Youth Empowerment, Cara Menarik Ajak Pemuda Membangkan Potensi dan Kontribusi

Pengembangkan bakat, potensi, dan kontribusi terkait lingkungan, kesehatan, pendidikan hingga kewirausahaan untuk mahasiswa merupakan kegiatan yang bermanfaat. Dikemas dalam bentuk festival kebudayaan, acara bertema Youth Empowerment ini diselenggarakan oleh Summer Project AIESEC di Universitas Diponegoro (Undip) 2018, bertempat di SMA Theresiana, Semarang.

Festival yang diadakan pada hari Minggu (5/8) ini merupakan acara puncak dari empat proyek sosial AIESEC Undip, yaitu: proyek lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan kewirausahaan. Selain mengembangkan potensi dan kesadaran lingkungan, acara ini juga dijadikan sebagai ajang berkumpulnya para pemuda dari seluruh dunia untuk saling mengenal satu sama lain. Hal ini tentunya menjadi sesuatu yang menarik bagi mereka yang ingin mengetahui banyak hal dari berbagai penjuru dunia.

“Festival adalah salah satu cara yang bisa menarik pemuda, karena kebanyakan pemuda kalau diajak kaya seminar, atau talkshow gitu, mereka kurang tertarik. Tapi, kalau festival, dan kita bisa nyampein makna-makna yang ingin disampaikan, ya, kenapa enggak,” tutur Agil, selaku ketua acara yang ditemui di lapangan SMA Theresiana, Semarang pada saat acara berlangsung.

“Terus, festival juga, kan, pembawaannya lebih santai, lebih fun, dan lebih menarik buat anak muda agar ikut (mengembangkan potensi dan kontribusinya), gitu,” imbuh Francis, salah satu panitia penyelenggara acara.

Menurut penuturan penyelenggara, festival ini merupakan acara terbesar di AIESEC Undip dan baru pertama kali diadakan. Meski baru pertama kali, acara bertajuk Youthopia ini mampu menarik perhatian anak muda Semarang untuk ikut bergabung memeriahkan.

Acara diisi dengan penampilan-penampilan, mulai dari anak usia Sekolah Dasar hingga mahasiswa luar negri pun turut hadir mengisi acara. Selain penampilan seru yang sayang dilewatkan, ada banyak makanan yang bisa dibeli untuk menemani pengunjung menikmati acara.

“Kami berharap, anak-anak muda Indonesia, terutama di Semarang, lebih bisa mengembangkan potensi mereka serta lebih sadar dengan lingkungan sekitar, sehingga mereka bisa berpartisipasi dalam kehidupan sosial masyarakat.” tutup Francis.

Oleh : Ikhsanny N. Ishlah

lpm opini

Lpm Opini adalah lembaga pers mahasiswa Universitas Diponegoro khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Lpm Opini berdiri sejak 23 April 1985 Isi dari web ini adalah tentang Undip dan Fisip serta Berita seputar Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *