Ratusan Orang Ikuti Aksi Pesan Damai Masyarakat Kota Semarang

Aksi teror dan bom bunuh diri yang  menimpa Kota Pahlawan,  tepatnya di tiga gereja pada Minggu (13/5) pagi menyisakan duka mendalam bagi seluruh bangsa Indonesia, tidak terkecuali bagi kota Semarang. Minggu malam,  berlokasi di Tugu Muda Semarang, Persaudaraan Lintas Agama dan dipimpin oleh berbagai Tokoh Pemangku Agama menginisiasi aksi pesan damai Masyarakat Semarang. Menurut penuturan          Iqbal, Koordinator aksi yang tergabun dlam Pelita dan Gusdurian Semarang , tak kurang dari dua ratus massa bergabung, meskipun penyebaran pamflet hanya melalui media online, namun Ia percaya rasa simpati yang akhirnya menggerakkan masyarakat Semarang untuk turut hadir. “Kita hanya menyebar pamflet, entah itu karena e… hati terdalam warga semarang melihat saudara-saudaranya di Surabaya terkena musibah , dan itu hati-hati merekalah yang (menggerakkan) datang ke sini,” ujarnya mantap.

Rangkaian acara yang dibuka dengan lantunan Indonesia raya, semakin menguatkan niat untuk kembali meneguhkan semangat kebhinekaan lewat aksi solidaritas dan orasi dari berbagai tokoh masyarakat dan komunitas, seperti Pelita, Gusdurian Semarang, LBH Semarang, eLSA Semarang EIN Institut, Komisi HAK-KAS, Fornas Bhinek Jateng, API, JAGI, Perguruan Trijaya, Ganaspati, Magabudhi Semarang, Forum Perantara, STT Abdiel, Mafindo, IKS, Sanggar Gedong Songo, Permahi Semarang, GMKI, dll.

Adapun sikap dan tuntutan dari aksi solidaritas yang bertajuk Pesan Damai Mayarakat Kota Semarang adalah sebagai berikut

  1. Mengutuk aksi terorisme yang nyata-nyata bukanlah perjuangan agama.
  2. Bersimpati kepada seluruh korban dan keluarga yang menjadi korban.
  3. Sebagai bagian dari warga Negara Kesatuan Republik Indonesia, kami menyatakan tidak takut terhadap tindakan terorisme.
  4. Kami juga menyerukan kepada seluruh warga masyarakat agar bahu-membahu, bergandengan tangan agar senantiasa, memperkokoh jalinan kebersamaan di antara kita.
  5. Mendukung terus kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas pelaku dan seluruh aktivitas terorisme serta jaringan-jaringannya di Indonesia.
  6. Karena tindakan terorisme tidak hanya ada dalam ruang yang manifes, tetapi juga di ruang virtual, maka konten-konten penyebar kebencian juga perlu diwaspadai.
  7. Menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat Semarang dan Jawa Tengah untuk tidak terpancing provokasi dalam bentuk apapun, agar kondusivitas tetap terjaga di wilayah kita tercinta.

Nyanyian-nyayian kebangsaan menyelingi orasi dan musikalisasi puisi, hingga aksi ditutup dengan doa panjang penuh pengharapan akan pengampunan dan kerukunan.

Foto dan teks oleh : Dian Rahma Fika Alnina

lpm opini

Lpm Opini adalah lembaga pers mahasiswa Universitas Diponegoro khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Lpm Opini berdiri sejak 23 April 1985 Isi dari web ini adalah tentang Undip dan Fisip serta Berita seputar Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *