Fatih: SP-1 Tersebut Sifatnya adalah Batal demi Hukum

Semarang- Senat Mahasiswa (SM) Undip mengeluarkan Surat Peringatan Pertama (SP-1) kepada BK MWA Undip UM pada Selasa (20/3). SM Undip memberikan SP-1 dengan nomor surat 024/SP/SM UNDIP/III/2018 kepada Sekretaris Jenderal BK MWA Undip UM. SM Undip menyebutkan adanya pelanggaran terhadap Pedoman Pokok Organisasi (PPO) 2017 pasal 16 ayat (1) huruf a.

Bunyi dari pasal tersebut yaitu, “Persyaratan umum untuk terpilih sebagai Pengurus Inti BK-MWA Undip UM: a. berstatus sebagai mahasiswa aktif Undip yang telah menyelesaikan minimal semester 3 dan maksimal semester 5, dengan menunjukan KTM, KRS, dan KHS terakhir”. Sedangkan secara faktual, BPH MWA sendiri terdiri dari mahasiswa angkatan 2016, 2015, 2014. Hal itulah yang dipermasalahkan oleh pihak SM Undip.

Fatih Misbahudin Islam selaku Sekretaris Jenderal BK MWA Undip UM menuturkan bahwa PPO tersebut belum disahkan oleh Muswa tahun lalu, dimana tahun lalu hanya mengesahkan terkait keberadaan BK MWA Undip UM dalam student government tingkat universitas.

“Sebetulnya PPO itu kan belum disahkan oleh teman-teman Muswa yang tahun lalu, yang tahun lalu itu cuma mengesahkan terkait keberadaaan BK (MWA Undip UM) dalam student government tingkat universitas. Tapi masalah isinya kayak misalkan BK (MWA Undip UM) itu apa, diisi oleh departemen atau bidang apa saja gitu kan, terus batasan umurnya berapa saja itu belum disahin gitu. Nah itu yang kami (MWA Undip UM) permasalahkan gitu. Jadi sebetulnya SP-1 yang dikasih SM Undip ke BK (MWA Undip UM) itu sifatnya adalah batal demi hukum gitu kan, karena dari segi hukum itu sendiri PPO belum disahin secara keseluruhan, baru adanya pengesahan terkait keberadaan BK (MWA Undip UM).” jelas Fatih saat ditemui di Student Centre (SC) Undip pada hari Kamis (20/4) lalu.

Sebelumnya ketika Raker Eksternal, SM Undip sudah menegur terkait batasan umur maupun fungsio BK MWA Undip UM. Fatih mengakui bahwa batasan umur dan semester fungsio merupakan kesalahan dari BK MWA Undip UM sendiri. Fatih menambahkan, ketika SP-1 itu diberikan oleh SM Undip kepada BK MWA Undip UM, tidak ada perbincangan sama sekali dan tiba-tiba dikenakan SP-1 tersebut. Ketika Rapat Kerja Eksternal diselenggarakan, SM Undip memberitahukan kesalahan yang dilakukan BK MWA Undip UM dan setelah pemberitahuan tersebut tidak ada pembahasan akan diberikan SP-1 tersebut.

Sudah ada rencana untuk mengadakan dua kali pertemuan dengan pihak SM Undip dan Komisi 4 SM Undip terkait surat peringatan tersebut. Namun sayangnya, ketika akan dilakukan pembicaraan mengenai hal tersebut, terjadi penundaan dari pihak SM Undip. Pada pertemuan pertama, SM Undip membatalkan pertemuan yang akan dilakukan. Di pertemuan kedua, SM Undip telah mengundang pihak BK MWA Undip UM, namun Pimpinan SM Undip dan pimpinan Komisi 4 SM Undip berhalangan hadir, hanya staf SM Undip yang menghadiri pertemuan tersebut. Hal ini menyebabkan belum adanya pembahasan langsung antara SM Undip dan BK MWA Undip UM. Terdapat beberapa pembahasan yang akan dibahas oleh BK MWA Undip UM kepada SM Undip ketika pertemuan dilaksanakan.

Sampai tulisan ini diterbitkan, tim LPM OPINI telah menghubungi pihak SM Undip namun dikarenakan belum adanya balasan, tim kami belum berhasil mewawancarai pihak SM Undip terkait SP-1 yang telah diterbitkan.

 

Teks : Muhammad Luthfi Khairul Umam

Foto: SM Undip

Editor: Regina Iswara Pramusita

Redaktur Pelaksana: Ratih Latifah Murniati

lpm opini

Lpm Opini adalah lembaga pers mahasiswa Universitas Diponegoro khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Lpm Opini berdiri sejak 23 April 1985 Isi dari web ini adalah tentang Undip dan Fisip serta Berita seputar Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *