Koe No Katachi: Hubungan Antara Perundung dan yang Dirundung

Film Animasi: A Silent Voice, Koe No Katachi

Semarang – Film Anime yang berasal dari negeri Jepang memang sudah tidak diragukan lagi kepopulerannya termasuk di Indonesia. Film Animasi Jepang umumnya bermula dari sebuah komik/manga yang kemudian dibuat menjadi versi filmnya. Salah satu film yang cukup terkenal di Indonesia merupakan film besutan Kyoto Animation ini. Mengambil latar di sebuah sekolah SMA di Jepang, film berjudul Koe No Katachi atau A Silent Voice ini diadaptasi dari sebuah manga karya Yoshitoki Oima menjadi sebuah film berdurasi selama 2 jam 10 menit.  Film ini perdana keluar di jepang pada 17 september 2016 dan versi globalnya dikeluarkan pada februari dan juni 2017.

Koe No Katachi menceritakan tentang dua tokoh karakter yang bertemu di suatu sekolah dan berujung pada konflik. Shoya Ishida, tokoh utama laki-laki yang mengalami bullying karena ia perbuatan bully-nya kepada teman satu sekolahnya yaitu Nishimiya, seorang gadis yang tunarungu.

Di awal film, Shoya Ishida tampak melakukan pekerjaan paruh waktu dan beralih menjadi cerita kilas balik yang menceritakan Ishida ketika ia masih kecil. Cerita mulai berkembang ketika terdapat seorang murid baru di sekolahnya. Murid baru yang bernama Nishimiya ini merupakan karakter yang memiliki disabilitas, yaitu tunarungu. Hingga suatu hari Ishida dan Nishimiya melakukan percakapan yang menuntun mereka pada hubungan yang tidak baik. Titik ini menjadi awal dimana Ishida melakukan bullying pada gadis tersebut. Mulai dari menuliskan kata kata dipapan tulis, meneriakinya tepat di telingannya, hingga melempar alat bantu dengar gadis tersebut ke tong sampah serta masih banyak lagi.

Karena perbuatan Ishida ini akhirnya mendorong mereka ke dalam masalah baru: Nishimiya yang akhirnya tidak lagi datang ke sekolah. Di saat seperti itu, semuanya berbalik memusuhi Ishida, teman maupun sahabatnya. Ia dijauhi oleh teman-temannya karena perbuatannya sendiri yang dulu ia lakukan pada Nishimiya. Ishida berubah menjadi karakter yang sangat tertutup terhadap orang lain dan menutup diri dari dunia luar. Cerita kemudian berkembang ketika Ishida secara tidak sengaja kembali bertemmu dengan Nishimiya di bangku SMA.

Film tersebut sukses membuat banyak penonton bisa terbawa dalam suasana hati yang dalam. Cerita yang menekankan pada kisah Bullying dipadukan dengan sedikit taburan romansa drama membuat anime ini menjadi semakin intens. Kekurangan dari film ini sendiri adalah banyak dari adegan yang dihilangkan dari manga aslinya walaupun tidak berpengaruh pada inti cerita dan juga musik yang cukup standar. Kelebihan yang terdapat dalam anime ini adalah desain karakter yang masih mempertahankan aslinya seperti pada manga menandakan masih menghargai karya originalnya, serta citra visual yang bagus khas membuat sedap untuk dipandang.

Dalam web www.myanimelist.net sendiri mendapatkan rating 9/10 menjadikan film ini sangat pantas untuk ditonton. Pendapatan dari film ini saja mencapai 2,2 milyar sampai minggu kesebelas. Salah satu penghargaan Film ini adalah Best Animation Of The Year oleh 26th Japan Movie Critic Award. Banyak pesan moral yang dapat kita petik dari film ini salah satunya adalah “Untuk menghargai orang yang berbeda dengan kita. Baik itu perbedaan fisik, keadaan, maupun pandangan.” Serta mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik pada sesama.

 

Teks : M. Luthfi Khairul Umam

Foto: https://www.cinematerial.com/movies/koe-no-katachi-i5323662

Editor: Audita Widya Pinasthika

Redaktur Pelaksana: Ratih Latifah Murniati

lpm opini

Lpm Opini adalah lembaga pers mahasiswa Universitas Diponegoro khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Lpm Opini berdiri sejak 23 April 1985 Isi dari web ini adalah tentang Undip dan Fisip serta Berita seputar Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *