<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>OPINI ONLINE &#187; Event</title>
	<atom:link href="http://www.majalahopini.com/category/news/event/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.majalahopini.com</link>
	<description>Go Online Journalism</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 16:55:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>Armada Ramaikan Closing Party Smansacup dan Education Expo II 2012</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2012/01/17/armada-ramaikan-closing-party-smansacup-dan-education-expo-ii-2012/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2012/01/17/armada-ramaikan-closing-party-smansacup-dan-education-expo-ii-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 16:20:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1239</guid>
		<description><![CDATA[Semarang -  Sabtu 14 Januari 2012 yang lalu, SMA Negeri 1 Semarang (SMANSA ) mengadakan Closing Party Smansacup &#38; Education Expo II 2012. Event yang berlangsung sejak tanggal 12-14 Januari 2012 yang lalu ini, tak hanya mengadakan lomba-lomba yang diikuti siswa/siswi SMP dan SMA di kota Semarang, tapi ada juga Education Expo dari sekitar 20 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Semarang -</strong>  Sabtu 14 Januari 2012 yang lalu, SMA Negeri 1 Semarang (SMANSA ) mengadakan Closing Party Smansacup &amp; Education Expo II 2012. Event yang berlangsung sejak tanggal 12-14 Januari 2012 yang lalu ini, tak hanya mengadakan lomba-lomba yang diikuti siswa/siswi SMP dan SMA di kota Semarang, tapi ada juga Education Expo dari sekitar 20 Perguruan Tinggi Nasional dan Internasional. Dan pada kamis malamnya, telah disuguhkan pagelaran wayang kulit yang dalangnya merupakan salah satu siswa SMA Negeri 1 Semarang.</p>
<p>Closing Party yang dimulai sejak pukul 12.30 WIB ini, menampilkan penyanyi, dancer, serta dj muda yang berasal dari siswa SMANSA. Dengan mengundang band ibukota, Armada, tidak sedikit siswa/siswi dari sekolah lain ikut meramaikan dan berbaur dengan penonton lain. Dipandu 2 mc yang juga berasal dari siswi SMANSA, acara berlangsung baik dan menarik. Pengumuman pemenang lomba-lomba yang diadakan dalam event Smansacup ini juga dilakukan pada saat modern dance SMANSA selesai beraksi.</p>
<p>Sekitar pukul 16.30 WIB, Bapak Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Semarang, Drs. H. Bambang Nianto Mulyo, M.Ed, resmi menutup acara Smansacup &amp; Education Expo II 2012. Lalu, diakhir acara band Armada memulai aksinya menghibur para penonton yang didominasi oleh warga SMANSA dengan memukau. Walaupun saat itu lapangan upacara SMANSA  sedang diguyur hujan deras, tapi tak menyurutkan semangat penonton yang sedari siang sudah menunggu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="right">Reporter : Yuli Kurniawaty</p>
<p align="right">Foto : Yuli Kurniawaty</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2012/01/17/armada-ramaikan-closing-party-smansacup-dan-education-expo-ii-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemira Perdana Jurusan Hubungan Internasional FISIP UNDIP</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2011/12/22/pemira-perdana-jurusan-hubungan-internasional-fisip-undip/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2011/12/22/pemira-perdana-jurusan-hubungan-internasional-fisip-undip/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 15:11:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[FISIP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1203</guid>
		<description><![CDATA[Semarang - Kamis 22 Desember 2011, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hubungan Internasional FISIP UNDIP mengadakan PEMIRA  untuk memilih ketua HMJ. Pemira diadakan di Boulevard gedung B dan C , kampus Fisip Undip. PEMIRA kali ini merupakan PEMIRA perdana bagi jurusan Hubungan Internasional , karena Jurusan Hubungan Internasional merupakan jurusan  baru dan baru ada di tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Semarang -</strong> Kamis 22 Desember 2011, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hubungan Internasional FISIP UNDIP mengadakan PEMIRA  untuk memilih ketua HMJ. Pemira diadakan di Boulevard gedung B dan C , kampus Fisip Undip. PEMIRA kali ini merupakan PEMIRA perdana bagi jurusan Hubungan Internasional , karena Jurusan Hubungan Internasional merupakan jurusan  baru dan baru ada di tahun ajaran ini.PEMIRA  berlangsung ramai siang tadi dengan dua kandidat yang semuanya adalah laki-laki. Mereka adalah Tahta Dika dan Rahmat Ansari. Hasil penghitungan PEMIRA ini telah dilaksanakan di hari yang sama . Dari hasil penghitungan Tahta Dika  berhak menjadi ketua HMJ Hubungan Internasional yang pertama. Siapa pun yang menjadi ketuanya, diharapkan dapat menjadikan jurusan termuda di FISIP UNDIP ini tidak kalah membanggakan dibandingkan dengan kelima jurusan “senior”nya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;">Teks : Lutfi Oktavia Dewi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2011/12/22/pemira-perdana-jurusan-hubungan-internasional-fisip-undip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KICK ANDY GOES TO UNDIP</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2011/12/21/kick-andy-goes-to-undip/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2011/12/21/kick-andy-goes-to-undip/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 16:38:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Undip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1193</guid>
		<description><![CDATA[Semarang - Jumat, 16 desember 2011 . pukul 13.00 terlihat antrian panjang yang dipadati oleh mahasiswa universitas diponegoro( UNDIP)  semarang  menuju  gedung  Profesor Soedarto .Ada hal yang berbeda dari antrian mahasiswa kali ini. Mereka mendapat undangan untuk menghadiri acara kick andy goes to Undip . undangan  yang berjumlah  2000 tiket masuk kick andy  disebar oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Semarang -</strong> Jumat, 16 desember 2011 . pukul 13.00 terlihat antrian panjang yang dipadati oleh mahasiswa universitas diponegoro( UNDIP)  semarang  menuju  gedung  Profesor Soedarto .Ada hal yang berbeda dari antrian mahasiswa kali ini. Mereka mendapat undangan untuk menghadiri acara kick andy goes to Undip .</p>
<p>undangan  yang berjumlah  2000 tiket masuk kick andy  disebar oleh  BEM KM Undip sehari sebelum acara. Ditambah beberapa tiket  undangan khusus untuk   delegasi BEM dari masing-masing fakultas, Dekan,dan Rektor Undip . Pukul 14.00 acara dibuka dengan musik accapela dari penta boys, 3 lagu berhasil di bawakanya dengaan apik,  pukul 15.00 Andy F Noya keluar dengan iringan music accapela penta boys.ia memberikan membawakan  tema kick andy berjudul  LENTERA  JIWA lantaran  mahasiswa yang terkadang belum fokus kepada masa depan yang akan dijalani.</p>
<p>Masing-masing narasumber diundang keluar memberikan sambutan,diawali Nugie pencipta lagu LENTERA JIWA, Kemudia Wahyu Aditya seorang animator pendiri kementrian gambar yang dibentuknya . Kemudian ada Rene Suhardono  seorang motivator sekaligus konsultan untuk masalah  jiwa. Tiga pembicara kali ini memang sesuai dengan tema kali ini yaitu Lentera Jiwa. Mereka bertiga memotivasi peserta yang hadir untuk terus mengejar lentera jiwa yang diingini. “Pekerjaan adalah bukan seutuhnya karir kita” ujar Rene saat memberikan materi.ia bermaksud membuka mata peserta bahwa terkadang seorang juga salah tentang<em> passion</em> dan <em>strength</em> yang harus dikejar. Banyak orang terjebak dalam rutinitas pekerjaan tanpa berfikir ia sebenarnya butuh dari sekedar bekerja karena melibatkan seluruh waktu,tenaga pikiran,yang paling diutamakan adalah kenyamanan saat menjalani sebuah rutinitas.</p>
<p>Selain itu, Nugie dan Iwan juga berbagi pengalamannya  tentang bagaimana caranya memenangkan Lentera Jiwa.Nugie  pernah mengalami  masa dimana ia dalan kondisi kritis antara pilihan kuliah dan musik. Namun dia dapat meyakinkan dirinya bahwa yang dia ingini sebenarnya adalah karir dalam musik.bukan gelar sarjana. Begitu juga dengan Wahyu Aditya ia menggambarkan bahwa seluruh keluarganya adalah dokter namun dia juga dapat meyakinkan dirinya bahwa yang ia ingini adalah animator . Terakhir mereka berpesan bahwa sesungguhnya mengejar lentera jiwa memang sulit dan perlu keberanian namun akan senang pada akhirnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;">Teks : Nur Laela</p>
<p style="text-align: right;">Foto : Sandy Allifiansyah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2011/12/21/kick-andy-goes-to-undip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencintai Budaya Indonesia Lewat Batik</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2011/12/19/mencintai-budaya-indonesia-lewat-batik/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2011/12/19/mencintai-budaya-indonesia-lewat-batik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 13:50:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[FISIP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1162</guid>
		<description><![CDATA[Semarang - Berkenaan dengan batik, pasti tak  luput dari budaya negara Indonesia. Karakteristik batik yang terkesan halus dan ramah, sangat menggambarkan karakteristik masyarakat Indonesia pula. Batik yang merupakan hasil karya ide dan tangan kreatif,  telah membuktikan bahwa Indonesia kaya akan insan-insan berdaya kreativitas tinggi. Hal ini juga telah dibuktikan oleh Aditi Erlangi, seorang lulusan International [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Semarang -</strong> Berkenaan dengan batik, pasti tak  luput dari budaya negara Indonesia. Karakteristik batik yang terkesan halus dan ramah, sangat menggambarkan karakteristik masyarakat Indonesia pula. Batik yang merupakan hasil karya ide dan tangan kreatif,  telah membuktikan bahwa Indonesia kaya akan insan-insan berdaya kreativitas tinggi.</p>
<p>Hal ini juga telah dibuktikan oleh Aditi Erlangi, seorang lulusan <em>International Institute of Footwear and Leather Goods Model Design Milan Italy</em>, yang merupakan pemilik Adity Shoes, dengan mengaplikasikan batik pada sepatu dan menghasilkan karya yang elegan.</p>
<p>Adity Shoes ialah sebuah merk sepatu yang sudah lama terkenal di Bandung, dan kini mulai mengembangkan brandnya di Semarang. Dalam acara bertajuk “Indonesia di Hatiku, Batik di Tiap Langkahku”, pada Selasa (6/12) di Ruang Teater Gedung C Kampus Fisip Undip, yang diselenggarakan oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Undip ini merupakan bentuk kampanye Adity Shoes tentang kecintaannya terhadap batik Indonesia.</p>
<p>Adapun rangkaian acaranya meliputi Workshop Pembuatan Sepatu, Fashion Show Sepatu, Lomba Re-design Sepatu, Bazaar, serta ada pula sesi Foto Gratis dengan mencoba sepatu yang dipamerkan.</p>
<p>Selain terlihat suasana yang antusias dari para pengunjung dan peserta lomba, ruangan Gedung Teater yang disulap dengan design bernuansa Jawa, juga menambah kental rasa nasionalisme dari acara ini.</p>
<p>Yap, sebagai generasi muda penerus bangsa, kita harus terus menggali potensi diri dan melestarikan sumber daya negara dengan semangat jiwa nasionalisme. Terus berkarya dan cintai produk dalam negeri, guys!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;">Teks : Agita Tarigan</p>
<p style="text-align: right;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2011/12/19/mencintai-budaya-indonesia-lewat-batik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar “Kredibilitas Jurnalistik Di Tengah Arus Zaman” Bersama LPM Dimensi</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2011/12/13/seminar-%e2%80%9ckredibilitas-jurnalistik-di-tengah-arus-zaman%e2%80%9d-bersama-lpm-dimensi/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2011/12/13/seminar-%e2%80%9ckredibilitas-jurnalistik-di-tengah-arus-zaman%e2%80%9d-bersama-lpm-dimensi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 16:51:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Undip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1147</guid>
		<description><![CDATA[Semarang - Sabtu, 10 Desember 2011. LPM Opini mendapat kesempatan mengikuti sekaligus meliput Seminar Nasional yang diadakan oleh LPM Dimensi dari Politeknik Negeri Semarang, yang bertajuk “Kredibilitas Jurnalistik Di Tengah Arus Zaman”. Seminar ini dibagi ke dalam IV materi, diantaranya Materi Litbang, Pemasaran, Redaksi, dan Fotografi. Materi Litbang disampaikan oleh Renjani, ketua Aliansi Jurnalis Independen, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Semarang -</strong> Sabtu, 10 Desember 2011. LPM Opini mendapat kesempatan mengikuti sekaligus meliput Seminar Nasional yang diadakan oleh LPM Dimensi dari Politeknik Negeri Semarang, yang bertajuk “Kredibilitas Jurnalistik Di Tengah Arus Zaman”. Seminar ini dibagi ke dalam IV materi, diantaranya Materi Litbang, Pemasaran, Redaksi, dan Fotografi.</p>
<p>Materi Litbang disampaikan oleh Renjani, ketua Aliansi Jurnalis Independen, Semarang. Beliau juga menjadi dosen luar biasa Universitas Diponegoro. Dalam penyampaiannya, Renjani yang akrab disapa Rei ini mengatakan beberapa hal fundamental yang harus dijalankan seorang jurnalis Professional. Diantaranya jujur, sopan santun, tidak bombastis. Renjani menambahkan bahwa untuk menjadi seornag jurnalis, harus memiliki dedikasi untuk publik, karena berita yang mereka tulis adalah untuk konsumsi massa. Materi yang menarik adalah ketika terjadi perdebatan apakah wartawan <em>infotainment</em> bisa dikategorikan sebagai wartawan yang professional? Hal ini mengacu pada berita yang mereka sampaikan terkadang tidak valid, bombastis, dan hanya mengedepankan sensasi belaka. Maka dari itu, banyak yang meragukan profesionalitas wartawan <em>infotainment</em>.</p>
<p>Sebelum masuk ke materi kedua, ada beberapa sajian hiburan diantaranya Tari Jawa, <em>Shuffle Dance</em>, dan Pantomim. Materi kedua sendiri membahas tentang bagaimana menarik minat pengiklan agar mau beriklan di media kita. Materi Pemasaran ini disampaikan oleh Eriyati, Humas Suara Merdeka, dan mantan aktifis LPM Opini semasa berkuliah di Undip. Beliau mengatakan bahwa sesungguhnya ada 4 pilar media, yaitu redaksi, iklan, perusahaan dan pembaca. Eriyati juga menambahkan bahwa keunggulan media cetak terletak pada kedalaman ulasan yang tidak dimiliki media online, dan hal itulah yang harus dimaksimalkan media cetak. Maka dari itu, agar mendapatkan iklan yang mumpuni, kita harus meriset apa kemauan pembaca, riset harus melalui lembaga litbang. <em>“Riset yang baik adalah riset yang meliputi demografis dan psikologis yang mencangkup kegemaran, life style, dan pola pikir pembaca”</em> demikian pungkasnya.</p>
<p>Materi ketiga adalah materi yang ditunggu-tunggu, karena materi keredaksian ini akan disampaikan langsung oleh Karni Ilyas, Pemred TV One. Karni Ilyas  bahkan mengganti tema materi yang semula keredaksian, menjadi “Media di Peta Politik Indonesia”. Karni Ilyas mengatakan bahwa “<em>Daripada bertele-tele, toh sampainya ke situ juga, lebih baik sekarang saja diluruskan topiknya”</em>. Dalam materinya, Bang Karni bercerita tentang pengalamannya selama puluhan tahun menjadi seorang jurnalis. Mulai dari menjadi wartawan Tempo, Pemred SCTV, hingga sekarang Pemred TV One. Terkait masalah kepemilikan TV One yang dikuasai oleh <em>Bakrie Group</em>, Bang Karni mengatakan bahwa sudah sejak dahulu media selalu dikuasai kepentingan, Beliau bercertita ketika dulu pada zaman Orde Baru, semua media memihak Pak Harto, setelah itu ketika Gus Dur menjabat menjadi Presiden, pemilik SCTV juga memihak kepada Gus Dur. Maka ada satu kejadian ketika SCTV menyiarkan berita yang <em>“miring”</em> soal Gus Dur, Bang Karni yang pada saat itu menjabat sebagai Pemred, harus menerima makian dari sang pemilik.</p>
<p>Namun, ketika ditanya apa yang sebenarnya terjadi ketika media dikuasai oleh pemilik tertentu, Bang Karni mengatakan bahwa akan terjadi tarik menarik kekuatan antara redaksi dan pemilik, dan Bang Karni berprinsip bahwa semua bawahannya di redaksi TV One, harus objektif dan tidak boleh menerima sogokan. <em>“Kalau Saya tahu ada yang menerima amplop, langsung Saya pecat!”</em> begitu ujarnya. Materi selanjutnya adalah fotografi yang disampaikan oleh Arif Nugroho, sebagai Ketua Pewarta Foto Semarang, dan dilanjutkan dengan pengahrgaan kepada pemenang lomba fotografi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;">Teks dan Foto : Sandy Allifiansyah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2011/12/13/seminar-%e2%80%9ckredibilitas-jurnalistik-di-tengah-arus-zaman%e2%80%9d-bersama-lpm-dimensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih Baik Surat Tilang daripada Cara Lain</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2011/12/13/lebih-baik-surat-tilang-daripada-cara-lain/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2011/12/13/lebih-baik-surat-tilang-daripada-cara-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 13:43:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[FISIP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1139</guid>
		<description><![CDATA[Semarang - Selasa (13/12/2011) diadakan seminar santai  &#8220;Lebih Baik Surat Tilang daripada Cara Lain&#8221; . Acara ini diadakan oleh mahasiswa komunikasi dalam rangka memenuhi tugas kampanye PR . Pembicara dalam seminar santai tersebut adalah Dwi Tunggal Jaladri, SIK, SH, M.Hum., Kapolres Semarang dan Triyono Lukmantoro S.Sos, M.si, seorang dosen di program Ilmu Komunikasi. Acara yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Semarang -</strong> Selasa (13/12/2011) diadakan seminar santai  &#8220;Lebih Baik Surat Tilang daripada Cara Lain&#8221; . Acara ini diadakan oleh mahasiswa komunikasi dalam rangka memenuhi tugas kampanye PR . Pembicara dalam seminar santai tersebut adalah Dwi Tunggal Jaladri, SIK, SH, M.Hum., Kapolres Semarang dan Triyono Lukmantoro S.Sos, M.si, seorang dosen di program Ilmu Komunikasi.</p>
<p style="text-align: left;">Acara yang berlangsung di ruang teater gedung FISIP Undip ini berisi ajakan kepada masyarakat untuk lebih memilih surat tilang daripada menempuh jalur lain apabila terjaring razia lalu lintas. Hal ini akan lebih praktis dan juga terhindar dari tindakan tidak terpuji dari oknum kepolisian. Selain itu ,dalam seminar ini dijelaskan penyebab terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat menurut pandangan Triyono Lukmantoro dilihat dari berbagai aspek .</p>
<p>“Acara ini dibuat untuk mengedukasi mahasiswa tentang pengetahuan baru dalam berlalu lintas”, ucap M. Yusuf Sya’ban, mahasiswa program Ilmu Komunikasi, yang juga ketua panitia dari acara tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;">Teks : Gigih Tafaqul Sadewa</p>
<p style="text-align: right;">Foto : Gigih Tafaqul Sadewa</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2011/12/13/lebih-baik-surat-tilang-daripada-cara-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Talkshow Kecantikan di Fisip Undip</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2011/12/12/talkshow-kecantikan-di-fisip-undip/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2011/12/12/talkshow-kecantikan-di-fisip-undip/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 15:05:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[FISIP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1133</guid>
		<description><![CDATA[Semarang - Kecantikan adalah idaman semua wanita, meskipun pada dasarnya semua wanita memiliki kecantikan tersendiri hanya bagaimana cara mereka merawatnya. Kamis 8 desember 2011, Kampus Fisip Undip mengadakan sebuah acara Healthy Treat To Be Beauty kerjasama dengan Natasha Skin Care. Konsep acaranya adalah talkshow dengan mendatangkan Wajah Natasha 2011 dan Dokter kecantikan Dokter Kendro. Acara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Semarang -</strong> Kecantikan adalah idaman semua wanita, meskipun pada dasarnya semua wanita memiliki kecantikan tersendiri hanya bagaimana cara mereka merawatnya. Kamis 8 desember 2011, Kampus Fisip Undip mengadakan sebuah acara Healthy Treat To Be Beauty kerjasama dengan Natasha Skin Care. Konsep acaranya adalah talkshow dengan mendatangkan Wajah Natasha 2011 dan Dokter kecantikan Dokter Kendro.</p>
<p>Acara dimulai  jam 10 pagi bertepatan di ruang teater gedung Fisip Undip Tembalang. Acara dimeriahkan dengan klinik kecantikan, facial gratis, seminar kecantikan, photo booth, dan pembagian <em>goodie bag</em>. Acara pagi itu sangat menarik minat para mahasiswi-mahasiswi. Terbukti dengan penuhnya ruang teater hingga sampai ke barisan paling belakang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;">Teks : Ramadhan Tri Wijanarko</p>
<p style="text-align: right;">Foto : Sandy Allifiansyah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2011/12/12/talkshow-kecantikan-di-fisip-undip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menulis: Menginspirasi dan Mengedukasi</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2011/12/12/menulis-menginspirasi-dan-mengedukasi/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2011/12/12/menulis-menginspirasi-dan-mengedukasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 14:41:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[FISIP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1128</guid>
		<description><![CDATA[Semarang - Selasa, 6 Desember 2011, auditorium gedung FISIP UNDIP kedatangan 3 orang inspirator yang terkenal di masing-masing bidangnya. Mereka adalah Mas Yulika Satria Daya (ex host Backpacker TV One), Mas Donny Dhirgantoro (penulis novel 5cm dan 2), dan Mbak Ninok Hariyani (ex wartawan Antara).  Seminar nasional yang diselenggarakan oleh LPM Manunggal UNDIP mengambil tajuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Semarang -</strong> Selasa, 6 Desember 2011, auditorium gedung FISIP UNDIP kedatangan 3 orang inspirator yang terkenal di masing-masing bidangnya. Mereka adalah Mas Yulika Satria Daya (ex host Backpacker TV One), Mas Donny Dhirgantoro (penulis novel 5cm dan 2), dan Mbak Ninok Hariyani (ex wartawan Antara).  Seminar nasional yang diselenggarakan oleh LPM Manunggal UNDIP mengambil tajuk “Jurnalisme Inspiratif: Menulis, Menginspirasi, dan Mengedukasi”.</p>
<p>Antusiasme 80 peserta terlihat sangat besar ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada ketiga pembicara tersebut. Mas Eko, sapaan akrab Mas Yulika Satria, pun harus merangkum banyak pertanyaan menjadi 1 sesi saja. Antusiasme peserta juga terlihat pada saat pembicara dialihkan pada Mas Donny. Pembawaan Mas Donny yang santai dan sering bercanda membuat suasana tidak terlalu tegang. Pembicara terakhir adalah Mbak Ninok yang menceritakan suka dukanya menjadi wartawan. Walaupun ada sedikit masalah teknis, Mbak Ninok tetap menceritakan pengalamannya dengan lugas dan santai.</p>
<p>Tak lupa juga LPM Manunggal menghadirkan Tek Tek Kemplang Kudus untuk menghibur para peserta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;">Teks : Rebecca</p>
<p style="text-align: right;">Foto : Rebecca</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2011/12/12/menulis-menginspirasi-dan-mengedukasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

