<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>OPINI ONLINE &#187; Hiburan</title>
	<atom:link href="http://www.majalahopini.com/category/entertainment/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.majalahopini.com</link>
	<description>Go Online Journalism</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 16:55:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>Wisata Malam di Taman Lampion Monjali</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2011/12/29/wisata-malam-di-taman-lampion-monjali/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2011/12/29/wisata-malam-di-taman-lampion-monjali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 17:46:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1216</guid>
		<description><![CDATA[Pernah menyaksikan festival lampion di Beijing, Cina beberapa bulan lalu ? Jika belum sempat menyaksikan festival lampion di Beijing jangan khawatir karena kalian tidak perlu jauh-jauh datang ke Cina untuk menyaksikan festival lampion, cukup datang ke Yogyakarta tepatnya di area Monumen Jogja Kembali atau yang biasa disebut MONJALI. Taman lampion monjali ini resmi dibuka pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah menyaksikan festival lampion di Beijing, Cina beberapa bulan lalu ? Jika belum sempat menyaksikan festival lampion di Beijing jangan khawatir karena kalian tidak perlu jauh-jauh datang ke Cina untuk menyaksikan festival lampion, cukup datang ke Yogyakarta tepatnya di area Monumen Jogja Kembali atau yang biasa disebut MONJALI.</p>
<p>Taman lampion monjali ini resmi dibuka pada tanggal 17 Desember 2011 lalu. Taman lampion ini dibuat dalam rangka memberikan daya tarik tersendiri bagi area monjali yang selama ini hanya dikenal sebagai area museum tempat penyimpanan barang-barang bersejarah. Sesuai dengan namanya di taman ini terdapat ratusan lampion berwarna-warni yang ditata sedemikian rupa dalam bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Bentuk lampion yang paling menarik perhatian pengunjung antara lain adalah lampion berbentuk tugu Yogyakarta dalam ukuran yang besar di letakan di depan pintu masuk taman lampion monjali dan replika keajaiban dunia.  Selain itu di dalam taman tersebut juga disediakan beberapa wahana bermain seperti ATV, safari train, rumah balon, fun bike, dan yang menarik adalah wahana becak mini.</p>
<p>Di taman lampion monjali ini juga ditampilkan beberapa atraksi menarik, hanya dengan membayar Rp 10.000,00 sampai Rp.20.000,00 kita sudah dapat menyaksikan atraksi-atraksi tersebut. Taman lampion monjali juga menyediakan area kuliner di lantai 1 dan lantai dasar monjali dengan harga yang relatif murah. Harga tiket untuk masuk ke area taman lampion monjali ini relatif murah yaitu Rp 10.000,00 untuk hari biasa dan Rp 15.000,00 untuk hari libur. Taman lampion monjali ini buka mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB.</p>
<p>Taman lampion monjali dapat menjadi alternatif wisata malam anda dengan teman atau keluarga jika berkunjung ke Yogyakarta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="right">Teks : Asri Mentari</p>
<p align="right">Foto : Asri Mentari</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2011/12/29/wisata-malam-di-taman-lampion-monjali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Super Junior Dalam Super Show III Singapura</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2011/02/10/super-junior-dalam-super-show-iii-singapura/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2011/02/10/super-junior-dalam-super-show-iii-singapura/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 10:49:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[super junior]]></category>
		<category><![CDATA[Super show 3]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=768</guid>
		<description><![CDATA[The largest boyband in the world, Super Junior, sekali lagi berhasil menyedot perhatian fans mereka di seluruh dunia dengan menggelar konser bertajuk The Third Asia Tour – Super Show III. Setelah sebelumnya para anggota Super Junior menginjakkan kaki mereka di Bangkok, kini giliran Singapore mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan konser yang telah ditungu–tunggu ini. Konser yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; font: 12.0px 'Times New Roman';"><em><a rel="attachment wp-att-767" href="http://www.majalahopini.com/2011/02/10/super-junior-dalam-super-show-iii-singapura/dsc08586/"><img class="alignleft size-medium wp-image-767" title="DSC08586" src="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/DSC08586-300x225.jpg" alt="DSC08586" width="300" height="225" /></a>The largest boyband in the world</em>, Super Junior, sekali lagi berhasil menyedot perhatian fans mereka di seluruh dunia dengan menggelar konser bertajuk The Third Asia Tour – Super Show III. Setelah sebelumnya para anggota Super Junior menginjakkan kaki mereka di Bangkok, kini giliran Singapore mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan konser yang telah ditungu–tunggu ini. Konser yang diadakan di arena Singapore Indoor Stadium (SIS) ini diselenggarakan selama dua hari berturut–turut mulai tanggal 29 Januari hingga 30 Januari 2011.</p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; font: 12.0px 'Times New Roman';">Cuaca di Singapore yang saat itu cukup buruk dan terus turun hujan tidak menyurutkan semangat para fans untuk terus mengantri dari pagi hingga pintu stadion dibuka. Buktinya 20.000 fans dari seluruh penjuru Asia telah berkumpul di depan stadion dengan peralatan tempurnya masing–masing. Mulai dari lightstick, banner, LED board, hingga fans yang berpakaian seperti salah satu anggota Super Junior idolanya.</p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; font: 12.0px 'Times New Roman';">Pada hari pertama, konser dimulai pukul 19.00 waktu setempat. Namun bukanlah pemandangan yang mengherankan apabila melihat para fans telah mengantri sejak semalam di luar gedung stadion. Kebanyakan dari mereka adalah fans yang mendapatkan tiket di area moshpitt (<em>standing</em>). Tiket konser dibagi menjadi empat, <em>balcony</em>, <em>terrace</em>, <em>arena</em>, dan <em>mosh pitt</em> sendiri.</p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; font: 12.0px 'Times New Roman';">Pada pukul 18.30 waktu Singapore pintu stadion mulai dibuka. Fans yang sudah menanti pun mulai berjubelan untuk masuk. Pertama kali masuk, fans telah disambut dengan layar besar di arena panggung bertuliskan Super Show 3 Singapore. Barulah pada pukul 19.10 lampu di dalam stadion mulai dimatikan. Bergantilah sinar–sinar biru yang menyala dari lightstick para fans. Akhirnya, boyband yang sedari tadi telah ditunggu muncul dengan menakjubkan. Dengan iringan lagu ‘Sorry, Sorry – Remix Version’, Donghae, salah satu anggota Super Junior muncul dari bawah panggung dengan bantuan hang slide yang dikaitkan dengan tubuhnya. Kemudian satu per satu anggota Super Junior mulai muncul bergantian. Leeteuk, Heechul, Yesung, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Siwon, Ryeowook, Kyuhyun, dan Donghae siap memberikan service terbaik bagi para fans nya.</p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; font: 12.0px 'Times New Roman';">Selain lagu wajib seperti Sorry, Sorry, No Other, Don’t Don, U, dan Bonamana, mereka juga menunjukkan kemampuan mereka bernyanyi solo. Seperti misalnya Yesung yang berhasil memukau seluruh isi stadion dengan membawakan lagu hits nya, It Has to be You. Para anggota Super Junior pun terlihat sangat menikmati konser dengan terus berlarian di atas panggung dan tak lelah berinteraksi dengan fans–fans setianya. Kemeriahan Super Show III tidak hanya sampai di situ, kemunculan Zhou Mi dan Henry yang notabene merupakan anggota sub–group, Super Junior, yaitu Super Junior M dan Jungmo (anggota band TRAX) sebagai <em>guest </em>membuat penonton merasa tidak sia–sia mengeluarkan kocek yang cukup dalam untuk dapat menyaksikan konser akbar ini. Apalagi, seperti Super Show–Super Show sebelumnya, Super Show kali ini juga menyajikan teknik efek yang luar biasa. Dari <em>holographic screen</em>, <em>laser beams</em>, dan atraksi panggung menarik lainnya yang dapat menarik perhatian penonton.</p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; font: 12.0px 'Times New Roman';">Konser yang berlangsung selama tiga jam ini akhirnya harus berakhir juga. Para member mengucapkan terima kasih dan berharap dapat bertemu lagi dengan fans mereka yang berada di Singapore dan seluruh penjuru Asia. Super Show III telah sukses menggebrak Singapore. Para fans pun tidak pulang dengan tangan hampa. Memori malam itu akan melekat selamanya di hati mereka. Belum sempat menonton? Bulan Maret ini giliran Malaysia!</p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; font: 12.0px 'Times New Roman'; min-height: 15.0px;">
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px 'Times New Roman'; min-height: 15.0px;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2011/02/10/super-junior-dalam-super-show-iii-singapura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Archoustic 2010 Swingin Soul</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2010/11/29/archoustic-2010-swingin-soul/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2010/11/29/archoustic-2010-swingin-soul/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 23:54:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=681</guid>
		<description><![CDATA[Pada jumat tanggal 26 november kemarin, anak-anak dari Fakultas Arsitek kembali menggelar archoustic yang bertemakan Swingin Soul dengan membawa The Trees and The Wild dan dedengkot Tweepop Bandung yakni Mocca. Sekitar pukul setengah sembilan The Trees and The Wild tampil membawakan tujuh lagu yang berasal dari album mereka yang berjudul Rasuk. Nomor-nomor seperti “malino” ”vendure” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="font: normal normal normal 12px/normal 'Times New Roman'; text-align: justify; margin: 0px;"><span style="white-space: pre;"><a rel="attachment wp-att-683" href="http://www.majalahopini.com/2010/11/29/archoustic-2010-swingin-soul/n-1/"><img class="alignleft size-medium wp-image-683" title="n-1" src="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/n-1-300x225.jpg" alt="n-1" width="300" height="225" /></a> </span>Pada jumat tanggal 26 november kemarin, anak-anak dari Fakultas Arsitek kembali menggelar archoustic yang bertemakan Swingin Soul dengan membawa The Trees and The Wild dan dedengkot Tweepop Bandung yakni Mocca.<span id="more-681"></span></p>
<p style="font: normal normal normal 12px/normal 'Times New Roman'; text-align: justify; margin: 0px;"><span style="white-space: pre;"> </span>Sekitar pukul setengah sembilan The Trees and The Wild tampil membawakan tujuh lagu yang berasal dari album mereka yang berjudul Rasuk. Nomor-nomor seperti “malino” ”vendure” dan “Derau dan Kesalahan” dibawakan didepan ratusan orang yang sudah menanti penampilan mereka yang kedua di kota ini. Sebuah set yang cukup megah berhasil membuat Iga Massardi untuk menaiki sound system dan melompat diakhir lagu derau dan kesalahan. Dan satu lagi yang menjadi magnet malam itu adalah Charita Utamy backing vokal yang seolah sedang menyindenkan nada-nada dialbum Rasuk.</p>
<p style="font: normal normal normal 12px/normal 'Times New Roman'; text-align: justify; margin: 0px;"><span style="white-space: pre;"> </span>Mocca pun tampil sekitar pukul sepulu,membawakan beberapa lagu dari album “colours” dan beberapa single lama seperti “secret admirer” “me and my boyfriend” dan “only one”. Malam itu meskipun Arina Ephipania sang vokalis yang terlhat sedang tidak enak badan,terlihat dari ketika memasuki venue harus dipapah, tetap memberikan senyum manisnya kehadapan penonton dengan sesekali memberikan microphone kepada penonton untuk bernyanyi bersama.</p>
<p style="font: normal normal normal 12px/normal 'Times New Roman'; text-align: justify; margin: 0px;"><span style="white-space: pre;"> </span>Penampilan Mocca malam itu ditutup dengan “lucky me”. Penonton tampak tersenyum puas dengan Archoustic tahun ini. Tanpa peduli keringat yang keluar akibat panasnya audotorium Imam Bardjo.</p>
<div><span style="font-family: 'Times New Roman', 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: small;"><span style="line-height: normal;"><br />
</span></span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2010/11/29/archoustic-2010-swingin-soul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemindahan Ibu Kota? Perlukah?</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2010/07/30/pemindahan-ibu-kota-perlukah/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2010/07/30/pemindahan-ibu-kota-perlukah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 15:19:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=516</guid>
		<description><![CDATA[“Gila,Gua muak banget sama rutinitas gua,bangun pagi berangkat kena macet sampe kantor ketemu bos yang banyak maunya bikin gua tertekan,nyampe rumah capek besoknya kaya gitu lagi”. Penggalan kalimat diatas bukanlah sebuah kalimat biasa. Kalimat ini ada pada lirik lagu Seringai yang berjudul Membakar Jakarta. Sebuah kalimat yang sudah pasti ada dalam diri setiap masyarakat Ibu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="font: normal normal normal 12px/normal 'Times New Roman'; text-align: justify; margin: 0px;"><em><span style="white-space: pre;"> <a href="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/2009128Macet-Jakarta.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-575" title="2009128Macet Jakarta" src="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/2009128Macet-Jakarta.jpg" alt="2009128Macet Jakarta" width="448" height="298" /></a><br />
</span></em></p>
<p>“Gila,Gua muak banget sama rutinitas gua,bangun pagi berangkat kena macet sampe kantor ketemu bos yang banyak maunya bikin gua tertekan,nyampe rumah capek besoknya kaya gitu lagi”. Penggalan kalimat diatas bukanlah sebuah kalimat biasa. Kalimat ini ada pada lirik lagu Seringai yang berjudul Membakar Jakarta. Sebuah kalimat yang sudah pasti ada dalam diri setiap masyarakat Ibu Kota Kita tercinta ini Kota Jakarta.<span id="more-516"></span></p>
<p>Bayangkan dengan rutinitas bangun jam setengah lima pagi. Berangkat setengah enam. Bahkan jam lima bagi yang rumahnya di Bekasi,Citeureup,Bogor dan terkena macet sehingga harus sampai kantor jam sembilan pagi. Setelah itu tekanan pekerjaan,target perusahaan,kepuasan klien. Dan pulang kantor jam lima petang. Langsung sampe rumah? Enak saja. Para pekerja ini harus menempuh kemacetan yang bisa sampai tiga jam. Sehingga bukan tidak mungkin baru sampai rumah jam sembilan malam. Segera istirahat? Mungkin tidak, bagi yang sudah berkeluarga harus mendengar keluh-kesah anggota keluarga yang lainnya atau mungkin mendengarkan tuntutan-tuntutan dari anak,istri,mungkin orangtua. Baru tidur jam sebelas dan esoknya kembali seperti siklus yang dijelaskan tadi.</p>
<p>Kasihan? Ya memang seperti itu apa yang ada di ibukota kita tercinta. Siapa yang disalahkan? Mungkin semua salah.</p>
<p>Apa solusinya? Batasi kendaraan? Angkutan umum diperbanyak dan harus memadai? Kurangi kendaraan roda dua? Perluasan jalan? Ganti Gubernur? Pindahkan Ibu Kota??</p>
<p>Pindahkan Ibu Kota? Hmmmm.. sebuah wacana yang sudah ada dipikiran Bapak Bangsa kita Bung Karno semenjak tahun 1950an yang lalu. Bisa dibilang Bung Karno sudah mampu memperkirakan apa yang akan terjadi 60 tahun kemudian. Jakarta sudah tidak layak dijadikan Ibu Kota.</p>
<p>Pusat pemerintahan?iya,Pusat perekonomian?iya,Pusat pekerjaan?iya,Pusat industri entertainment?iya,Pusat segala kemacetan?Tentu saja!!. sudah banyak sekali masalah di kota Jakarta. Kemacetan,lapangan pekerjaan,sarana transportasi,banjir,masalah padatnya penduduk,dan mungkin ancaman bencana alam.</p>
<p>Memang mungkin sudah saatnya ide Bung Karno itu direalisasikan. Tapi kemana? Kota mana yang akan menjadi Ibu Kota kita? Yang jelas dimanapun kota itu tidak di Pulau Jawa tepatnya.</p>
<p>Pemindahan Ibu Kota banyak tertuju kepada Kota Palangkaraya. Kota di Kalimantan Tengah ini dirasa Ideal sebagai Ibu Kota yang baru. Karena letaknya yang berada ditengah Negara ini. Di condong ke Barat dan Timur. Sehingga dirasakan tidak ada lagi kecemburuan dari daerah lain. Serta bila dilihat dari letaknya Palangkaraya bebas dari ancaman Gema bumi karena tidak berada dalam kawasan lingkaran Pasifik atau ring of fire. Dan Palangkaraya sangat luas,luasnya mencapai 2.678,51 km persegi. Sedangkan Jakarta hanya 661,52 km persegi. Dengan pemindahan ini bisa dijadikan pertumbuhan yang merata di penjuru daerah. Pembangunan tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.</p>
<p>Pemindahan tentu saja memerlukan biaya yang sangat besar. Bisa mencapai ratusan triliun dan waktu yang tidak sebentar untuk menjadikan Palangkaraya benar-benar ibu kota. Perlu pembangunan dan pemukiman bagi para pegawai pemerintahan.</p>
<p>Apakah hanya ini solusi terakhir untuk mengatasi masalah ibu kota?apakah seluruh pemerintahan pindah ke Palangkaraya? Sebenarnya ada solusi lain yakni penyebaran pemerintahan di seluruh daerah. Misal, Kantor Presiden dan Wakil di Palangkaraya, Menteri perekonomian beserta keuangan,perdagangan berada di Batam atau Jakarta. Menteri Hukum dan Ham di Makassar, Menteri pariwisata di Bali, Menteri Agama di Solo. Menteri sosial di Papua. Dll. Hal ini dirasa efektif untuk lebih membangun daerah-daerah yang lain. Tidak hanya menempatkan semuanya di satu kota.</p>
<p>Isu yang ramai jelas jadi perhatiannya banyak masyarakat. Dan jangan sampai wacana ini hanya hangat-hangat tai ayam. Hanya rame diawal dan hilang kemudian seperti kasus yang sudah-sudah.</p>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Times New Roman', 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: small;"><span style="line-height: normal;"></p>
<p></span></span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2010/07/30/pemindahan-ibu-kota-perlukah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Methamorphoedsa Sastra Inggris Yang Penuh Kesan</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2010/05/31/430/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2010/05/31/430/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 12:52:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[Malam itu Semarang diguyur hujan dan baru saja melalui sebuah long weekend yang dihabiskan oleh sebagian orang untuk berlibur. Sementara di gerbang Undip Pleburan terlihat sepi dan jauh dari keramaian. Namun,dari kejauhan sayup-sayup terdengar hentakan irama musik reggae dari dalam Auditorium. Sebuah band beraliran reggae yakni Rastaline sedang menghibur penonton yang hadir di dalam acara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<div id="attachment_431" class="wp-caption alignnone" style="width: 355px"><img class="size-full wp-image-431" title="IMG00633-20100530-2130" src="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/IMG00633-20100530-2130.jpg" alt="IMG00633-20100530-2130" width="345" height="293" /><p class="wp-caption-text">The Trees and The Wild Sedikit bicara namun penuh makna</p></div>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;">Malam itu Semarang diguyur hujan dan baru saja melalui sebuah long weekend yang dihabiskan oleh sebagian orang untuk berlibur. Sementara di gerbang Undip Pleburan terlihat sepi dan jauh dari keramaian. Namun,dari kejauhan sayup-sayup terdengar <span id="more-430"></span>hentakan irama musik reggae dari dalam Auditorium. Sebuah band beraliran reggae yakni Rastaline sedang menghibur penonton yang hadir di dalam acara Methamorphoedsa yang diselenggarakan oleh anak-anak Sastra Inggris Undip pada minggu malam lalu.</p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;">
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;">Suasana yang sepi membuat para penonton lebih akrab dan mudah untuk bertegur sapa dengan kerabat-kerabat sembari mendengarkan irama dan performa dari Lipstik Lipsing. Sehabis penampilan Lipstik Lipsing penonton langsung dimanja dengan penampilan dari Ok Karaoke yang tampil dengan penuh semangat serta kampanye-kampanye tentang lingkungan. Garna sang gitaris mengkampanyekan perlunya jalur khusus sepeda di Semarang.</p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;">Penonton mulai maju ketika The Trees and The Wild bersiap-siap. Penampilan mereka dimulai dengan alunan intro yang cukup menyeramkan. Penonton pun mulai berteriak ketika masing-masing anggota naik ke atas panggung. Meskipun ini penampilan mereka yang pertama kali di Semarang mereka mampu membuat orang berdecak kagum. Unsur petikan gitar akustik yang indah dipadu dengan dentuman drum dan perkusi serta suara indah dari vokalisnya. Single andalan mereka seperti Derau dan Kesalahan,Verdure serta Fight for the future berhasil membuat penonton terpukau. Penampilan The Trees and The Wild malam itu seperti menyaksikan perpaduan antara Kings Of Convenience dan Mew. Sebuah penampilan yang sangat mewah dari mereka.</p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;">
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;">Monkey To Millionaire pun didaulat untuk menutup acara ini. Band yang banyak jadi bahan perbincangan karena liriknya yang penuh unsur politis yang baru pertama kali tampil di Semarang ini berhasil membuat penonton memadati panggung. Dibuka dengan Rules and Policy disusul dengan Satu Nama, The Vow,30 Nanti. Monkey To Millionaire tampil dengan memukau meskipun suara vokal terkadang tidak terdengar namun sama sekali bukan penghalang untuk bernyanyi bersama ketika Strange is The Songs in Our Conversation dibawakan. Sebagai penutup Monkey to Millionaire mengajak penonton utuk bernyanyi bersama dalam Replika dan mereka berjanji untuk datang kembali.</p>
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;">
<p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;">Meskipun penonton yang hadir tak lebih dari setengah kapasitas Auditorium tapi malam itu tetap berkesan karena suasana akrab yang dibawakan oleh masing-masing artis. Diharapkan makin banyak band-band yang berkualitas yang mampir ke kota ini</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2010/05/31/430/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indopendent Goes To Campus With ICEMA</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2010/05/25/indopendent-goes-to-campus-with-icema/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2010/05/25/indopendent-goes-to-campus-with-icema/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 12:51:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[FISIP]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Undip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia saat ini bisa dibilang negeri dengan 1001 band bila kita mengutip istilah kisah 1001 malam. Ini bukan melebih-lebihkan tapi memang setiap hari sebuah band hadir dan muncul di layar kaca dengan musik mereka masing-masing. Dan seiring band muncul juga muncul istilah mainstrean dan sidestream atau lebih dikenal dengan cuting edge atau indie. Dan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px 'Times New Roman';">
<div id="attachment_425" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-425" title="IMG00626-20100525-1120" src="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/IMG00626-20100525-1120-300x225.jpg" alt="Rhesa sedang menjelaska strategi penjualan CD Endah N Rhesa pertama kali melalui jualan Hotdog" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Rhesa sedang menjelaska strategi penjualan CD Endah N Rhesa pertama kali melalui jualan Hotdog</p></div>
<p style="text-align: justify;">Indonesia saat ini bisa dibilang negeri dengan 1001 band bila kita mengutip istilah kisah 1001 malam. Ini bukan melebih-lebihkan tapi memang setiap hari sebuah band hadir dan muncul di layar kaca dengan musik mereka masing-masing. Dan seiring band muncul juga muncul istilah mainstrean dan sidestream atau lebih dikenal dengan cuting edge atau indie. Dan untuk meluruskan makna dari cutting edge itu sendiri HMJ Ilmu Komunikasi bekerjasama dengan Trax FM Semarang mengadakan acara Indopendent Goes To Campus with ICEMA.<span id="more-426"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Acara yang berlangsung di gedung Prof.Soenardi tangal 25 Mei ini melibatkan pembicara dosen komunikasi Bayu Widagdo,Wartawan sekaligus Gitaris AK-47 dan OK Karaoke Garna Raditya, dan pelaku musik Cutting Edge itu sendiri yakni Endah N Rhesa. Acara dimulai dengan pemaparan apa itu musik indie? Oleh Garna dengan memaparkan musik mulai tengah 80an yang sarat dengan musik cadas sampai tengah 90an ketika britpop berjaya sampai musik sekarang ini. Sementara Bayu  Widagdo lebih menerangkan tentang manfaat media dalam sarana promosi sebuah band ditambah dengan sedikit guyonannya. Dan Endah N Rhesa melakukan sedikit pengakuan sebagai pelaku musik indie dengan strategi penjualan cd mereka yang pertama dengan berjualan hotdog.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara ini juga mensosialisasikan Windows Live yang juga Sponsor Resmi Dari ICEMA sebagai jejaring sosial yang mencakup Facebook,Twitter,Myspace dan masih banyak lagi. Acara ditutup dengan penampilan Endah N Rhesa Membawakan dua tembang romantis mereka yang disertai tepuk tangan puas oleh penonton akan acara yang diselenggarakan Trax Fm Semarang dan HMJ ilmu Komunikasi UNDIP.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2010/05/25/indopendent-goes-to-campus-with-icema/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malam Penikmat Indiepop</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2010/05/16/malam-penikmat-indiepop/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2010/05/16/malam-penikmat-indiepop/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 12:26:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=396</guid>
		<description><![CDATA[Kalau remaja Semarang bosan dengan banyaknya acara musik yang identik dengan teriak,scream dan growl maka pada jumat 14 Mei lalu kebosanan itu bisa di redam karena rombongan Jangan Marah Records datang dengan band-band yang identik dengan musik indiepopnya. Sebut saja Efek Rumah Kaca,The Kucruts dan Bangkutaman serta Zeke Khaselli yang merupakan putra dari Agum Gumelar. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; font: 12.0px 'Times New Roman';"><span style="white-space: pre;"> </span></p>
<div id="attachment_393" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-393" title="Bangku Taman" src="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/bbbb-300x225.jpg" alt="Bangkutaman dan Lipstuc Lipsync menyanyikan Ode untuk kota" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Bangkutaman dan Lipstic Lipsync menyanyikan Ode untuk kota</p></div>
<p style="text-align: justify; ">Kalau remaja Semarang bosan dengan banyaknya acara musik yang identik dengan teriak,scream dan growl maka pada jumat 14 Mei lalu kebosanan itu bisa di redam karena rombongan Jangan Marah Records datang dengan band-band yang identik dengan musik indiepopnya. Sebut saja Efek Rumah Kaca,The Kucruts dan Bangkutaman serta Zeke Khaselli yang merupakan putra dari Agum Gumelar.<span id="more-396"></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="white-space: pre;"> </span>Sekitar pukul sembilan malam, Lipstick Lipsync menghibur dengan hits-hits andalan mereka yang disambung dengan penampilan Bangkutaman yang sudah lama tidak datang ke Semarang. Diakhir penampilannya Bangkutaman mengajak Lipstick Lipsync naik keatas panggung untuk menyanyikan  Lagu Ode Untuk Kota. Kemudian penampilan berikutnya dari band pop punk Something About Lola yang sudah tidak asing bagi para remaja di kota lumpia ini.</p>
<p style="text-align: justify; "><span style="white-space: pre;"> </span>Efek Rumah Kaca tampil sebagai penampil akhir dengan membawakan Kenakalan remaja di era informatika,Mosi tidak percaya dan Desember. Koor penonton pun tak terbendung ketika Desember dibawakan seluruh ruangan ikut bernyanyi. Dan diakhir penampilan Efek Rumah Kaca dan Para penampil seperti The Kucruts dan Bangkutaman bersama-sama membawakan cinta melulu. Dan malam yang disertai hujan deras itu pun menyisakan senyum puas dari penonton.</p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; font: 12.0px 'Times New Roman'; min-height: 15.0px;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2010/05/16/malam-penikmat-indiepop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mechanical Stock Membakar Remaja Semarang</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2010/05/13/mechanical-stock-membakar-remaja-semarang/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2010/05/13/mechanical-stock-membakar-remaja-semarang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 May 2010 07:11:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[Penuh dan sesak,itu bisa jadi salah satu ungkapan yang banyak dikeluhkan pada acara Mechanical Stock pada 12 Mei lalu. Meskipun penuh dan sesak tapi terdapat penampilan luar biasa dari duo romantis idola para muda-mudi yakni Endah N Rhesa dan Band rock yang telah keliling Australia dari kota Bandung yaitu The S.I.G.I.T Endah N Rhesa tampil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<div id="attachment_364" class="wp-caption alignnone" style="width: 463px"><img class="size-full wp-image-364" title="mechanical" src="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/mechanical.jpg" alt="mechanical" width="453" height="234" /><p class="wp-caption-text">Endah N Rhesa membawakan The Jungle</p></div>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;">Penuh dan sesak,itu bisa jadi salah satu ungkapan yang banyak dikeluhkan pada acara Mechanical Stock pada 12 Mei lalu. Meskipun penuh dan sesak tapi terdapat penampilan luar biasa dari duo romantis idola para muda-mudi yakni Endah N Rhesa dan Band rock yang telah keliling Australia dari kota Bandung yaitu The S.I.G.I.T</p>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;">Endah N Rhesa tampil sekitar pukul sembilan malam dengan menggunakan pakaian ala 17-an dengan atasan merah. Mereka membuka dengan single mereka <em> i don&#8217;t remember </em><span style="font-style: normal;">kemudian mereka juga berorasi tentang pentingnya semangat kepahlawanan bagi para mahasiswa dengan membawakan sebuah lagu nasional dengan irama reggae.<span id="more-363"></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-style: normal;"> Penonton semakin gembira ketika pasangan suami istri ini membawakan lagu </span><em>the jungle</em><span style="font-style: normal;"> yang kemudian dilanjutkan dengan lagu wajib pasangan yang sedang memadu kasih sekarang ini</span><em> when you love someone </em><span style="font-style: normal;">dan ditutup dengan </span><em> living with the pirates.</em></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><em> </em><span style="font-style: normal;">Ketika Endah N Rhesa pamitan para </span><em> insurgent army </em><span style="font-style: normal;"> sebutan bagi fans The S.I.G.I.T sudah memadati barisan depan. Kali ini Rekti cs tampil tanpa Farri, dengan dandanan ala penjaga makam Amerika Rekti membuka penampilan  The S.I.G.I.T dengan </span><em>black amplifier</em><span style="font-style: normal;"> diikuti </span><em>allright,did i ask opinion.</em><span style="font-style: normal;"> Dan tidak lupa perpaduan lagu antara </span><em>midnight mosque song </em><span style="font-style: normal;">dan </span><em>all the time </em><span style="font-style: normal;">juga dibawakan. Dan penonton pun bernyanyi bersama saat tembang klasik dari Neil Young </span><em>only love can break your heart </em><span style="font-style: normal;">dibawakan. Aksi The S.I.G.I.T ditutup dengan </span><em>the party.</em></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><em> </em><span style="font-style: normal;">Sayang sound The S.I.G.I.T terdengar cukup mengganggu pada beberapa lagu. Tapi hal ini tidak mengurangi rasa puas para penonton yang hadir. Sebuah malam yang penuh dengan cinta dan semangat yang digelar oleh anak-anak teknik mesin </span><span style="font-style: normal;"><span style="text-decoration: none;">Undip.</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2010/05/13/mechanical-stock-membakar-remaja-semarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

