<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>OPINI ONLINE &#187; Profil</title>
	<atom:link href="http://www.majalahopini.com/category/profil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.majalahopini.com</link>
	<description>Go Online Journalism</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 16:55:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>No Limbs, No Worries and No Limits</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2011/09/28/no-limbs-no-worries-and-no-limits/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2011/09/28/no-limbs-no-worries-and-no-limits/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 11:40:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=833</guid>
		<description><![CDATA[Nicholas James Vujicic atau lebih dikenal dengan nama Nick Vujicic (diucapkan ‘Vooy-ee-chich’), adalah seorang motivator sekaligus sebagai penceramah yang cukup terkenal di seluruh dunia. Sebagai motivator, ia memiliki kondisi dan kisah hidup yang bisa dikatakan unik. Pria kelahiran Melbourne, 4 Desember 1982 ini tidak memiliki tangan sekaligus kaki. Sejak dilahirkan, oleh dokter ia didiagnosis menderita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-832" href="http://www.majalahopini.com/2011/09/28/no-limbs-no-worries-and-no-limits/life-without-limits-3/"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-832" title="Life-without-limits" src="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/Life-without-limits2-150x150.jpg" alt="Life-without-limits" width="150" height="150" /></a>Nicholas James Vujicic atau lebih dikenal dengan nama Nick Vujicic (diucapkan ‘<em>Vooy-ee-chich’</em>), adalah seorang motivator sekaligus sebagai penceramah yang cukup terkenal di seluruh dunia. Sebagai motivator, ia memiliki kondisi dan kisah hidup yang bisa dikatakan unik. Pria kelahiran Melbourne, 4 Desember 1982 ini tidak memiliki tangan sekaligus kaki. Sejak dilahirkan, oleh dokter ia didiagnosis menderita tetra-amelia syndrome yang mengakibatkan ketiadaan keempat anggota tubuhnya. Hanya saja, meskipun tidak memiliki kaki, ia memiliki dia buah jari kaki yang (setidaknya) membantunya dalam beraktifitas. Kesuksesan yang dicapai pria keturunan Serbia ini tidak serta merta didapatkannya dengan tanpa perjuangan dan kerja keras. Masa lalunya yang sulit dijalaninya dengan penuh kegigihan. Akan tetapi semua perjuangan yang telah ia lakukan tersebut telah berbuah manis dengan segala prestasi &amp; penghargaan yang ia terima sekarang.</p>
<p>Nick kecil sudah mendapati kenyataan pahit sebagai konsekuensi atas kondisi tubuhnya yang tidak sempurna tersebut. Pada awalnya, ketika akan didaftarkan masuk ke sekolah umum, pihak sekolah menolak Nick dan menyarankan kepada orang tua Nick agar mereka mendaftarkan anak sulungnya itu di sekolah khusus anak-anak cacat. Tapi orang tua Nick menolaknya, ia bersikeras untuk dapat menyekolahkan anaknya di sekolah umum layaknya anak-anak lain yang memiliki anggota tubuh lengkap. Di pikiran orang tua Nick, sekolah khusus anak cacat penuh dengan anak dengan keterbelakangan mental. Kondisi tersebut tentu sangat tidak menguntungkan untuk Nick. Sementara Nick sendiri bukanlah anak yang cacat mental, Nick adalah anak yang cerdas dan pintar meskipun tidak memiliki anggota tubuh lengkap. Dengan berusaha keras melewati berbagai macam tes, akhirnya Nick diterima di sekolah umum, bahkan sekolah itu menyediakan fasilitas khusus bagi Nick.</p>
<p>Perjuangan Nick tak berhenti sampai di situ, ketika ia berusia 10 tahun, ia sempat mencoba untuk bunuh diri. Hal itu disebabkan karena ia terus menerus mendapat cemoohan, pelecehan, dan ejekan dari teman-teman sekolah dan orang-orang di sekitarnya atas kondisi tubuhnya. Akan tetapi, sekali lagi orang tua Nick berusaha menyemangati anaknya itu agar dapat menjalani hidupnya dengan penuh semangat. Satu titik balik yang mengubah pola pikir dan perspektif Nick akan kondisinya adalah ketika ibunya menunjukkan padanya sebuah artikel di koran mengenai seorang pria cacat tetapi dapat sukses dalam kehidupannya. Sejak saat itu Nick menyadari bahwa hidupnya ada di tangannya sendiri, oleh karena itu ia sendirilah yang menentukan bagaimana nasibnya di masa yang akan datang. Dengan memegang teguh kepercayaan demikian, Nick mulai berusaha belajar banyak hal, mulai dari menulis, mengetik di komputer, mengangkat telepon, menyikat gigi, bermain pedal drum, hingga menyisir rambutnya sendiri.</p>
<p>Hingga kini, telah banyak penghargaan dan prestasi yang dicapai oleh Nick. Di tahun 2005 ia menjadi salah satu nominasi penghargaan “Young Australian of the Year”. Di bidang akademis, Nick berhasil menyelesaikan sarjananya di Griffth University dengan menyabet gelar <em>Bachelor of Commerce</em> bidang akuntansi dan perencanaan keuangan. Sedangkan sebagai motivator dan penceramah, Nick telah bertemu jutaan orang di lebih dari 25 negara di dunia. Lembaga non-profit <em>Life Without Limbs</em> menjadi wadah pertama yang ia dirikan pada usia 17 tahun guna membantunya berkarya dalam bidang motivasi. Ia memotivasi banyak orang dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, para profesional, para tunadaksa lainnya, hingga murid-murid sekolah. Selain memotivasi secara langsung, Nick juga telah memanifestasikan motivasi-motivasinya melalui siaran televisi, buku, artikel online, dan DVD. Buku pertamanya, <em>Life Whithout Limits: Inspiration for a Ridiculously Good Life </em>telah ia publikasikan pada tahun 2010. Sebelumnya ia telah memasarkan film pendek dokumenternya berjudul <em>Life’s Greater Purpose</em> pada tahun 2005 dan memasarkan DVD <em>No Arms, No legs, No Worries</em>: <em>Youth Version</em> sebagai apresiasinya terhadap remaja. Film yang dibintanginya sendiri, <em>The Butterfly Circus</em> memenangi beberapa kategori dalam festival film, antara lain sebagai pemenang dalam ”Doorpost Film Project’s” top prize of 2009, sebagai film terbaik dalam Method Fest Film Festival, dan juga sebagai film pendek terbaik dalam “Feel Good Film Festival” di Holywood pada tahun 2010. Tak hanya itu, berkat filmnya tersebut Nick juga didapuk sebagai aktor terbaik dalam “Method Fest Film Festival”.</p>
<p>Berdasarkan kisah Nick Vujicic, bisa diambil banyak sekali pelajaran berharga, terutama tentang nilai-nilai kehidupan. Antara lain adalah bagaimana ia membangun semangat, <em>positive thinking</em>, dan kepercayaan diri sebagai bekal dalam mengarungi kehidupannya. Meskipun dilahirkan dalam kondisi tubuh yang tidak sama dengan tubuh orang pada umumnya, tapi itu tidak menjadi penghalang baginya untuk beraktifitas, berkarya, berkreasi, &amp; menjadi orang sukses. Salah satu buktinya adalah banyaknya prestasi dan penghargaan yang diterimanya dalam banyak bidang pula. Disaat orang lain yang bernasib sama seperti Nick mengeluh dan sedih atas keadaannya, Nick justru bangkit bahkan menjadi motivator sukses yang sudah berkeliling dunia serta menciptakan berbagai karya motivasi. Dengan semangat &amp; kemauannya, Nick tentu tak hanya mencoba untuk membangkitkan semangat kaum yang bernasib sama dengannya, tapi juga untuk menyadarkan kepada kaum yang dilahirkan “lengkap” untuk selalu mensyukuri apa yang mereka miliki. Disamping itu, juga sebagai cambuk agar setiap individu mau bekerja keras &amp; memperjuangakan nasibnya sendiri.</p>
<p><strong><span><em>-Pundan Rama</em> Danumardhany-</span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2011/09/28/no-limbs-no-worries-and-no-limits/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semarang Fixie</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2010/11/01/semarang-fixie/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2010/11/01/semarang-fixie/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 15:14:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[Hoby]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=667</guid>
		<description><![CDATA[Bicycle&#8230;..bicyle&#8230;. itu adalah sepotong lagu yang dipopulerkan oleh Freddy Mercury dan kawan-kawan dalam group Queen. Bila diperhatikan kata-kata tersebut sudah mulai banyak dibicarakan orang-orang. Entah oleh kalangan pelajar,mahasiswa,pekerja, dan pensiunan. Musim sepeda sudah mewabah ke berbagai kalangan dengan jenis sepeda yang berbeda-beda. Salah satunya adalah model Fixie. Fixie adalah jenis sepeda yang memiliki fix gear. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px 'Times New Roman';">
<div id="attachment_670" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-670" href="http://www.majalahopini.com/2010/11/01/semarang-fixie/67442_447447583462_684293462_5373274_2468891_n-3/"><img class="size-medium wp-image-670" title="67442_447447583462_684293462_5373274_2468891_n" src="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/67442_447447583462_684293462_5373274_2468891_n2-300x200.jpg" alt="Semarang Fixie" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Semarang Fixie</p></div>
<p>Bicycle&#8230;..bicyle&#8230;. itu adalah sepotong lagu yang dipopulerkan oleh Freddy Mercury dan kawan-kawan dalam group Queen. Bila diperhatikan kata-kata tersebut sudah mulai banyak dibicarakan orang-orang. Entah oleh kalangan pelajar,mahasiswa,pekerja, dan pensiunan. Musim sepeda sudah mewabah ke berbagai kalangan dengan jenis sepeda yang berbeda-beda.</p>
<p><span style="white-space: pre;"> </span>Salah satunya adalah model Fixie. Fixie adalah jenis sepeda yang memiliki fix gear. Dimana memungkinkan untuk menggowes sepeda maju dan mundur. Fixie memiliki dua jenis yakni track untuk jalan-jalan dan trick untuk lebih ke skill. Fixie mempunyai ciri khas warna yang unik serta berwarna warni mencolok perhatian siapapun yang melihatnya.<span id="more-667"></span></p>
<p><span style="white-space: pre;"> </span>Salah satu komunitas Fixie di Semarang adalah Sexie.  Sexie mulai didirikan pada awal tahun 2010 dimana pada awalnya komunitas ini hanya dimulai oleh lima anggota saja. Namun komunitas ini memiliki 30 anggota aktif yang setiap hari selasa dan jumat berkumpul untuk berbagi keahlian akan Fixie atau sekedar gowes beramai-ramai.</p>
<p><span style="white-space: pre;"> </span>Untuk sebuah sepeda fixie sendiri biasanya berharga sekitar 1,5 hingga 2,5 juta rupiah. Namun anggota Sexie sendiri lebih suka untuk membuat fixie sendiri yang bisa dimodifikasi sesuai keinginan.</p>
<p><span style="white-space: pre;"> </span>Sexie sendiri sering mengadakan kumpul anggota untuk sama-sama jalan keliling kota. Biasanya mereka berkumpul didepan Videotron jalan pahlawan. Sexie mempunyai kegiatan yang sangat unik yakni bernama Horrorhore. Kegiatan tersebut adalah jalan-jalan menggunakan Fixie di malam hari berkeliling tempat-tempat yang dirasa bisa membuat bulu kuduk merinding. Seperti salah satunya di tengah pemakaman Berguta. Selain Horrorhore ada juga sebuah agenda besar yang rutin diadakan setiap hari jumat di minggu terakhir. Acara ini bernama Critical Mess Ride. Sebuah acara yang tidak hanya untuk komuntas Fixie,tapi juga untuk segala jenis kendaraan yang tidak menggunakan mesin.</p>
<p><span style="white-space: pre;"> </span>Sekarang ini Fixie sudah merupakan sebuah gaya hidup dan bisa dibilang fashion. Karena bentuknya yang unik minimalis dan biasanya tidak menggunakan rem, warna yang terang, serta fixie bisa digunakan dengan menggunakan pakaian apa saja.</p>
<p><span style="white-space: pre;"> </span>Salah satu anggota Sexie, Yanuar mengungkapkan akan suka dan dukanya selama gowes bareng Sexie. Salah satu dukanya adalah seringnya dicibir oleh komunitas-komunitas lain. Sering di maki oleh pengguna jalan lain. Namun semua itu dirasakan tidak masalah bila sudah berada diatas Fixie kesayangan dan gowes keliling kota bersama teman-teman.</p>
<p><span style="white-space: pre;"> </span>Sekarang ini Fixie sudah merupakan sebuah gaya hidup dan bisa dibilang fashion. Karena bentuknya yang unik minimalis dan biasanya tidak menggunakan rem, warna yang terang, serta fixie bisa digunakan dengan menggunakan pakaian apa saja.</p>
<p><span style="white-space: pre;"> </span>Sexie memiliki harapan dimana para pengguna sepeda khususnya di Semarang dihargai. Dan juga mereka mengkampanyekan bahwa bersepeda itu sehat dan murah. Mereka juga mempunyai sebuah harapan besar akan adanya jalur khusus pengguna sepeda di Kota Semarang. Semoga pemerintah kota bisa mendengar harapan-harapan dari teman-teman pengguna sepeda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2010/11/01/semarang-fixie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LOEMPIA (Koloni Pecinta Kamera Plastik Semarang)</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2010/06/18/loempia-koloni-pecinta-kamera-plastik-semarang/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2010/06/18/loempia-koloni-pecinta-kamera-plastik-semarang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 12:28:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=478</guid>
		<description><![CDATA[LOEMPIA merupakan sebuah komunitas anak-anak yang hoby memotret dengan menggunakan kamera plastik dan toycam . Asal mula terbentuknya LOEMPIA diawali oleh Baskoro, Widhi, dan Gilang sekitar akhir tahun 2008 . Mereka sudah terlebih dahulu bermain toycam dan bermaksud untuk mengumpulkan anak-anak Semarang yang gemar akan kamera plastik dan toycam tersebut . Berawal dari kegemaran yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px 'Times New Roman';">
<div id="attachment_479" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-479" title="loempia" src="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/loempia-300x183.jpg" alt="Anggota LOEMPIA Semarang" width="300" height="183" /><p class="wp-caption-text">Anggota LOEMPIA Semarang</p></div>
<p style="text-align: justify;">LOEMPIA merupakan sebuah komunitas anak-anak yang hoby memotret dengan menggunakan kamera plastik dan toycam . Asal mula terbentuknya LOEMPIA diawali oleh Baskoro, Widhi, dan Gilang sekitar akhir tahun 2008 .<span id="more-478"></span> Mereka sudah terlebih dahulu bermain toycam dan bermaksud untuk mengumpulkan anak-anak Semarang yang gemar akan kamera plastik dan toycam tersebut . Berawal dari kegemaran yang sama, akhirnya terbentuklah LOEMPIA (Koloni Pecinta Kamera Plastik Semarang) pada tanggal 22 Februari 2009, setelah sebelumnya sudah sempat kumpul-kumpul dan sharing bersama . Komunitas ini dinamakan LOEMPIA untuk menandakan bahwa komunitas ini berasal dari Semarang . Setelah terbentuknya LOEMPIA, sering diadakan kegiatan bersama , diantaranya hunting bareng, gathering, dan pameran . Untuk gathering sendiri, biasanya diadakan di taman KB (depan SMA 1) atau juga di Gerbang UNDIP Pleburan . Dari awal terbentuk hingga sekarang ini, LOEMPIA sudah mengadakan beberapa pameran di antaranya :</p>
<p style="text-align: justify;">1.<span style="white-space: pre;"> </span>Great Moment LPM GK FH UNDIP</p>
<p style="text-align: justify;">2.<span style="white-space: pre;"> </span>Caraka Festival Kreatif FISIP 2009</p>
<p style="text-align: justify;">3.<span style="white-space: pre;"> </span>Pameran Street Gallery di Jalan Pahlawan pada bulan Ramadhan tahun 2009</p>
<p style="text-align: justify;">4.<span style="white-space: pre;"> </span>Pameran “IMPERFECT” di Ours Cafe pada Oktober 2009</p>
<p style="text-align: justify;">5.<span style="white-space: pre;"> </span>Pameran “PLURART” di Toko Buku Toga Mas Bangkong  pada bulan Mei 2010</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk jenis kamera yang digunakan sangat bervariasi dari segala jenis kamera lastik maupun toycam, beberapa di antanya yaitu fujuca m1, disderi, holga, fisheye, octopus, dll . Untuk memperoleh kamera tersebut, biasanya anak-anak LOEMPIA saling berbagi info untuk tempat penjualannya baik lewat media internet maupun mencari di pasar loak . Waktu yang ada di saat kumpul-kumpul juga digunakan anak-anak LOEMPIA untuk sharing berbagai hal mulai dari tempat cuci scan yang murah, tempat beli film, hingga trik-trik baru dalam bermain kamera palstik dan toycam . Seiring dengan perjalannya, LOEMPIA juga pernah masuk di beberapa media di antaranya Suara Merdeka, Radar Semarang, Prambors, Sonora, dan Trax . Bagi anda yang ingin tahu lebih banyak mengenai LOEMPIA, bisa bergabung di group facebook LOEMPIA (Koloni  Pecinta Kamera Plastik Semarang) atau juga di YM <a href="mailto:loempia.kameraplastik@yahoo.com"><span style="text-decoration: underline;"><span><span style="color: #000000;"><span style="text-decoration: none;">loempia.kameraplastik@yahoo.com</span></span></span></span></a></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><span><span style="color: #000000;"><span style="text-decoration: none;"><a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=77554970349&amp;ref=search">http://www.facebook.com/group.php?gid=77554970349&amp;ref=search</a></span></span></span></span></p>
<div><span style="font-family: 'Times New Roman', 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: small;"><span style="line-height: normal;"><br />
</span></span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2010/06/18/loempia-koloni-pecinta-kamera-plastik-semarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PSM  UNDIP  JUARA  I  TINGKAT  JAWA</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2010/06/06/psm-undip-juara-i-tingkat-jawa/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2010/06/06/psm-undip-juara-i-tingkat-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 06:51:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[FISIP]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[Undip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi prestasi membanggakan ditorehkan oleh tim Paduan Suara Mahasiswa Universitas Diponegoro.Tim PSM (Paduan Suara Mahasiswa) UNDIP meraih juara pertama di ajang Lomba Paduan Suara tingkat Jawa yang diadakan pada tanggal 19 – 20 Mei 2010 di Universitas Semarang.Dalam event tersebut tim PSM ini mengatasnamakan dirinya sebagai VOCE MEA, hal ini dilakukan sebab dalam tim [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_440" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-440" title="30604_1360990542690_1169358817_30863138_5415760_n" src="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/30604_1360990542690_1169358817_30863138_5415760_n-300x200.jpg" alt="PSM Mahasiswa Universitas Diponegoro" width="300" height="200" /><p class="wp-caption-text">PSM Mahasiswa Universitas Diponegoro</p></div>
<p style="text-align: justify;">Satu lagi prestasi membanggakan ditorehkan oleh tim Paduan Suara Mahasiswa Universitas Diponegoro.Tim PSM (Paduan Suara Mahasiswa) UNDIP meraih juara pertama di ajang  Lomba Paduan Suara tingkat Jawa yang diadakan pada tanggal 19 – 20 Mei 2010 di Universitas Semarang.Dalam event tersebut tim PSM ini mengatasnamakan dirinya sebagai VOCE MEA, hal ini dilakukan sebab dalam tim ini ada sebagian alumni UNDIP yang terlibat di dalamnya.<span id="more-439"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tim yang dipimpin Bode sebagai konduktor ini terdiri dari 40 orang, mengikuti perlombaan dalam dua kategori yaitu kategori Female dan Folklore (lagu daerah).Lagu-lagu seperti Sebentuk Asa, Mahadaya Cinta, Yamko Rambe Yamko dibawakan untuk kategori Female,Motor-motor Cilik dilantunkan untuk kategori Folklore.Terdapat 6 peserta dalam kategori Female dan 14 peserta dalam kategori Folklore.</p>
<p style="text-align: justify;">Latihan rutin yang dilakukan hampir setiap hari  selama kurang lebih 3 jam, dan tiap Sabtu Minggu bersama pelatih asal Jogjakarta ditambah dengan persiapan lain yang matang menjelang perlombaan memperkuat kualitas tim paduan suara ini, sehingga mampu menembus berbagai perlombaan baik tingkat Universitas, tingkat Jawa maupun tingkat Nasional.Dan salah satu hasil nyatanya adalah sebuah piala, sertifikat dan uang pembinaan berhasil dimenangkan dalam perlombaan tingkat Jawa ini.Rencananya pada bulan Juli,tim PSM UNDIP akan mengikuti Festival Paduan Suara di ITB Bandung yang merupakan acara rutin tingkat nasional yang diadakan dua tahun sekali.Selain itu, tim PSM UNDIP ini dikenal sebagai tim yang kreatif dan selalu produktif.Buktinya dalam setiap perlombaan paduan suara, tim ini selalu menyuguhkan aransemen yang selalu berbeda pada tiap lagu-lagu yang mereka bawakan terutama lagu-lagu daerah.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga berbagai prestasi dan potensi yang ada dalam tim ini dapat terus berkembang dan mendapat perhatian dari berbagai pihak, sehingga dapat terus membawa nama baik UNDIP di berbagai ajang perlombaan.Semoga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2010/06/06/psm-undip-juara-i-tingkat-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Delegasi Undip Berangkat Ke Harvard</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2010/01/23/delegasi-undip-berangkat-ke-harvard/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2010/01/23/delegasi-undip-berangkat-ke-harvard/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 13:21:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi salah satu delegasi dari universitas dimana kita belajar adalah hal yang sangat membanggakan.Apalagi menjadi delegasi untuk ajang-ajang Internasional.  Hal inilah yang dialami oleh salah satu mahasisiwi Universitas Diponegoro,Ary Adiati. Ary Adiati adalah salah satu mahasisiwi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ,jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2006. Gadis kelahiran Semarang,18 Juni 1988 ini adalah salah satu delegasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-258" title="Ari Ardiati" src="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/2010/01/foto1.jpeg" alt="Ari Ardiati" width="152" height="202" />Menjadi salah satu delegasi dari universitas dimana kita belajar adalah hal yang sangat membanggakan.Apalagi menjadi delegasi untuk ajang-ajang Internasional.  Hal inilah yang dialami oleh salah satu mahasisiwi Universitas Diponegoro,Ary Adiati. Ary Adiati adalah salah satu mahasisiwi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ,jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2006. Gadis kelahiran Semarang,18 Juni 1988 ini adalah salah satu delegasi Universitas Diponegoro yang akan berangkat ke Boston,Amerika Serikat pada awal bulan Februari ini. Mereka akan menghadiri Harvard Model United Nations (HNMUN) 2010 dan berada disana sekitar 10 hari. Delegasi Universitas Diponegoro terdiri dari 15 mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas. Ary Adiati sendiri merupakan satu-satunya mahasiswi yang berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.<br />
<span id="more-256"></span><br />
Model United Nations adalah forum dimana para mahasiswa dari seluruh dunia berkumpul dan melatih berbagai diplomatic skill dan critical thinking dengan cara berdebat dan berdiskusi tentang issue-issue internasional dalam sebuah simulasi sidang PBB. Para delegasi dari berbagai negara akan dibagi menjadi beberapa komisi, yang di dalamnya membahas berbagai issue sesuai dengan spesialisasinya masing-masing. Ada yang berkaitan dengan krisis ekonomi global, pertahanan dan keamanan internasional, sampai regional issues.</p>
<p>Di sana delegasi dari Universitas Diponegoro akan berperan sebagai perwakilan dari pemerintah Paraguay. Dalam kongres tersebut  segala kebijakan yang diusulkan oleh para delegasi dari Universitas Dipoonegoro akan membela kepentingan Paraguay dan tidak boleh bertentangan dengan peraturan dan kebijakan yang berlaku di Paraguay saat ini. “Hmm… yang jelas kita harus nyiapin yang namanya Position Paper. Masing-masing delegasi menyiapkan Position Paper yang berbeda-beda, sesuai dengan penempatan komisinya. Kebetulan saya ditempatkan di ‘Special Political and Decolonization Comission.’ Issue yang dibahas nanti berkaitan dengan peaceful use of outer space dan gun proliferations. Position Paper yang kita buat, seperti yang udah saya bilang tadi, enggak boleh bertentangan dengan country assignment kita, yakni Paraguay,&#8221; ungkap Ari<br />
Pihak Universitas sendiri bersedia enanggung 50% dari biaya keseluruhan. Saat ini para delegasi sedang berusaha untuk mencari sponsor dari berbagai instansi dan perusahaan.</p>
<p>Kebetulan baru-baru ini Undip mendirikan sebuah organisasi yang beranggotakan mahasiswa-mahasiswa yang memiliki minat dan kemampuan yang berkaitan dengan hubungan Internasional. Organisasi ini bernama Internasional Office (IO).Ary yang merupakan koordinator IO berkesempatan mengikuti seleksi HNUMN ini. Seleksi yang dilakukan tidak terbatas pada anggota IO, jumlah peserta seleksi ini berjumlah hingga 90 orang.<br />
“Keluarga, sahabat, dan teman-teman kampus juga sangat senang dan bangga dengan kesempatan yang saya peroleh ini”, ujar putri dari Ir. E. Hermanto ini.</p>
<p>Banyak suka duka yang telah dialami oleh para delegasi dan Ary khususnya. Kesempatan untuk mengikuti HNMUN sudah merupakan suatu karunia untuk Ary dan delegasi yang lain. Ary bertutur, ia sempat disibukan karena harus bolak-balik Semarang-Jakarta untuk mengikuti berbagai proses seleksi hingga mengurus berbagai persiapan untuk keberangkatan ke Amerika Serikat. Ditambah lagi Ary sedang menjalani kerja praktek di Departemen Luar Negeri.</p>
<p>Dengan dikirimnya beberapa  mahasiswa Universitas Diponegoro ke Harvard, akan membawa keuntungan sendiri bagi Universitas Diponegoro. Ini merupakan kesempatan pertama bagi Universitas Diponegoro untuk berkiprah di kancah Internasional.Tentunya ini akan mengangkat nama Universitas Diponegoro di mata Internasional. (OpiniOL-Angita, Lintang)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2010/01/23/delegasi-undip-berangkat-ke-harvard/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

