FISIP Berbenah Melalui Resik Omah

Semarang – Sabtu pagi, (24/2) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Undip Divisi Pengabdian Masyarakat telah sukses menggelar acara bersih-bersih kampus FISIP yang diberi nama Resik Omah. Istilah Resik Omah diambil dari bahasa Jawa yang berarti membersihkan rumah. Acara ini digelar di depan gedung A FISIP dan dihadiri oleh 60 orang yang terdiri dari pasukan orange FISIP, organisasi mahasiswa (ormawa), dan mahasiswa FISIP secara umum.

Acara yang diketuai oleh Ahmad Zein Abdurrahman ini diselenggarakan untuk memperingati hari sampah nasional yang jatuh pada tanggal 21 Februari lalu. Selain itu, acara ini juga dimanfaatkan untuk menjalin tali silaturahmi antara mahasiswa dan civitas akademik FISIP dengan pasukan orange FISIP.

Menurut penuturan dari ketua acara Resik Omah, kegiatan ini diawali dengan penyambutan dari dekan FISIP, Dr. Sunarto, M.Si. Dilanjutkan dengan kerja bakti, makan bersama, lalu bermain games, dan ditutup dengan pemberian bantuan berupa sembako pada pasukan orange FISIP.

Sebelum acara ini digelar, BEM FISIP Undip telah melakukan social experiment dengan mengamati mahasiswa FISIP, seberapa besar kepedulian mereka pada lingkungan. Social experiment ini dikemas dalam bentuk video dan telah dipublikasikan melalui official account BEM FISIP Undip di media sosial LINE pada Kamis (22/2).

“Resik Omah ini merupakan proker lanjutan dari tahun lalu, namun tahun ini ganti nama. Tahun lalu tuh namanya Aksi Semut atau Aksi Semua Memungut,” ungkap Zein yang ditemui di gedung D FISIP Undip pada Senin (26/2). Ia juga menambahkan bahwa antusiasme peserta tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.

“Ini adalah proker (progam kerja) pertama. Baik atau tidaknya proker pertama ini,  akan mencerminkan proker-proker selanjutnya,” ujar Zein. “Tindakan yang kita perbuat, baik kecil atau besar akan berdampak pada lingkungan kita. Kegiatan Resik Omah kemarin akan menjadi pengingat kita untuk terus peduli dan sadar lingkungan,” pesannya.

Senada dengan penuturan Zein, Rico Fathur yang berkesempatan untuk berpartisipasi dalam acara Resik Oemah selaku staff HM Ilmu Komunikasi, juga menjelaskan poin-poin penting yang bisa diambil dari kegiatan tersebut. “Pertama, tahu lah betapa beratnya, susahnya menjaga kebersihan lingkungan FISIP bagi tiap individu OB gitu, terus yang kedua istilahnya ikut menjaga, berkontribusi, semisal kaya kebersihan, kerapihan. Terus yang ketiga itu dari acara itu saya sadar ga sepantesnya mengesampingkan tugas OB, misalnya ‘udahlah ntar bakal diberesin OB’ ya, setidaknya sadar lah membantu orang, meringankan beban orang lain. Agar energi yang lain bisa digunakan di tempat lain,”  jelas Rico.

Namun, meski acara Resik Oemah Sabtu kemarin terbilang sukses, masih banyak mahasiswa yang berhalangan hadir dalam acara tersebut. Salah satunya Afifah Azzahra, mahasiswi Ilmu Komunikasi. “Enggak bisa ikut, karena ada liputan Channel Kampus di suatu acara,” jawabnya saat ditanya alasan mengenai ketidakhadirannya dalam acara tersebut, Afifah juga menyampaikan, jika memiliki kesempatan untuk hadir mengikuti kegiatan yang positif, maka sempatkanlah mengikuti kegiatan tersebut.

 

Teks: Ikhsanny N. Ishlah & D. Rahma Fika Alnina

Foto: Dokumentasi Panitia

Editor: Audita Widya Pinasthika

Redaktur Pelaksana: Ratih Latifah Murniati

lpm opini

Lpm Opini adalah lembaga pers mahasiswa Universitas Diponegoro khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Lpm Opini berdiri sejak 23 April 1985 Isi dari web ini adalah tentang Undip dan Fisip serta Berita seputar Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *