Kampanye Lika-Liku Student Loan: Menjadi Awal Titik Permulaan

Semarang –  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro Undip mengadakan aksi kampanye yang dilakukan pada hari Jumat (13/4) dari pukul 14.00 hingga 15.00 WIB di kawasan Bundaran Undip dengan rangkaian kegiatan berupa pembacaan orasi, pembacaan puisi yang dilakukan oleh pihak BEM Undip sendiri. Pada saat aksi tersebut sedang berlangsung, pembagian brosur mengenai permasalahan student loan juga diberikan kepada mahasiswa yang lalu lalang di daerah bundaran Undip. Kampanye tersebut berjalan lancar walaupun sedikit menyebabkan kendaraan yang berlalu lalang di jalan tersebut terganggu.

Dikutip dari press release yang dikeluarkan BEM Undip, aksi kampanye tersebut bertujuan untuk memberikan pencerdasan mengenai kepada mahasiswa Universitas Diponegoro mengenai student loan. Student loan merupakan pinjaman dana pendidikan yang digunakan untuk membiayai pendidikan, maupun kebutuhan belajar, termasuk kebutuhan hidup selama belajar yang nantinya akan dikembalikan setelah lulus atau memperoleh pekerjaan dalam kurun waktu yang sudah ditentukan. Uiniversitas Diponegoro termasuk ke dalam 25 perguruan tinggi negeri yang turut hadir dalam Launching Kredit Pendidikan Bank BTN yang diresmikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Moh. Nasir.

Menurut Faiq Aldiansyah dari pihak BEM Undip, mengatakan bahwa kampanye yang dilakukan juga merupakan pemberian informasi mengenai student loan.

“Kita (BEM Undip) mengedukasi negara mana aja yang gagal dan berhasil menerapkan student loan, alasan Presiden Jokowi menerapkan (student loan), dasar hukum pendidikan, dampak positif dan negatif (student loan).” jelas Faiq.

Aksi kampanye tersebut dilakukan oleh BEM Undip sendiri, namun ketika diskusi dengan pembahasan isu student loan yang dilakukan sehari sebelumnya di pelataran Student Center, BEM Undip turut mengundang berbagai BEM tingkat fakultas dan juga mahasiswa lainnya untuk membahas lebih lanjut mengenai isu tersebut dan juga teknis lapangan ketika aksi kampanye dilakukan. Faiq menambahkan bahwa kampanye kemarin menjadi awal titik permulaan pembentukan opini publik dimana akan diadakan diskusi akbar mengenai isu tersebut.

Menurut Ikbal Herdiansyah, salah satu mahasiswa yang melihat kampanye yang dilakukan oleh BEM Undip tersebut berpendapat bahwa harus lebih ditingkatkan lagi tentang kampanye isu tersebut dan juga isu-isu lainnya yang berkembang di Indonesia.

“Aksi kampanye yang dilakukan oleh BEM Undip kurang menarik perhatian mahasiswa umum menurut saya. Mungkin kedepannya BEM Undip pada saat melakukan aksi kampanye seperti ini perlu untuk melakukan jarkoman mengundang dan bekerja sama dengan pihak BEM fakultas agar massa yang datang untuk melakukan aksi tersebut lebih banyak sehingga dapat mengundang ketertarikan mahasiswa yang lain untuk lebih aware terhadap isu ini.” jelas Ikbal.

 

Teks & Foto: Finky Ariandi

Editor: Audita Widya Piansthika

Redaktur Pelaksana: Ratih Latifah Murniati

lpm opini

Lpm Opini adalah lembaga pers mahasiswa Universitas Diponegoro khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Lpm Opini berdiri sejak 23 April 1985 Isi dari web ini adalah tentang Undip dan Fisip serta Berita seputar Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *