Undip Tanggapi Pemasangan Poster Provokatif

Semarang – Pihak Universitas Diponegoro (Undip) akhirnya menanggapi munculnya poster provokatif bertuliskan “Garudaku Kafir” di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip beberapa waktu lalu. Konferensi pers yang diadakan Jumat (19/5) ini dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA selaku Wakil Rektor  Undip, jajaran Dekanat FISIP Undip serta Kapolsek Tembalang. Bertempat di ruang sidang rektorat Widya Puraya Undip, Zainuri mengungkapkan bahwa pemasangan poster tersebut merupakan inisiatif pribadi tanpa ada dorongan organisasi tertentu.

Zainuri juga menambahkan bahwa pemasangan poster tersebut digunakan untuk mempromosikan seminar pada tanggal 20 Mei mendatang. Poster yang berjumlah 5 lembar tersebut dipasang di majalah dinding Fisip Undip ini awalnya bertujuan untuk memancing perhatian mahasiswa dan menarik peserta. Pemasangan tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Senat dan Dekanat FISIP Undip. Padahal, menurut prosedur yang ada setiap poster yang terpasang di FISIP Undip harus mendapat persetujuan dan cap Senat serta BEM FISIP Undip. Terkait seminar tersebut pihak Undip mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebenarnya tidak ada di dalam kalender akademik FISIP Undip.

Saat ini, pihak Undip sendiri sudah mengantongi nama pemasang poster tersebut yang berjumlah 5 orang. Nantinya, sanksi yang diberikan akan disesuaikan dengan Peraturan Akademik yang berlaku di Undip. Sampai saat ini, pihak Undip mengaku proses evaluasi belum selesai. Sanksi yang diberikan saat ini hanya berupa sanksi berat yaitu skorsing selama 2 semester. Jika nanti dari pihak kepolisian menetapkan mahasiswa tersebut sebagai tersangka maka secara otomatis status kemahasiswaannya akan tercabut.

Di akhir konferensi pers, Zainuri mengungkapkan bahwa pihak Undip dan pihak kepolisian saat ini akan melakukan prosedur masing-masing sesuai ketentuan yang ada. Kemudian jika seluruh prosedur tersebut sudah selesai dijalani, kedua pihak akan berkomunikasi dan menentukan apa tindakan selanjutnya yang akan diambil.

 

Teks & Foto: Husna Fadhila Husodo

Editor: Audita Widya Pinasthika

Redaktur Pelaksana: Finky Ariandi

lpm opini

Lpm Opini adalah lembaga pers mahasiswa Universitas Diponegoro khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Lpm Opini berdiri sejak 23 April 1985 Isi dari web ini adalah tentang Undip dan Fisip serta Berita seputar Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *