Revitalisasi Kota Lama, Menuju Lebih Kekinian

Semarang – Suasana malam hari di suatu sudut di Kota Semarang terlihat ramai, banyak orang berlalu lalang di sekitar bangunan tua zaman kolonial Belanda yang sekarang terlihat lebih hidup karena dijadikan sebuah kafe atau museum. Tidak jarang pula ada yang mengabadikan momen di depan bangunan tersebut. Seperti itulah gambaran Kota Lama Semarang saat ini. Kota Lama memang lama telah menjadi perbincangan hangat.

Apabila masyarakat mengunjungi Taman Srigunting dan Taman Garuda, pengunjung akan langsung disuguhkan dengan konsep taman yang benar-benar berubah drastis, dengan lingkungan yang bersih, pedestrian yang nyaman, serta patung yang akan semakin memanjakan pengunjung Kota Lama untuk berfoto atau bersantai. Bangunan-bangunan peninggalan zaman kolonial yang terkesan angker, kusam, dan tidak terawat, kini mulai mendapat perhatian. Gedung-gedung tua yang telah menjadi ciri khas tersendiri dibenak masyarakat dimanfaatkan lebih dengan menambah fungsi gedung sebagai sarana ruang terbuka bagi masyarakat. Dari pihak swasta, beberapa pengusaha tertarik untuk mengembangkan kawasan Kota Lama, baik dijadikan kafe, restoran bahkan kantor cabang usaha.

Seperti salah satu Café, yaitu Café Spiegel yang menempati gedung tua yang dahulu banyak tumbuh lumut serta bentuk fisik yang tak terawat, namun setelah direvitalisasi, berubah menjadi sebuah gedung yang kembali kokoh, didesain sesuai tema kafe dan restoran yang menarik. Langkah-langkah inilah yang membuat kesan bahwa Kota Lama yang dahulu perlahan menjadi lebih menarik.

“Pemandangannya indah ya, bagus, dan juga instagramable.” kata Ika yang sudah berkeliling di beberapa sudut Kota Lama, Minggu (11/03).

Masyarakat sekitar mengapresiasi revitalisasi ini karena gedung-gedung tua yang dahulu terkesan menyeramkan mulai berubah menjadi apik. Cat-cat gedung pun telah diganti dengan yang baru. Wajah gedung juga tak lagi terlihat menyeramkan seperti kebanyakan gedung tua. Namun, memang revitalisasi ini masih belum sepenuhnya memuaskan. Di beberapa sudut Kota Lama, masih ditemukan bangunan yang belum terurus dan mangkrak, padahal antusiasme pengunjung di Little Nettherland ini mulai meningkat karena banyak objek yang dapat dikunjungi.

Beragam perubahan ini, dapat terlaksana tidak hanya dari usaha Pemerintah Kota Semarang saja, melainkan juga dibarengi dengan dukungan pihak-pihak swasta yang ikut melestarikan gedung gedung peninggalan sejarah ini. Pihak-pihak yang bertanggung jawab dan berwenang bersama-sama, bahkan masyarakat sekitar saling berusaha untuk terus melestarikan dan memaksimalkan bangunan-bangunan bersejarah di Kota Lama.

 

Teks: M. Faizal Maghriza, Annisa Nurul a. & Azwina Eka A.

Foto: https://www.kompasiana.com/losnito/5a6ab1e4caf7db4944658843/asyiknya-menikmati-suasana-malam-di-kota-lama-semarang#&gid=1&pid=1

Editor: Audita Widya Pinasthika

Redaktur Pelaksana: Ratih Latifah Murniati

lpm opini

Lpm Opini adalah lembaga pers mahasiswa Universitas Diponegoro khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Lpm Opini berdiri sejak 23 April 1985 Isi dari web ini adalah tentang Undip dan Fisip serta Berita seputar Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *