The Dark Knight: Pahlawan atau Kriminal?

Semarang – Siapa yang tidak kenal dengan Batman? Salah satu super hero yang berpenampilan serba hitam dan keluar pada malam hari layaknya kelelawar memukuli para penjahat di kota yang paling rusak di dunia, Gotham. Batman sendiri telah menjadi salah satu superhero terfavorit dari dunia komik dan sebanding dengan kepopuleran Superman atau Iron Man. Sampai akhirnya, superhero ini mendapat kesempatan membuat film layar lebarnya sendiri yang disutradarai oleh sutradara film yang memiliki ide – ide radikal dan mind blowing di setiap film yang ia buat, Christopher Nolan.

Berkisah tentang lanjutan dari film sebelumnya “Batman Begins” dengan sutradara yang sama, Bruce Wayne masih berusaha melindungi kota Gotham dengan caranya sendiri sebagai Batman yang memukuli para penjahat di setiap malam. Sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang psikopat mengerikan yang berbuat kejahatan hanya karena ingin mendapatkan kesenangan semata tidak lain adalah Joker musuh abadi Batman yang sebenarnya. Pada awalnya, Batman tidak terlalu peduli dengan Joker karena fokus utamanya adalah menangkap para mafia kota tersebut. Sampai akhirnya, Joker berhasil menarik hati sang pahlawan ini untuk ikut dalam permainannya dengan semua pilihan yang tidak bisa dipilih oleh Batman. Batman akhirnya jatuh ke dalam keputusasaan yang dibuat Joker. Namun, sepak terjangnya memburu Joker sekaligus melindungi Gotham tidaklah sesederhana itu sampai akhirnya Batman berubah menjadi simbol kejahatan dan bukanlah pahlawan.

Film ini memberikan kisah yang luar biasa dan membuat penasaran para fans Batman di seluruh dunia. Momen – momen yang sangat memukau ditampilkan epik di dalam film ini. Nolan sendiri menggambarkan sosok superhero di dunia nyata. Tentu hal tersebut sangat berbeda dari versi komik yang sangat tidak realistis. Nolan dengan kemampuannya menjadikan tokoh fiksi ini fenomenal di dunia nyata.

Bagi yang sudah menonton film ini, mungkin mereka tidak akan mendapatkan senyum ceria dengan ending bahagia layaknya film superhero lain seperti Spiderman, Avengers, Iron-Man dan lainnya. Bukan karena filmnya jelek, melainkan karena kita akan masuk ke dalam film itu hingga terus memikirkannya walau setelah keluar dari bioskop. Tidak heran jika film ini menjadi lima besar film dengan rating terbaik sepanjang masa versi IMDB setara dengan film The Godfather. Dan kita tidak akan lupa dengan Heath Ledger sebagai aktor yang menjadi Joker dalam film tersebut. Film ini juga menjadi satu – satunya film superhero yang mendapat Oscar dalam kategori aktor pendukung terbaik.

Film ini memiliki cerita yang berat dan hanya orang yang benar – benar serius menonton yang akan memahami isinya. Jadi tidak heran jika ada anak – anak yang tidak paham dengan isi cerita karena tujuan awal menonton karena ingin menonton film superhero dengan adegan yang keren. Sayangnya hal itu kurang ditampilkan dalam film ini. Dapat dikatakan film ini adalah film superhero paling luar biasa di abad 21 dengan tingkat kualitas cerita yang diluar ekspektasi.

Keseluruhan film ini adalah film yang sangat wajib ditonton karena film ini akan mengubah pandangan kita terhadap superhero yang selalu ada di komik – komik bahwa menjadi seorang pahlawan tidaklah mudah karena pada dasarnya mereka hanyalah manusia biasa sama seperti kita. Bagi teman – teman yang memiliki cita – cita menjadi superhero, kalian akan berpikir dua kali setelah menonton film ini.

 

Teks: Ariyo Mukti (Departemen Politik dan Pemerintahan 2015)

Foto: https://www.amazon.com/Dark-Knight-Movie-Poster-x36in/dp/B004BI4X4Q

Editor: Audita Widya Pinasthika

Redaktur Pelaksana: Ratih Latifah Murniati

lpm opini

Lpm Opini adalah lembaga pers mahasiswa Universitas Diponegoro khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Lpm Opini berdiri sejak 23 April 1985 Isi dari web ini adalah tentang Undip dan Fisip serta Berita seputar Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *