<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>OPINI ONLINE</title>
	<atom:link href="http://www.majalahopini.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.majalahopini.com</link>
	<description>Go Online Journalism</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 16:55:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>Persyaratan Registrasi Semester Genap 2011 / 2012 Fisip Undip</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2012/01/17/persyaratan-registrasi-semester-genap-2011-2012-fisip-undip/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2012/01/17/persyaratan-registrasi-semester-genap-2011-2012-fisip-undip/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 16:55:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1261</guid>
		<description><![CDATA[Kepada seluruh Mahasiswa Fisip Undip diberitahukan bahwa mulai semester genap 2011 / 2012 sebelum melakukan registrasi dan pengisian KRS online , diwajibkan untuk : Melakukan Evaluasi  PBM (Proses Belajar Mengajar ) Dosen Langkah – langkah : Download Aplikasi sia_mhs_online melalui website FISIP www.fisip.undip.ac.id dan ikuti petunjuk penggunaannya. Khusus angkatan 2011 password dapat dimintakan ke dosen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada seluruh Mahasiswa Fisip Undip diberitahukan bahwa mulai semester genap 2011 / 2012 sebelum melakukan registrasi dan pengisian KRS online , diwajibkan untuk :</p>
<ol>
<li>Melakukan Evaluasi  PBM (Proses Belajar Mengajar ) Dosen</li>
</ol>
<p><strong><em><span style="text-decoration: underline;">Langkah – langkah :</span></em></strong></p>
<ul>
<li>Download Aplikasi <strong>sia_mhs_online </strong>melalui website FISIP <a href="http://www.fisip.undip.ac.id/">www.fisip.undip.ac.id</a> dan ikuti petunjuk penggunaannya.</li>
<li>Khusus angkatan 2011 password dapat dimintakan ke dosen wali masing – masing , bagi angkatan 2010 dan sebelumnya , password sama dengan saat entry KRS semester gasal 2011 / 2012</li>
<li>Evaluasi PBM dapat dilakukan mulai tanggal 4 januari 2012</li>
<li>Evaluasi PBM sebagai syarat entry krs online</li>
</ul>
<ol>
<li>Melakukan pembayaran SPP / PRKP semester genap 2011 / 2012 (mulai tanggal 23 Januari – 7 Februari 2012 )</li>
<li>Melakukan Entry Kartu Rencana Studi ( KRS ) Online semester genap 2011 / 2012 bisa dilakukan lewat website FISIP : <a href="http://www.fisip.undip.ac.id/">www.fisip.undip.ac.id</a>      ( Sistem Informasi Akademik )</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2012/01/17/persyaratan-registrasi-semester-genap-2011-2012-fisip-undip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FISIP Undip Terima Hibah Sepeda</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2012/01/17/fisip-undip-terima-hibah-sepeda/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2012/01/17/fisip-undip-terima-hibah-sepeda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 16:39:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[FISIP]]></category>
		<category><![CDATA[Undip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1255</guid>
		<description><![CDATA[Semarang (LPM OPINI) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mendapatkan hibah 28 unit sepeda dari Universitas Diponegoro (Undip) sebagai wujud kerjasama dengan Bank Mandiri pada hari Rabu, 11 Januari 2012. Sepeda yang kini berjejer rapi di lobi gedung A FISIP UNDIP tersebut, diperuntukkan bagi seluruh civitas akademika FISIP Undip. Tidak hanya FISIP, seluruh fakultas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Semarang (LPM OPINI)</strong> – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mendapatkan hibah 28 unit sepeda dari Universitas Diponegoro (Undip) sebagai wujud kerjasama dengan Bank Mandiri pada hari Rabu, 11 Januari 2012. Sepeda yang kini berjejer rapi di lobi gedung A FISIP UNDIP tersebut, diperuntukkan bagi seluruh <em>civitas akademika</em> FISIP Undip. Tidak hanya FISIP, seluruh fakultas di UNDIP juga mendapatkan hibah sepeda dengan kuota yang berbeda.</p>
<p>Sepeda tersebut nantinya dipergunakan untuk menunjang acara sepeda santai yang dilakukan setiap hari Jum’at maupun sebagai sarana transportasi dan olahraga oleh <em>civitas akademika</em>. Peminjaman sepeda sudah bisa dilakukan sejak Kamis, 12 Januari 2012 dengan cara menitipkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) ke satpam sebagai jaminan. Sepeda-sepeda ini hanya dipergunakan di lingkungan  kampus Undip dan bebas selama satu hari. Menurut Bapak Sukita, Kasubag Umum &amp; Pengelolaan Aset FISIP Undip  mengatakan “Dekan dan Pembantu Dekan II telah menyampaikan perihal sepeda tersebut kepada para dosen yang menjadi dosen wali untuk selanjutnya disampaikan kepada mahasiswa”.</p>
<p>Namun, beberapa mahasiswa Fisip Undip belum mengetahui tentang adanya peminjaman sepeda ini, <em>“Ndak tau ik, ndak buat CFD sepedanya? Like this yo kalo ada sepeda, aku meh pinjem ah”</em>, tutur Dewani Rahmaharani, Mahasiswa Administrasi Perkantoran dan Kesekretariatan dengan wajah sumringah. Dyah Woro Anggraini Mahasiswa Ilmu Komunikasi ini juga tidak mengetahui keberadaan sepeda tersebut saat diwawancarai, <em>“Aku nggak tau, emang buat apa to sepedanya?”</em>.</p>
<p>Hingga Kamis siang sudah ada yang melakukan peminjaman. Bapak Wahyu selaku Pembantu Dekan III dan tim ULP FISIP telah meminjam sepeda guna transportasi menuju gedung ICT Center. Pihak FISIP telah menyiapkan pompa dan rantai untuk merawat sepeda tersebut. Saat ditanya mengenai rencana menambah kuota sepeda, Bapak Sukita mengatakan bahwa itu semua tergantung dari pihak Bank, alumni, dan donatur jika berkeinginan menambah kuota sepeda. Beliau sebagai perwakilan dari pihak FISIP Undip juga menyampaikan terima kasih kepada Undip dan Bank Mandiri yang telah menyumbangkan sepeda kepada <em>civitas akademika</em>. Beliau juga berharap, agar seluruh <em>civitas akademika</em> bersama-sama merawat dan menggunakan dengan baik sepeda-sepeda yang telah dihibahkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="right"><em>Reporter : Pipin Fajar P. Lestari</em></p>
<p align="right"><em>Foto:  Pipin Fajar P. Lestari</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2012/01/17/fisip-undip-terima-hibah-sepeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manusia Setengah Salmon: Sebuah kepastian dan keberanian untuk pindah</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2012/01/17/manusia-setengah-salmon-sebuah-kepastian-dan-keberanian-untuk-pindah/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2012/01/17/manusia-setengah-salmon-sebuah-kepastian-dan-keberanian-untuk-pindah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 16:34:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1248</guid>
		<description><![CDATA[ Judul : Manusia Setengah Salmon Penulis : Raditya Dika Jumlah Halaman : 272 Penerbit : Gagas Media “Hidup sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu dengan yang lainnya. Kita hidup diantaranya.” -Manusia Setengah Salmon halaman 254-. Kutipan di atas diambil dari buku karya penulis muda, Raditya Dika, baru saja terbit pada tanggal 24 Desember 2011 yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong>Judul : Manusia Setengah Salmon</p>
<p>Penulis : Raditya Dika</p>
<p>Jumlah Halaman : 272</p>
<p style="text-align: left;" align="center">Penerbit : Gagas Media<strong><br />
</strong></p>
<p><em>“Hidup sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu dengan yang lainnya. Kita hidup diantaranya.” -Manusia Setengah Salmon halaman 254-</em>.</p>
<p>Kutipan di atas diambil dari buku karya penulis muda, Raditya Dika, baru saja terbit pada tanggal 24 Desember 2011 yang lalu. Buku ke-6 ini masih ber-<em>genre</em> komedi dan non-fiksi. Di dalamnya berisi cerita-cerita baru, adapula yang diambil dari tulisan-tulisan di blog, serta cerita-cerita olahan yang diambil dari tweet-tweet <em>account</em> twitternya, @radityadika dan terrangkai dalam 19 bab.Bercerita tentang senam kentut pun menjadi pembuka buku ini. Kebiasaan ayahnya setiap pagi ini, tak jarang mengundang banyak tawa dari pembacanya. Ada juga beberapa bab yang biasa disebut-sebut anak muda saat ini, galau. Seperti bab <em>Sepotong Hati di Dalam Kardus Cokelat</em>, <em>Mencari Rumah Sempurna</em>, sampai bab <em>Manusia Setengah Salmon</em> yang berada pada bab 19. Namun, secara keseluruhan buku ini bercerita tentang kepindahan, dari pindah rumah sampai pindah hati. Gaya penulisan Raditya Dika di buku <em>Manusia Setengah Salmon</em> ini sama seperti buku sebelumnya, <em>Marmut Merah Jambu</em>. Ada horror, galau, tapi tetap diselipkan sisi komedinya.</p>
<p>Buat yang penasaran sama isi buku <em>Manusia Setengah Salmon</em> ini,  Buku ini dapat diperoleh di toko-toko buku terdekat. Buat yang bingung mau mengisi liburannya dengan apa, Buku ini dapat menjadi alternatif. Enjoy!</p>
<p align="right">
<p align="right">Yuli Kurniawaty</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2012/01/17/manusia-setengah-salmon-sebuah-kepastian-dan-keberanian-untuk-pindah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Armada Ramaikan Closing Party Smansacup dan Education Expo II 2012</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2012/01/17/armada-ramaikan-closing-party-smansacup-dan-education-expo-ii-2012/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2012/01/17/armada-ramaikan-closing-party-smansacup-dan-education-expo-ii-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 16:20:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1239</guid>
		<description><![CDATA[Semarang -  Sabtu 14 Januari 2012 yang lalu, SMA Negeri 1 Semarang (SMANSA ) mengadakan Closing Party Smansacup &#38; Education Expo II 2012. Event yang berlangsung sejak tanggal 12-14 Januari 2012 yang lalu ini, tak hanya mengadakan lomba-lomba yang diikuti siswa/siswi SMP dan SMA di kota Semarang, tapi ada juga Education Expo dari sekitar 20 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Semarang -</strong>  Sabtu 14 Januari 2012 yang lalu, SMA Negeri 1 Semarang (SMANSA ) mengadakan Closing Party Smansacup &amp; Education Expo II 2012. Event yang berlangsung sejak tanggal 12-14 Januari 2012 yang lalu ini, tak hanya mengadakan lomba-lomba yang diikuti siswa/siswi SMP dan SMA di kota Semarang, tapi ada juga Education Expo dari sekitar 20 Perguruan Tinggi Nasional dan Internasional. Dan pada kamis malamnya, telah disuguhkan pagelaran wayang kulit yang dalangnya merupakan salah satu siswa SMA Negeri 1 Semarang.</p>
<p>Closing Party yang dimulai sejak pukul 12.30 WIB ini, menampilkan penyanyi, dancer, serta dj muda yang berasal dari siswa SMANSA. Dengan mengundang band ibukota, Armada, tidak sedikit siswa/siswi dari sekolah lain ikut meramaikan dan berbaur dengan penonton lain. Dipandu 2 mc yang juga berasal dari siswi SMANSA, acara berlangsung baik dan menarik. Pengumuman pemenang lomba-lomba yang diadakan dalam event Smansacup ini juga dilakukan pada saat modern dance SMANSA selesai beraksi.</p>
<p>Sekitar pukul 16.30 WIB, Bapak Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Semarang, Drs. H. Bambang Nianto Mulyo, M.Ed, resmi menutup acara Smansacup &amp; Education Expo II 2012. Lalu, diakhir acara band Armada memulai aksinya menghibur para penonton yang didominasi oleh warga SMANSA dengan memukau. Walaupun saat itu lapangan upacara SMANSA  sedang diguyur hujan deras, tapi tak menyurutkan semangat penonton yang sedari siang sudah menunggu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="right">Reporter : Yuli Kurniawaty</p>
<p align="right">Foto : Yuli Kurniawaty</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2012/01/17/armada-ramaikan-closing-party-smansacup-dan-education-expo-ii-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Miskin Kok Mau Sekolah..?!” Sekolah dari Hongkong&#8230;!!!</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2012/01/13/%e2%80%9cmiskin-kok-mau-sekolah-%e2%80%9d-sekolah-dari-hongkong/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2012/01/13/%e2%80%9cmiskin-kok-mau-sekolah-%e2%80%9d-sekolah-dari-hongkong/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 14:42:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1226</guid>
		<description><![CDATA[Judul: “Miskin Kok Mau Sekolah..?!” Sekolah dari Hongkong&#8230;!!! Halaman: 392 halaman Penerbit: DIVA Press &#160; Sekolah merupakan tempat dimana seorang individu ditempa oleh ilmu agar ia menjadi pandai. Lebih lanjut, sekolah menjadi sarana belajar seseorang agar ia mengetahui dan memahami mana yang baik dan mana yang buruk. Ilmu yang didapatkan dari sekolah tersebut, diharapkan nantinya dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul: “Miskin Kok Mau Sekolah..?!” Sekolah dari Hongkong&#8230;!!!</p>
<p>Halaman: 392 halaman</p>
<p>Penerbit: DIVA Press</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekolah merupakan tempat dimana seorang individu ditempa oleh ilmu agar ia menjadi pandai. Lebih lanjut, sekolah menjadi sarana belajar seseorang agar ia mengetahui dan memahami mana yang baik dan mana yang buruk. Ilmu yang didapatkan dari sekolah tersebut, diharapkan nantinya dapat membuat seseorang itu mampu menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan yang akan dilaluinya. Akan tetapi, seiring prosesnya sekolah justru dijadikan sebagai suatu lahan industri. Industrialisasi pendidikan ini membuat kebutuhan pendidikan tidak bisa lagi dipenuhi oleh semua kalangan dan strata sosial dalam masyarakat. Hanya masyarakat berduit saja yang mampu mengenyam pendidikan berkualitas baik. Sementara masyarakat miskin? Dipersilakan untuk duduk di bangku reyot sekolah kualitas rendah, bahkan juga dilarang untuk sekolah!</p>
<p>Setidaknya itulah garis besar yang diceritakan Wiwid Prasetyo dalam novelnya, <em>“Miskin </em>Kok<em> Mau Sekolah..?!” Sekolah dari Hongkong&#8230;!!!</em> Dalam novel yang ia tulis tahun 2009 ini ia mencoba mengkritisi sistem pendidikan yang ia anggap diskriminatif dengan cara menggambarkan betapa susahnya masyarakat miskin untuk sekolah. Dengan mengambil latar tempat di Ibu Kota Jakarta, Wiwid menempatkan empat orang anak berusia 10 hingga 12 tahun sebagai tokoh utama dalam novelnya. Mereka bernama Riris, Budi Totol, Slamet Garuk dan Iwan Grumpung. Keempat anak tersebut berasal dari keluarga miskin yang tinggal di salah satu daerah kumuh di sudut Kota Jakarta. Kondisi keuangan keluarga mereka yang serba pas-pasan memaksa mereka untuk bekerja apa saja membantu perekonomian keluarga. Karena itulah mereka tidak bersekolah dan menjadi individu yang buta aksara.</p>
<p>Novel karya Wiwid ini dimulai dengan pertemuan antara Riris, Budi Totol, Slamet Garuk dan Iwan Grumpung. Mereka berempat hidup di jalanan dimana merupakan lingkungan yang keras. Sama seperti anak yang lainnya, mereka juga ingin bersekolah. Tapi apa daya, uang bak menjauh dari kantung keluarga mereka. Walaupun diselimuti oleh kondisi sedemikian rupa susahnya, mereka memiliki satu mimpi yakni pergi ke Perancis untuk memandang menara Eiffel dengan mata mereka sendiri. Jadilah mereka memulai mimpi mereka itu dengan merantau dan bekerja di berbagai tempat dengan terus berharap mimpi mereka tersebut dapat tercapai. Dalam perantauan mereka itulah mereka mengalami berbagai kejadian, yang tak hanya menyenangkan tapi juga kejadian menyedihkan, memalukan, dan membingungkan.</p>
<p>Novel ini dikemas dengan cukup apik sehingga dapat menarik perhatian pembaca yang melihatnya. Hal tersebut tergambar salah satunya melalui judulnya yang provokatif. Di samping itu, cover novel ini terlihat padu padan dengan cerita yang ingin pengarang utarakan. Akan tetapi, dalam novel ini kurang ada sinkronisasi antara karakter tokoh dan pola pikir serta ucapan-ucapannya. Seringkali akan dijumpai pemikiran dan ucapan-ucapan tokoh utama yang cenderung bersifat ilmiah dan tidak cocok apabila diucapkan oleh anak berusia dibawah 13 tahun dan tidak pernah bersekolah. Ketidakcocokan tersebut berpotensi membingungkan pembaca dalam memahami novel karya Wiwid ini. Terlepas dari segala kelebihan dan kekurangannya, novel ini bisa jadi cukup inspiratif. Pasalnya, ide yang dituangkan oleh Wiwid melalui novelnya ini seolah “menyentil” dunia pendidikan di Indonesia yang kerap didengungkan dengan jargon, “orang miskin dilarang sekolah!!!”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;">Pundan Rama Danumardhany</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2012/01/13/%e2%80%9cmiskin-kok-mau-sekolah-%e2%80%9d-sekolah-dari-hongkong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisata Malam di Taman Lampion Monjali</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2011/12/29/wisata-malam-di-taman-lampion-monjali/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2011/12/29/wisata-malam-di-taman-lampion-monjali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 17:46:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1216</guid>
		<description><![CDATA[Pernah menyaksikan festival lampion di Beijing, Cina beberapa bulan lalu ? Jika belum sempat menyaksikan festival lampion di Beijing jangan khawatir karena kalian tidak perlu jauh-jauh datang ke Cina untuk menyaksikan festival lampion, cukup datang ke Yogyakarta tepatnya di area Monumen Jogja Kembali atau yang biasa disebut MONJALI. Taman lampion monjali ini resmi dibuka pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah menyaksikan festival lampion di Beijing, Cina beberapa bulan lalu ? Jika belum sempat menyaksikan festival lampion di Beijing jangan khawatir karena kalian tidak perlu jauh-jauh datang ke Cina untuk menyaksikan festival lampion, cukup datang ke Yogyakarta tepatnya di area Monumen Jogja Kembali atau yang biasa disebut MONJALI.</p>
<p>Taman lampion monjali ini resmi dibuka pada tanggal 17 Desember 2011 lalu. Taman lampion ini dibuat dalam rangka memberikan daya tarik tersendiri bagi area monjali yang selama ini hanya dikenal sebagai area museum tempat penyimpanan barang-barang bersejarah. Sesuai dengan namanya di taman ini terdapat ratusan lampion berwarna-warni yang ditata sedemikian rupa dalam bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Bentuk lampion yang paling menarik perhatian pengunjung antara lain adalah lampion berbentuk tugu Yogyakarta dalam ukuran yang besar di letakan di depan pintu masuk taman lampion monjali dan replika keajaiban dunia.  Selain itu di dalam taman tersebut juga disediakan beberapa wahana bermain seperti ATV, safari train, rumah balon, fun bike, dan yang menarik adalah wahana becak mini.</p>
<p>Di taman lampion monjali ini juga ditampilkan beberapa atraksi menarik, hanya dengan membayar Rp 10.000,00 sampai Rp.20.000,00 kita sudah dapat menyaksikan atraksi-atraksi tersebut. Taman lampion monjali juga menyediakan area kuliner di lantai 1 dan lantai dasar monjali dengan harga yang relatif murah. Harga tiket untuk masuk ke area taman lampion monjali ini relatif murah yaitu Rp 10.000,00 untuk hari biasa dan Rp 15.000,00 untuk hari libur. Taman lampion monjali ini buka mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB.</p>
<p>Taman lampion monjali dapat menjadi alternatif wisata malam anda dengan teman atau keluarga jika berkunjung ke Yogyakarta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="right">Teks : Asri Mentari</p>
<p align="right">Foto : Asri Mentari</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2011/12/29/wisata-malam-di-taman-lampion-monjali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemira Perdana Jurusan Hubungan Internasional FISIP UNDIP</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2011/12/22/pemira-perdana-jurusan-hubungan-internasional-fisip-undip/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2011/12/22/pemira-perdana-jurusan-hubungan-internasional-fisip-undip/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 15:11:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[FISIP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1203</guid>
		<description><![CDATA[Semarang - Kamis 22 Desember 2011, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hubungan Internasional FISIP UNDIP mengadakan PEMIRA  untuk memilih ketua HMJ. Pemira diadakan di Boulevard gedung B dan C , kampus Fisip Undip. PEMIRA kali ini merupakan PEMIRA perdana bagi jurusan Hubungan Internasional , karena Jurusan Hubungan Internasional merupakan jurusan  baru dan baru ada di tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Semarang -</strong> Kamis 22 Desember 2011, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hubungan Internasional FISIP UNDIP mengadakan PEMIRA  untuk memilih ketua HMJ. Pemira diadakan di Boulevard gedung B dan C , kampus Fisip Undip. PEMIRA kali ini merupakan PEMIRA perdana bagi jurusan Hubungan Internasional , karena Jurusan Hubungan Internasional merupakan jurusan  baru dan baru ada di tahun ajaran ini.PEMIRA  berlangsung ramai siang tadi dengan dua kandidat yang semuanya adalah laki-laki. Mereka adalah Tahta Dika dan Rahmat Ansari. Hasil penghitungan PEMIRA ini telah dilaksanakan di hari yang sama . Dari hasil penghitungan Tahta Dika  berhak menjadi ketua HMJ Hubungan Internasional yang pertama. Siapa pun yang menjadi ketuanya, diharapkan dapat menjadikan jurusan termuda di FISIP UNDIP ini tidak kalah membanggakan dibandingkan dengan kelima jurusan “senior”nya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;">Teks : Lutfi Oktavia Dewi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2011/12/22/pemira-perdana-jurusan-hubungan-internasional-fisip-undip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Fixie” Trend anak muda atau peduli lingkungan ??</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2011/12/22/%e2%80%9cvixi%e2%80%9d-trend-anak-muda-atau-peduli-lingkungan/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2011/12/22/%e2%80%9cvixi%e2%80%9d-trend-anak-muda-atau-peduli-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 00:18:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1197</guid>
		<description><![CDATA[Trend bersepeda mulai mulai ramai di kalangan anak anak muda khususnya penggunaan   sepeda Fixie. Fixie merupakan Sepeda yang tidak menggunakan rem tangan ini diminati banyak anak muda karena tampilannya yang simpel, warna yang menarik, dan kemudahan yang ditawarkan. Sebagai pengganti rem tangan, komponen freewheel(Gear) didesain sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi kedepan maupun kebelakang. Jadi, jika  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Trend bersepeda mulai mulai ramai di kalangan anak anak muda khususnya penggunaan   sepeda Fixie. Fixie merupakan Sepeda yang tidak menggunakan rem tangan ini diminati banyak anak muda karena tampilannya yang simpel, warna yang menarik, dan kemudahan yang ditawarkan. Sebagai pengganti rem tangan, komponen freewheel(Gear) didesain sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi kedepan maupun kebelakang. Jadi, jika  ingin mengerem,  hanya perlu menahan pedal agar tidak bergerak.<span id="more-1197"></span></p>
<p>Fixie memiliki tampalan beraneka ragam. Namun ciri umumnya adalah ban kecil dan velg yang pipih. Tanpa rem, diwarnai sesuai keinginan pemiliknya. Biasanya menggunakan warna mencolok dibagian-bagian yang ingin ditonjolkan. Fixie nyaman digunakan, cocok untuk bersantai. Sepeda Fixie ini sangat cocok dengan gaya anak muda yang penuh warna .</p>
<p>Sering kita jumpai di jalan – jalan perkotaan khusunya hari minggu di area Simpang Lima Semarang kita lihat anak- anak muda menggunakan sepeda Fixie. Di area kampus kita UNDIP tak sedikit yang memilih “ngampus” menggunakan sepeda Fixie. Pada sore hari pun sering kita jumpai segerobolan anak muda bersepeda di area Tembalang.</p>
<p>Apakah bersepeda Fixie hanya sekedar trend anak muda  semata atau memang peduli lingkungan ??</p>
<p>Namun bersepeda memiliki manfaat tersendiri seperti mengurangi polusi. Dengan menggunakan sepeda kita sudah  menghemat uang transportasi. Bersepeda juga dapat mengurangi stress, bersepeda merupakan terapi untuk pikiran dan jiwa. Kegiatan ini menyenangkan dan dapat membuat diri  bahagia. Bersepeda adalah terapi untuk sistem kardio-vaskular, hidup jadi lebih sehat. bersepeda secara rutin dapat membuat otot lebih baik, peningkatan massa pada tulang dan kulit lebih cerah. Dengan bersepeda secara teratur dapat mengurangi berat badan, tentunya  dengan  tetap menjaga kebiasaan makan yang sehat. olahraga ini  merupakan kegiatan awal yang baik bagi orang yang mengalami obesitas dan membantu mereka dalam perjalanan mereka untuk hidup yang lebih sehat.</p>
<p style="text-align: right;" align="right">Fitri</p>
<p style="text-align: right;">Foto : www.google.co.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2011/12/22/%e2%80%9cvixi%e2%80%9d-trend-anak-muda-atau-peduli-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

