BEM FT Angkat Isu Pendidikan Melalui Saung Sore

Semarang – Berbicara masalah pendidikan merupakan pembicaraan masalah yang fundamental. Berbagai isu penguasaan wilayah dalam kurun waktu dekat ini yang dilakukan kaum elit terhadap hak-hak sipil tak lain disebabkan oleh minimnya sebuah pendidikan. Terbatasnya seseorang dalam mengenyam pendidikan tak hanya dikarenakan biaya yang besar, namun juga kurikulum yang belum jelas.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT) menggelar diskusi “Saung Sore” yang membahas masalah pendidikan nasional. Saung Sore ini mengundang seluruh mahasiswa umum untuk turut hadir dalam menyampaikan aspirasinya. Dalam diskusi yang digelar di Sekretariat BEM Fakultas Teknik pukul 15.30 WIB ini pada hari Selasa (09/05), BEM FT berfokus untuk menyadarkan para mahasiswa agar memperjuangkan pendidikan yang lebih layak.

“Tujuan dari diskusi pendidikan ini adalah untuk menyadarkan mahasiswa bahwa pendidikan ini tidak selamanya kita dapat dari bangku sekolah formal saja, namun kita juga memikirkan nasib mereka yang belum bisa mendapat akses pendidikan.” ujar Agung Raafi Eka, mahasiswa BEM Fakultas Teknik selaku penanggung jawab diskusi Saung Sore.

Agung selaku PJ Saung Sore memberikan pernyataannya mengenai Saung Sore yang membahas tentang Isu Pendidikan saat diwawancara oleh Tim OPINI

Saung Sore adalah program penciptaan iklim yang rutin dilakukan oleh BEM FT namun bersifat kondisional  tergantung terhadap isu yang terjadi dan tingkat kedaruratannya. Saung Sore ini juga merupakan wadah yang menggairahkan bagi para mahasiswa terhadap isu pendidikan yang kemudian diharapkan dapat memiliki inisiatif untuk memecahkan sebuah permasalahan. Karena selama ini BEM Fakultas Teknik sendiri mengganggap bahwa sebagian banyak orang yang mencicipi bangku pendidikan hanya sekedar menyamakan posisi di dunia kerja, bukan memecahkan sebuah permasalahan.

“Melalui Saung Sore ini, BEM Fakultas Teknik berharap bahwa Undip bisa menjadi inisiator dan bahkan menjadi pioneer dalam membahas isu pendidikan di seluruh Indonesia walaupun banyak teman-teman diluar sana yang sudah bergerak seperti UGM, Unsoed, dan lain-lain.” lanjut Agung.

Setelah diadakannya Saung Sore, diharapkan bahwa diskusi pembahasan pendidikan seperti ini dapat dibawakan oleh BEM Undip yang memiliki legalitas tertinggi dalam tingkat Universitas, serta dapat membuka wawasan seluruh mahasiswa agar mengerti bahwa isu pendidikan ini sudah sangat darurat.

 

Teks & Foto: Bella Yunita

Editor: Audita Widya Pinasthika

Redaktur Pelaksana: Finky Ariandi

lpm opini

Lpm Opini adalah lembaga pers mahasiswa Universitas Diponegoro khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Lpm Opini berdiri sejak 23 April 1985 Isi dari web ini adalah tentang Undip dan Fisip serta Berita seputar Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *