BK MWA Undip UM Ingin Segera Selesaikan Masalah SP-1 dengan SM Undip

Semarang – Senat Mahasiswa (SM) Undip telah mengeluarkan Surat Peringatan Pertama (SP-1) kepada BK MWA Undip UM yang telah dianggap melakukan pelanggaran Pedoman Pokok Organisasi (PPO) 2017 Pasal 16 Ayat (1) Huruf a, sehingga Senat Mahasiswa Universitas Diponegoro 2018 memberikan SP-1 dengan Nomor Surat 024/SP/SM UNDIP/III/2018 kepada BK MWA Undip 2018. Sampai tulisan ini diterbitkan, Tim LPM OPINI telah menghubungi pihak SM Undip namun dikarenakan belum adanya balasan, Tim kami belum berhasil mewawancarai pihak SM Undip terkait SP-1 yang telah diterbitkan.

Fatih selaku Sekretaris Jenderal BK MWA Undip UM akan melakukan pembahasan mengenai permasalahan dikeluarkannya surat peringatan tersebut dengan SM Undip sendiri.

“Pasti yang akan kita bicarakan adalah masalah SP-1 ini terkesan dadakan gitu kan. Terus juga belum adanya koordinasi dengan BK (MWA Undip UM) itu sendiri terkait masalah SP-1 ini gitu kan, tiba-tiba kami (BK MWA Undip UM) dapat surat peringatan ini gitu aja. Terus yang kedua adalah terkait masalah hak-hak apa yang kami dapat karena gini ya, karena BK ini (MWA Undip UM) sudah termasuk ke dalam organisasi (mahasiswa) gitu kan, dan mereka (SM Undip) pun punya kewajiban mengawasi kita (BK MWA Undip UM) dan kita pun berkewajiban juga untuk memberikan laporan LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) ke mereka, kami pun ingin meminta hak apa yang akan mereka berikan kepada kami selaku organisasi seperti itu, jadi menuntut hak-hak kami yang jelas seperti apa dan bagaimana” kata Fatih saat ditemui pada hari Kamis, (20/4) di Student Centre Undip.

SM Undip sudah memberikan kabar kepada BK MWA Undip UM untuk melakukan pertemuan terkait pembahasan surat peringatan tersebut. Rencana pertemuan pertama dibatalkan SM Undip. Lalu pada pertemuan kedua sudah mengajak kembali untuk pembahasan mengenai permasalahan yang sama, namun sayangnya pihak pimpinan SM Undip belum bisa hadir. Pada pertemuan kedua yang lalu, kegiatan ini hanya dihadiri oleh staf-staf SM Undip. Fatih pun berharap bahwa permasalahan terkait surat peringatan tersebut harus segera diselesaikan.

“Kalau harapan dari kami gitu kan, karena memang kita ini adalah ormawa yang berjalan atas landasan kekeluargaan gitu kan, yang kami harapkan adalah ketika ada perselisihan seperti ini, itu diharapkan bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan, tanpa harus adanya sindir sana sindir sini seperti itu ya. Terus yang kedua itu adalah, karena memang SM Undip disini selaku lembaga legislatif yang berhak atau berkewenangan untuk mengawasi ormawa di dalamnya, hmm ormawa di tingkat universitas gitu kan, sudah selayaknya ketika mereka memberikan peringatan atau memberikan suatu kebijakan atau memberikan suatu ketegasan atas langkah yang mereka berikan, itu seyogyanya dan seharusnya itu dipertanggungjawabkan agar kedepannya tidak terjadi (kejadian) seperti ini, dan memang ketika ada kejadian seperti ini, itu harus segera diselesaikan gitu kan. Ya karena semenjak dikeluarkannya SP-1 tersebut sampai sekarang belum ada penjelasan dari mereka akan mengundang kita (BK MWA Undip UM) lagi atau tidak,” ujar Fatih.

Fatih menambahkan, di sisi lain pun BK MWA Undip UM yang memasuki umur ke-3 tahun, dengan adanya SP-1 ini justru merugikan dari pihak mereka sendiri karena BK MWA Undip UM selaku lembaga baru, sedang gencar-gencarnya membangun citra positif ke mahasiswa Undip dan juga BK MWA Undip UM pun harus membangun branding agar lebih dikenal. Namun ketika dikeluarkannya SP-1 ini, justru malah membangun citra buruk BK MWA Undip UM, seakan-akan BK itu yang dikenal bukan prestasinya, melainkan masalah SP-1-nya.

 

Teks : Finky Ariandi

Foto: SM Undip

Editor: Regina Iswara Pramusita

Redaktur Pelaksana: Ratih Latifah Murniati

lpm opini

Lpm Opini adalah lembaga pers mahasiswa Universitas Diponegoro khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Lpm Opini berdiri sejak 23 April 1985 Isi dari web ini adalah tentang Undip dan Fisip serta Berita seputar Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *