalah lembaga pers mahasiswa Universitas Diponegoro khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Lpm Opini berdiri sejak 23 April 1985 Isi dari web ini adalah tentang Undip dan Fisip serta Berita seputar Semarang.

Satu tanggapan untuk “Ketua BEM dan Senat FISIP Tanggapi Masalah Spanduk Misterius

  • 6 Mei 2017 pada 8:44 pm
    Permalink

    Kok ketua bem fisipnya tau kalo spanduknya untuk menaikan kepekaan mahasiswa pada public hearing? Hmmm bisa gitu padahal gak tau siapa yang masang

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *