<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>OPINI ONLINE</title>
	<atom:link href="http://www.majalahopini.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.majalahopini.com</link>
	<description>Go Online Journalism</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Sep 2010 09:05:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>AIESEC-ASHOKA Young Changemaker Project</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2010/09/03/601/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2010/09/03/601/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 09:04:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[NEWS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=601</guid>
		<description><![CDATA[
After collecting delegates from Community Gathering that was attended by a lot of community and non government organization , finally, AAYCM Project presents a great workshop “dream it, do it, grow it”. The workshop purpose for cultivating young people who have an initiative or planning for held a project related Human Rights sector. It held [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;"><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><a rel="attachment wp-att-600" href="http://www.majalahopini.com/2010/09/03/601/aisec-3/"><img class="alignleft size-full wp-image-600" style="border: 1px solid black; margin: 1px;" title="aisec" src="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/aisec2.jpg" alt="aisec" width="306" height="248" /></a>After collecting delegates from Community Gathering that was attended by a lot of community and non government organization , finally, AAYCM Project presents a great workshop “dream it, do it, grow it”. The workshop purpose for cultivating young people who have an initiative or planning for held a project related Human Rights sector. It held on Saturday until Sunday, July 17th-18th 2010 in Wisma Papandayan Semarang start from 2 pm on Saturday.<span id="more-601"></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;"><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Attended by 18 participant from 7 team with different community, Workshop Dream it, Do it, Grow it were very extraordinary agenda. Guide by Dimas Suryo (Vice President of Talent Management AIESEC LC UNDIP), the agenda start from Introduction to AIESEC and it’s member, introduction each other from delegates. Social Issue and Human Rights, Discover, Dream, Design, and Deliver session held sustainably by each Facilitator which are the organizing committee itself. Kak Echin deliver the material about Social Issue and human rights, Akbar for Discover, Raras for Dream, Dimas for Design and Icha for Deliver. </span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">All delegates were very interesting with the material that delivered by facilitator. They also do the role dance with all of AIESECers. The Workshop itself aimed for cultivating youth in Semarang and around who has a project based on human rights issue to improve their project to be more unique, impactful, visionary, and sustainably. The Follow up from workshop itself are the team from AIESEC-ASHOKA Youg Changemaker Project (They are Kak Echin as Coach and Mentor, Raras as OCP, Akbar as OC Communication and Program, Dimas as OC Marketing, and Icha as OC Finance) will keep contact to the all of delegates for do the controlling all the project and make sure that the project done align with our vision and our destination. The Controlling will held until the end of October, so after that time we’ll do the selection for all team to send them to ASHOKA panel selection and will have 20 best project nationally and the end the event there are Youthpreneurship Forum and the Young Changemakers will be award there. So, we hope We can sent AIESEC LC UNDIP representative to be young Changemakers 2010.</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2010/09/03/601/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Fisip Hobi Mengantri</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2010/09/02/mahasiswa-fisip-hobi-mengantri/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2010/09/02/mahasiswa-fisip-hobi-mengantri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 12:43:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[FISIP]]></category>
		<category><![CDATA[NEWS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=596</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum di sibukkan dengan rencana libur lebaran dan rencana-rencana untuk pulang kampong serta kembali dengan aktifitas kuliah seperti biasa.Mahasiswa FISIP Undip kembali disibukkan dengan rutinitas yang hamper mereka hadapi setiap tahun,setiap pergantian semester baru,mulai mengurus Kartu Rancangan Study(KRS) atau konsultasi dengan dosen wali masing-masing lalu diakhiri dengan input KRS.
Input KRS yang bertempat di lobby kampus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-595" href="http://www.majalahopini.com/2010/09/02/mahasiswa-fisip-hobi-mengantri/ddd/"><img class="alignleft size-medium wp-image-595" title="ddd" src="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/ddd-300x199.jpg" alt="ddd" width="300" height="199" /></a>Sebelum di sibukkan dengan rencana libur lebaran dan rencana-rencana untuk pulang kampong serta kembali dengan aktifitas kuliah seperti biasa.Mahasiswa FISIP Undip kembali disibukkan dengan rutinitas yang hamper mereka hadapi setiap tahun,setiap pergantian semester baru,mulai mengurus Kartu Rancangan Study(KRS) atau konsultasi dengan dosen wali masing-masing lalu diakhiri dengan input KRS.<span id="more-596"></span><br />
Input KRS yang bertempat di lobby kampus FISIP tembalang dibuka mulai tanggal 16 Agustus kemarin dari jam 07.00 sampai 16.00.mulai dari pagi hingga menjelang sore lobby terus dipenuhi dengan aktifitas-aktifitas mahasiswa yang masih berkutik dengan kertas KRS dan antrian panjang.”Puasa-puasa antre KRS,petugas didalam malah maenan facebook” keluh salah satu mahasiswa yang dengan sabar mengantre ditengah panasnya suasana kampus saat puasa.diharapkan dengan penggunaan gedung kampus baru,juga nantinya diikuti dengan system yang lebih baru juga.Untuk memudahkan aktifitas-aktikitas mahasiswa nantinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2010/09/02/mahasiswa-fisip-hobi-mengantri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tamparan Pong Harjatmo Bagi Pemerintah</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2010/07/30/tamparan-pong-harjatmo-bagi-pemerintah/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2010/07/30/tamparan-pong-harjatmo-bagi-pemerintah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 15:43:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[NEWS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[
 Hari jumat tanggal 30 juli 2010 ini mungkin akan dikenang oleh anggota DPR setidaknya sampai masa jabatan mereka berakhir 2014 nanti. Bagaimana tidak? Seorang artis senior kita yakni Pong Harjatmo berhasil “menampar” seluruh isi DPR. Aksinya mencoret atap gedung kura-kura dengan pylox melalui tiga kata yang sangat tajam yakni JUJUR,TEGAS,ADIL berhasil membuat heboh DPR.

 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/pong-harjatmo.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-577" title="pong-harjatmo" src="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/pong-harjatmo.jpg" alt="pong-harjatmo" width="400" height="300" /></a></p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; font: 12.0px 'Times New Roman';"><span style="white-space: pre;"> </span>Hari jumat tanggal 30 juli 2010 ini mungkin akan dikenang oleh anggota DPR setidaknya sampai masa jabatan mereka berakhir 2014 nanti. Bagaimana tidak? Seorang artis senior kita yakni Pong Harjatmo berhasil “menampar” seluruh isi DPR. Aksinya mencoret atap gedung kura-kura dengan pylox melalui tiga kata yang sangat tajam yakni JUJUR,TEGAS,ADIL berhasil membuat heboh DPR.</p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; font: 12.0px 'Times New Roman';">
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; font: 12.0px 'Times New Roman';"><span style="white-space: pre;"> </span>Pong yang melakukan aksinya dikarenakan kekecewaan yang teramat sangat terhadap kinerja para wakil rakyat ini dirasa sangat wajar. Karena Pong tidak sendirian. Ada jutaan Pong yang sudah sangat kecewa dengan pola dan tingkah laku Anggota Dewan Kita.<span id="more-521"></span></p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; font: 12.0px 'Times New Roman';"><span style="white-space: pre;"> </span>Awal mulai jabatan mereka boleh baik dengan mengusut kasus century sampai larut malam,teriak lantang menyerukan keadilan,uang rakyat,tapi apa yang kita dengar beberapa bulan kemudian? Kasus century dihentikan begitu saja. Masalah Tabung elpiji? Saat ratusan korban telah jatuh akibat bom-bom berukuran 3 kg ini kita malah mendengar anggota DPR yang meminta dana aspirasi sebesar 15 milyar. Belum lagi yang sangat memprihatinkan adalah kebiasaan bolos mereka yang sangat tidak mencerminkan keadaan anggota dewan.</p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; font: 12.0px 'Times New Roman';">
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; font: 12.0px 'Times New Roman';"><span style="white-space: pre;"> </span>Tamparan Pong bukan hanya milik DPR tapi tamparan bagi seluruh jajaran masyarakat,terutama Pemerintah. Dimana semua menuntut adanya penambahan fasilitas untuk peningkatan kualitas pekerjaan namun sebenarnya yang dibutuhkan oleh seluruh jajaran pemerintah kita adalah tiga kata maut tersebut yakni Jujur,Tegas,dan Adil. Dimana sudah tidakan jujur,tegas,dan adil sudah langka pada diri pemerintah.</p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; font: 12.0px 'Times New Roman';">
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; font: 12.0px 'Times New Roman';"><span style="white-space: pre;"> </span>Tamparan Pong merupakan bukti bahwa ketika rakyat sudah muak dengan apa yang dilakukan Pemerintah dan DPR dan ketika hati nurani dan suara sudah tidak terdengar maka Rakyat berhak bertindak.</p>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Times New Roman', 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: small;"><span style="line-height: normal;"><br />
</span></span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2010/07/30/tamparan-pong-harjatmo-bagi-pemerintah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemindahan Ibu Kota? Perlukah?</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2010/07/30/pemindahan-ibu-kota-perlukah/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2010/07/30/pemindahan-ibu-kota-perlukah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 15:19:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[ENTERTAINMENT]]></category>
		<category><![CDATA[NEWS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=516</guid>
		<description><![CDATA[ 

“Gila,Gua muak banget sama rutinitas gua,bangun pagi berangkat kena macet sampe kantor ketemu bos yang banyak maunya bikin gua tertekan,nyampe rumah capek besoknya kaya gitu lagi”. Penggalan kalimat diatas bukanlah sebuah kalimat biasa. Kalimat ini ada pada lirik lagu Seringai yang berjudul Membakar Jakarta. Sebuah kalimat yang sudah pasti ada dalam diri setiap masyarakat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="font: normal normal normal 12px/normal 'Times New Roman'; text-align: justify; margin: 0px;"><em><span style="white-space: pre;"> <a href="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/2009128Macet-Jakarta.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-575" title="2009128Macet Jakarta" src="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/2009128Macet-Jakarta.jpg" alt="2009128Macet Jakarta" width="448" height="298" /></a><br />
</span></em></p>
<p>“Gila,Gua muak banget sama rutinitas gua,bangun pagi berangkat kena macet sampe kantor ketemu bos yang banyak maunya bikin gua tertekan,nyampe rumah capek besoknya kaya gitu lagi”. Penggalan kalimat diatas bukanlah sebuah kalimat biasa. Kalimat ini ada pada lirik lagu Seringai yang berjudul Membakar Jakarta. Sebuah kalimat yang sudah pasti ada dalam diri setiap masyarakat Ibu Kota Kita tercinta ini Kota Jakarta.<span id="more-516"></span></p>
<p>Bayangkan dengan rutinitas bangun jam setengah lima pagi. Berangkat setengah enam. Bahkan jam lima bagi yang rumahnya di Bekasi,Citeureup,Bogor dan terkena macet sehingga harus sampai kantor jam sembilan pagi. Setelah itu tekanan pekerjaan,target perusahaan,kepuasan klien. Dan pulang kantor jam lima petang. Langsung sampe rumah? Enak saja. Para pekerja ini harus menempuh kemacetan yang bisa sampai tiga jam. Sehingga bukan tidak mungkin baru sampai rumah jam sembilan malam. Segera istirahat? Mungkin tidak, bagi yang sudah berkeluarga harus mendengar keluh-kesah anggota keluarga yang lainnya atau mungkin mendengarkan tuntutan-tuntutan dari anak,istri,mungkin orangtua. Baru tidur jam sebelas dan esoknya kembali seperti siklus yang dijelaskan tadi.</p>
<p>Kasihan? Ya memang seperti itu apa yang ada di ibukota kita tercinta. Siapa yang disalahkan? Mungkin semua salah.</p>
<p>Apa solusinya? Batasi kendaraan? Angkutan umum diperbanyak dan harus memadai? Kurangi kendaraan roda dua? Perluasan jalan? Ganti Gubernur? Pindahkan Ibu Kota??</p>
<p>Pindahkan Ibu Kota? Hmmmm.. sebuah wacana yang sudah ada dipikiran Bapak Bangsa kita Bung Karno semenjak tahun 1950an yang lalu. Bisa dibilang Bung Karno sudah mampu memperkirakan apa yang akan terjadi 60 tahun kemudian. Jakarta sudah tidak layak dijadikan Ibu Kota.</p>
<p>Pusat pemerintahan?iya,Pusat perekonomian?iya,Pusat pekerjaan?iya,Pusat industri entertainment?iya,Pusat segala kemacetan?Tentu saja!!. sudah banyak sekali masalah di kota Jakarta. Kemacetan,lapangan pekerjaan,sarana transportasi,banjir,masalah padatnya penduduk,dan mungkin ancaman bencana alam.</p>
<p>Memang mungkin sudah saatnya ide Bung Karno itu direalisasikan. Tapi kemana? Kota mana yang akan menjadi Ibu Kota kita? Yang jelas dimanapun kota itu tidak di Pulau Jawa tepatnya.</p>
<p>Pemindahan Ibu Kota banyak tertuju kepada Kota Palangkaraya. Kota di Kalimantan Tengah ini dirasa Ideal sebagai Ibu Kota yang baru. Karena letaknya yang berada ditengah Negara ini. Di condong ke Barat dan Timur. Sehingga dirasakan tidak ada lagi kecemburuan dari daerah lain. Serta bila dilihat dari letaknya Palangkaraya bebas dari ancaman Gema bumi karena tidak berada dalam kawasan lingkaran Pasifik atau ring of fire. Dan Palangkaraya sangat luas,luasnya mencapai 2.678,51 km persegi. Sedangkan Jakarta hanya 661,52 km persegi. Dengan pemindahan ini bisa dijadikan pertumbuhan yang merata di penjuru daerah. Pembangunan tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.</p>
<p>Pemindahan tentu saja memerlukan biaya yang sangat besar. Bisa mencapai ratusan triliun dan waktu yang tidak sebentar untuk menjadikan Palangkaraya benar-benar ibu kota. Perlu pembangunan dan pemukiman bagi para pegawai pemerintahan.</p>
<p>Apakah hanya ini solusi terakhir untuk mengatasi masalah ibu kota?apakah seluruh pemerintahan pindah ke Palangkaraya? Sebenarnya ada solusi lain yakni penyebaran pemerintahan di seluruh daerah. Misal, Kantor Presiden dan Wakil di Palangkaraya, Menteri perekonomian beserta keuangan,perdagangan berada di Batam atau Jakarta. Menteri Hukum dan Ham di Makassar, Menteri pariwisata di Bali, Menteri Agama di Solo. Menteri sosial di Papua. Dll. Hal ini dirasa efektif untuk lebih membangun daerah-daerah yang lain. Tidak hanya menempatkan semuanya di satu kota.</p>
<p>Isu yang ramai jelas jadi perhatiannya banyak masyarakat. Dan jangan sampai wacana ini hanya hangat-hangat tai ayam. Hanya rame diawal dan hilang kemudian seperti kasus yang sudah-sudah.</p>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Times New Roman', 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: small;"><span style="line-height: normal;"></p>
<p></span></span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2010/07/30/pemindahan-ibu-kota-perlukah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengoptimalkan Peran Pers Mahasiswa Sebagai Media Pengaktualisasian Diri</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2010/07/16/mengoptimalkan-peran-pers-mahasiswa-sebagai-media-pengaktualisasian-diri/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2010/07/16/mengoptimalkan-peran-pers-mahasiswa-sebagai-media-pengaktualisasian-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 05:35:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=513</guid>
		<description><![CDATA[Media merupakan salah satu sarana/alat komunikasi, yang juga mempunyai beberapa fungsi lain dalam keseharian kita. Selain untuk berkomunikasi antar sesama, media juga digunakan oleh orang-orang untuk publikasi, dan juga mengaktualisasikan dirinya.
Saat ini media yang sedang menjamur dan sangat digemari kalangan anak muda untuk berkomunikasi, mempublikasikan diri dan mengaktualisasikan diri adalah situs jejaring sosial semacam Facebook, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Media merupakan salah satu sarana/alat komunikasi, yang juga mempunyai beberapa fungsi lain dalam keseharian kita. Selain untuk berkomunikasi antar sesama, media juga digunakan oleh orang-orang untuk publikasi, dan juga mengaktualisasikan dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini media yang sedang menjamur dan sangat digemari kalangan anak muda untuk berkomunikasi, mempublikasikan diri dan mengaktualisasikan diri adalah situs jejaring sosial semacam Facebook, Twitter, dsb. Padahal sebenarnya ada media yang lebih tepat untuk digunakan dan dimanfaatkan khususnya bagi kalangan mahasiswa, yaitu pers mahasiswa (persma).<span id="more-513"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pers mahasiswa merupakan penerbitan pers dalam bentuk <a title="Majalah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Majalah">majalah</a>, <em><a title="Newsletter" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Newsletter">newsletter</a></em>, tabloid atau media <em>online</em>, yang benar-benar dikelola oleh mahasiswa. Mulai dari pencarian berita/informasi, penyusunan, pengeditan, pra-cetak dan distribusi dilakukan oleh mahasiswa. Pangsa pasar dari pers mahasiswa adalah mahasiswa Perguruan Tinggi itu sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Pers mahasiswa sebagai media publisitas dimaksudkan agar pers mahasiswa dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk mempublikasikan dirinya. Misalnya dengan menulis artikel tentang hal-hal keteknikan untuk mahasiswa teknik, masalah hukum untuk mahasiswa hukum, dsb. Atau dengan menjadi aktivis pers mahasiswa itu sendiri, sehingga dirinya akan lebih dikenal oleh publik (populer).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal aktualisasi diri, pers mahasiswa merupakan salah satu media yang lebih tepat bagi mahasiswa, untuk lebih mengembangkan dan mengasah segala bakat yang dimilikinya. Disinilah mahasiswa dapat mengeksplor dan menyalurkan segala potensi yang ada dalam dirinya dan akan lebih terasa manfaatnya, daripada hanya sekedar mengaktualisasikan diri dengan mengupdate status di facebook, twitter dan sejenisnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itulah, sebaiknya mahasiswa lebih cerdas dalam memilih dan memilah  media komunikasi. Terutama dalam pemanfaatan media pers mahasiswa secara optimal, dalam rangka berkomunikasi, mempublikasikan diri, dan juga untuk mengaktualisasikan diri daripada hanya melalui jejaring sosial saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis,</p>
<p style="text-align: justify;">Pramudi Arsiwi</p>
<p style="text-align: justify;">Mahasiswi S1 Teknik Industri</p>
<p style="text-align: justify;">Fakultas Teknik UNDIP</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2010/07/16/mengoptimalkan-peran-pers-mahasiswa-sebagai-media-pengaktualisasian-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Long History Of Ska Music</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2010/07/16/long-history-of-ska-music/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2010/07/16/long-history-of-ska-music/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 05:33:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=510</guid>
		<description><![CDATA[
Adalah Perang Dunia II yang mengubah segalanya. Kekuasaan Inggris terhadap negara-negara jajahannya runtuh sebelum masa PD II &#38; terpecah belah pada saat pertengahan masa peperangan. Inggris memeberikan kemerdekaan kepada negara-negara jajahannya setelah mendapat tekanan dari pemerintahan kolonial. Pada tahun 1962 Jamaika membentuk pemerintahan sendiri meskipun masih tetap sebagai negara persemakmuran. Budaya Jamaika &#38; musiknya mulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 392px"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_iilrj5YGWb8/SNf9gaKc_AI/AAAAAAAAANY/XPK-OuoSURY/S660/ska-jazz.gif" alt="Musik SKA" width="382" height="295" /><p class="wp-caption-text">Musik SKA</p></div>
<p style="text-align: justify;">Adalah Perang Dunia II yang mengubah segalanya. Kekuasaan Inggris terhadap negara-negara jajahannya runtuh sebelum masa PD II &amp; terpecah belah pada saat pertengahan masa peperangan. Inggris memeberikan kemerdekaan kepada negara-negara jajahannya setelah mendapat tekanan dari pemerintahan kolonial. Pada tahun 1962 Jamaika membentuk pemerintahan sendiri meskipun masih tetap sebagai negara persemakmuran. Budaya Jamaika &amp; musiknya mulai terefleksi dalam optimisme baru &amp; aspirasi rakyat yang liberal.<span id="more-510"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sejak tahun 40&#8242;an Jamaika telah mengadopsi &amp; mengadaptasi berbagai bentuk musik dari Amerika. Pada saat PD II berakhir, begitu banyak band-band di Jamaika yang memainkan musik-musik dansa. Grup seperti Eric Dean Orchestra dengan trombonisnya Don Drummond &amp; master gitarisnya Ernest Ranglin terpengaruh oleh musisi-musisi jazz Amerika seperti Count Bassie, Erskine Hawkins, Duke Ellington, Glenn Miller &amp; Woody Herman. Ditahun 50&#8242;an ketenaran band-band jazz di Amerika digantikan oleh grup-grup yang kecil &amp; cenderung lebih memainkan irama bop/rhythm &amp; blues sound. Musisi Jamaika yang sering berkunjung ke Amerika terpengaruh &amp; membawa pola permainan musik tersebut ke daerah asalnya. Band-band lokal di Jamaika seperti Count Smith The Blues Blaster, Sir Nick The Champ &amp; Tom The Great Sebastian mulai memainkan gaya baru tersebut. Ditahun 1954, pertunjukan terbesar pertama kali diadakan di kota Kingston tepatnya di Ward Theatre. Band-band tradisional yang memainkan irama mento-folk-calypso ikut ambil bagian &amp; sering sekali band-band tersebut mengisi acara di hotel-hotel yang ada di Jamaika &amp; seputar pulau tersebut. Pada akhir tahun 50&#8242;an pengaruh-pengaruh jazz, R&amp;B, &amp; mento (sejenis musik calypso) melebur menjadi satu bentuk baru yang dinamakan &#8217;shuffled&#8217;. Irama shuffled memperoleh popularitas berkat kerja keras musisi-musisi seperti Neville Esson, Owen Grey, The Overtakers &amp; The Matador Allstars. Banyak studio &amp; perusahaan rekaman yang mengalami perkembangan &amp; terus berusaha untuk mencari talenta-talenta baru. The Jamaican Broadcasting Corporation pun ikut membangkitkan semangat kepada musisi-musisi muda melalui siaran acara-acara di radio.<br />
Dua orang yang amat berpengaruh dalam perkembangan musik di Jamaika pada tahun 50&#8242;an adalah Duke Reid &amp; Clement Seymour Dodd. Bersama istrinya, Duke Reid memiliki toko “Treasure Island Liquor” yang berlokasi di jalan Bond (Bond street). Soundsystem Reid dikenal dengan nama &#8216;The Trojan&#8217;, diambil dari tulisan yang tertera pada truknya. Truk yang biasa digunakan sebagai angkutan barang untuk tokonya. Dodd menamakan soundsystem miliknya &#8216;Sir Coxsone Downbeat&#8217; yang diambil dari nama pemain kriket asal Yorkshire, Coxsone. Sepanjang akhir dekade, kedua orang tersebut memimpin persaingan dalam bisnis musik. Walaupun Coxsone lebih dekat dengan &#8216;Ghetto&#8217;(perkampungan yang didiami kaum atau kelompok tertentu) Adalah Reid yang dianugerahi sebagai &#8216;King of sound &amp; blues&#8217; di Success Club (acara penganugerahan) di tahun 1956, 1957, 1958.<br />
Tahun 1962, saat di mana Jamaika sedang gandrung meniru musik-musik Amerika, Cecil Bustamente Campbell yang kemudian dikenal dengan nama &#8216;Prince Buster&#8217;, tahu bahwa sesuatu yang baru amat dibutuhkan pada saat itu. Ia memiliki seorang gitaris yang bernama Jah Jerry yang kemudian bereksperimen di musik dengan menitikberatkan &#8216;ketukan &#8216;afterbeat&#8217; ketimbang &#8216;downbeat&#8217;. Hingga pada saat ini ketukan afterbeat menjadi esensi dari singkop (penukaran irama) khas Jamaika. Ska pun lahir. Soundsystem/studio rekaman pun mulai merekam hasi kerja mereka. Dengan tidak memberikan label pada vinyl (piringan hitam) dengan tujuan agar memperoleh<br />
keuntungan diantara para pesaingnya. Sehingga yang lain tidak dapat melihat apa yang dimainkan &amp; &#8216;mencuri&#8217; untuk sondsystem mereka sendiri.<br />
Perang antar soundsystem pun memuncak hingga pada saat para donatur terancam oleh segerombol orang-orang yang menyebabkan permasalahan. Orang-orang ini dinamakan &#8216;Dance Hall Crashers&#8217;. Meskipun fasilitas Mono Recording yang masih primitif, adalah keteguhan hati dari antusiasnya akan musik ska yang memungkinkan untuk menjadi musik komersil dari Jamaika yang pertama kali. Dan kenyataannya ska dikenal sebagai musik dansa rakyat Jamaika.<br />
Sepanjang tahun 60&#8242;an wilayah ghetto di Jamaika dipenuhi oleh pemuda-pemuda yang mencari pekerjaan. Pada waktu itu amat susah di dapat. Pada awalnya pemuda-pemuda ini tidak tertarik dengan optimisme musik ska. Pemuda-pemuda tersebut menciptakan identitas kelompok sebagai &#8216;Rude Boy&#8217; (sebuah trend dikalangan pemuda yang pernah terjadi pada periode awal tahun 40&#8242;an) Menjadi &#8216;Rude&#8217; artinya menjadi seseorang dimana masyarakat menganggapnya tidak berguna. Gaya dansa ska para Rude Boy memiliki ciri khas tersendiri, lebih pelan, dengan tingkah seakan-akan meninju seseorang. Rude Boy memiliki koneksitas dengan &#8216;Scofflaws&#8217;(orang-orang yang selalu menentang hukum) &amp; dunia kriminal lainnya. Hal ini terefleksikan dalam lirik-lirik lagu ska. (catatan: gaya penampilan berpakaian Rude Boy yaitu dengan celana panjang yang mengatung hanya semata kaki). Musik ska sekali lagi mengalami perubahan untuk merefleksikan &#8216;Mood of the rude&#8217; dengan menambahkan tensi pada permainan bass yang disesuaikan dengan gaya sebelumnya yaitu &#8216;free-walking bass style&#8217;.<br />
Banyak yang berbondong-bondong mengadu nasib di kota Kingston untuk memperoleh ketenaran dalam industri musik yang kemudian beralih menjadi penjual ganja ketika gagal &amp; modal makin menipis. Banyak pula yang berkecimpung dalam dunia kriminal (tergambar dalam film &#8216;The Harder They Come&#8217; yang diperankan oleh Jimmy Cliff &#8230;film ini dipercaya mengisahkan tentang perjalanan hidup Jimmy Cliff)<br />
Dua partai politik yang ada di Jamaika membentuk banser bersenjata. Opini publik pun mengarah pada penentangan terhadap kelompok Rude Boy &amp; penggunaan senjata api. Peraturan pemilikan senjata api pun ditilik kembali setelah melalui periode dimana kepemilikan senjata diperbolehkan asal tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Siapa pun yang memiliki senjata api yang ilegal, diancam hukuman penjara seumur hidup<br />
Artis &amp; produser mendukung bahkan &#8216;memaafkan&#8217; atas prilaku kelompok Rude Boy melalui musik ska. Dukungan untuk tidak menggunakan senjata api terefleksi dalam lagu-lagu seperti &#8220;Lawless   street&#8221; dari kelompok Soul Brothers, &#8220;Gunmen coming to town&#8221; The Heptones. Duke Reid memproduseri salah satu grup ska The Rude Boy (shuffling down Bond street) C.S. Dodd pun ikut memproduseri grup muda yang memiliki visi musik mereka sebagai &#8216;rudies&#8217; yaitu kelompok The Wailers ( Bob Marley, Peter Tosh, Bunny Wailer). Prince Buster menemukan seseorang yang memiliki mitos karakter sebagai Rude Boy yaitu Judge Dread. Lagu &#8220;007 Shanty Town&#8221; yang dinyanyikan oleh Desmond Dekker adalah sebuah karya cemerlang dalam mendokumentasikan perilaku Rude Boy kedalam sebuah lagu (berhasil memasuki urutan tangga lagu ke 14 di UK Charts)<br />
Tema rude boy masih mendominasi sepanjang periode ska, dan popularitasnya memuncak sepanjang musim panas tahun 1964. Beat ska menjadi lebih lambat &amp; Rocksteady pun lahir. Gelombang ska pertama berakhir pada tahun 1968 (Rocksteady adalah bagian cerita lain: Rocksteady kemudian melahirkan musik Reggae. Popularitas musik Reggae di Inggris di sebarkan oleh Skinhead; kelompok Rastafarian mengadopsi musik Reggae &amp; lirik-lirik lagunya cenderung bertemakan ajaran Rastafari &amp; pandangan Relijiusnya, Reggae pun berkembang menjadi &#8216;Dub&#8217;, &#8216;Dancehall&#8217;, &amp; seterusnya &#8230;&amp; seterusnya &#8230;)<br />
Gelombang Ke Dua (Second Wave)<br />
Memasuki gelombang kedua &#8230;sebelumnya marilah kita lihat beberapa sejarah ska lainnya: ditahun 1962, saat di mana Inggris menjanjikan jaminan secara tak terbatas kepada para imigran yang berasal dari negara-negara persemakmurannya, kerusuhan ras pun terjadi. Disaat itu musik ska &amp; Reggae sedang populer. Dibawa dari Jamaika oleh banyak musisi &amp; produser yang ikut berimigrasi, termasuk &#8216;The Trojan&#8217; &amp; seorang kelahiran Kuba, Laurel Aitken. Pada tahun 70&#8242;an, imej Rude Boy diperbaharui &amp; ter-ekspresi dalam penggabungan 2 jenis musik yang masih tergolong baru di Inggris yaitu Reggae &amp; Punk oleh band The Clash (Rudie can&#8217;t fail). Antara pertengahan hingga akhir tahun 70&#8242;an, band seperti The Coventry Automatics memilih untuk memainkan ska ketimbang Reggae karena menurut Jerry Dammers (pendiri band tersebut), memainkan musik ska lebih mudah &amp; gampang. The Coventry Automatics merubah namanya menjadi The Specials AKA The Automatics, kemudian berubah lagi menjadi The Specials.<br />
Selanjutnya pada tahun 1979 Jerry Dammers mendirikan 2Tone Records. Keinginan Dammers layaknya seperti Prince Buster di awal tahun 60&#8242;an yaitu menciptakan sesuatu yang baru. Hitam &amp; putih menjadi simbol. Lahirlah yang dinamakan dengan 2Tone ska. Logo 2Tone yaitu gambar kartun pria berpakaian jas hitam dengan kemeja putih, dasi hitam, topi &#8216;pork pie&#8217;, kaca mata hitam, kaus kaki putih &amp; sepatu &#8216;loafers&#8217; hitam menjadi logo resmi yang karakternya di beri nama &#8216;Walt Jabsco&#8217; (diambil dari nama Walt Disney, pendiri film kartun &amp; Jabsco berarti ganja dalam bahasa slang latin). Diciptakan oleh Dammers sendiri berdasarkan pose Peter Tosh pada sebuah photo awal kelompok The Wailers yang dapat di lihat pada cover album &#8216;The Wailing Wailer Studio One Realease&#8217;.<br />
Pada saat kerusuhan ras sedang terjadi, &amp; organisasi rasis &#8216;National Front&#8217; sedang tumbuh pesat, pakaian hitam putih &amp; band yang anggota nya terdiri dari multi ras, mengetengahkan lagu-lagu yang bertemakan &#8216;unity&#8217; disaat negara tersebut sedang terpecah belah oleh isu rasial. Sama halnya dengan musik ska di Jamaika, situasi yang terjadi pada saat itu terefleksi kedalam lirik lagu, seperti &#8220;Racist Friend&#8221; The Specials AKA. Band-band seperti Madness, The Beat, The Selecter, The Bodysnatchers &amp; The Specials membuat ska menjadi sesuatu yang segar dengan mengolah nomor-nomor ska klasik dari Prince Buster (Roughrider, Madness, Too hot, dll.) &amp; artis-artis gelombang pertamanya.Band lain yang tidak termasuk 2Tone tetapi berasosiasi dengan gerakan 2Tone adalah Bad Manners. Ada juga persilangan dengan artis gelombang pertama dengan band 2Tone (Rico Rodriguez adalah pemain trombone yang menjadi additional player pada kelompok The Specials, anak murid dari pemain trombone ternama Don Drummond &amp; sering dipakai sebagai musisi studio do Jamaika)<br />
Pada akhirnya Chrysalis Records membeli 2Tone dari Dammers dengan keputusan menandatangani perjanjian kontrak dengan band-band 2Tone lainnya. Termasuk antara lain: The Specials, The Selecter, Madness, Rico Rodriguez, The Swinging Cats, The Friday Club, The Bodysnatchers, The Hisons, JB Allstars, Specials AKA, The Apollonairs, The Beat (di Amerika di kenal dengan nama &#8216;The English Beat&#8217; karena sudah ada band yang memakai nama The Beat) &amp; sebuah single dari Elvis Costello. (catatan: single Elvis Costello tersebut berjudul &#8220;I can&#8217;t stand up for falling down&#8221; menjadi permasalahan &amp; tidak pernah di jual. Copy lagu tersebut diberikan secara gratis kepada penggemar Costello pada saat pertunjukannya. Costello memproduseri debut album The Specials &amp; menjadi guest singer sekaligus produser untuk single The specials AKA yang berjudul Nelson Mandela 12&#8243;.<br />
Tahun 1985 2Tone label bubar. Dammers mengalami kebangkrutan terhadap perusahaan Chrysalis. Band-band 2Tone mengalami masa popularitasnya dari tahun1978-1985 walau bagaimanapun bukan hanya 2Tone yang memainkan musik ska. Diantara band-band lainnya adalah The Tigers, Ska City Rockers, The Akrylykz (dengan Roland Gift pada tenor sax, yang kemudian bergabung bersama mantan anggota The English Beat Cox, &amp; Steele yang belakangan menjadi penyanyi di Fine Young Cannibals), The Employees, The Piranhas, dan masih banyak lagi &#8230;<br />
Hal tersebut menutup gelombang kedua musik ska &#8230;pada gelombang ketiga: dengan berakhirnya 2Tone &amp; gelombang kedua, musik ska menjadi sempit namun tidak menjadi musik yang usang. Adalah The Toasters (pernah merilis single dibawah nama &#8216;Not Bob Marley&#8217;), Bim Skala Bim, The Untouchables &amp; Fishbone yang menjadikan tradisi dalam mencampur beat ska dengan unsur unsur musik lainnya seperti pop, rock dan beat-beat lainnya.<br />
Gelombang Ke Tiga (Third Wave)<br />
Keberadaan gelombang ketiga musik ska terdiri dari berbagai bentuk dengan mengkombinasikan hampir setiap jenis musik yang kira-kira dapat dikawinkan dengan irama ska. Band-band seperti Jump With Joey, Hepcat, Yebo, NY Ska Jazz Ensemble &amp; Stubborn Allstars tetap bermain pada akar ska Jamaika. Operation Ivy, Voodoo Glow Skulls, Mighty Mighty Bosstones, dll. menggunakan energi punk untuk menciptakan ska-core. Regatta 69, Fillibuster, Urban Blight, dll. tetap bertahan pada corak Reggae/Rocksteady beat. Punch The Clown, Undercover S.K.A., dll. mencirikan pengaruh dari gaya 2Tone. Yang menarik adalah band asal Florida, Pork Pie Tribes menggabungkan beat ska dengan musik tradisional Irlandia. Hal lain yang lebih menarik adalah grup band The Brownies yang mencampurkan ska dengan apa saja !!<br />
Imej Rude Boy/Rude Girl hadir kembali pada gelombang ketiga, namun kali ini tidak sebagai pemberontak. Tetapi sebagai suporter yang fanatik dengan musik ska. Digelombang ketiga ini juga terdapat hal-hal yang tidak pernah ada pada awal gelombang pertama (beberapa diantaranya ada yang tidak pernah di mengerti) seperti &#8216;Straight Edge&#8217; dengan logo &#8216;X&#8217; ditangan, boneheads, OI/SKA, Skinhead Against Racial Prejudiced (SHARP&#8217;s) juga konsep-konsep &#8217;sell outs&#8217;. Ada beberapa aspek diantaranya yang belum berubah: ska masih menjadi musik kalangan remaja, setiap pertunjukan ska dapat disaksikan oleh segala umur &amp; tidak terlalu mahal untuk mengakomodasikannya. Disamping itu juga ska masih membentuk beat yang unik &amp; harmonis walaupun digabungkan dengan unsur-unsur musik lainnya. &amp; orang-orang pun masih banyak yang menikmatinya.</p>
<p style="text-align: left;">Oleh  : Nur Adi Pujianto</p>
<p style="text-align: left;">Mahasiswa Tehnik Geologi’09</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2010/07/16/long-history-of-ska-music/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penantian Panjang Spanyol</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2010/07/14/penantian-panjang-spanyol/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2010/07/14/penantian-panjang-spanyol/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 12:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[NEWS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=506</guid>
		<description><![CDATA[
Sebelumnya banyak yang bertanya-tanya mengenai pertandingan antara tim De orange vs La Furia roja kedua time lit eropa yang sama-sama belum pernah mencium nikmatnya piala dunia. Mulai dari seekor burung dari Singapura yang menebak Belanda sebagai pemenang lalu seekor gurita lokal bernama Mamat yang juga memihak tim Belanda,berbeda dengan sodaranya Paul gurita asal Jerman dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px 'Times New Roman';">
<div id="attachment_507" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-507" title="bbbbb" src="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/bbbbb-300x261.jpg" alt="Iker Casillas mengangkat Trofi Piala Dunia" width="300" height="261" /><p class="wp-caption-text">Iker Casillas mengangkat Trofi Piala Dunia</p></div>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya banyak yang bertanya-tanya mengenai pertandingan antara tim De orange vs La Furia roja kedua time lit eropa yang sama-sama belum pernah mencium nikmatnya piala dunia. Mulai dari seekor burung dari Singapura yang menebak Belanda sebagai pemenang lalu seekor gurita lokal bernama Mamat yang juga memihak tim Belanda,berbeda dengan sodaranya Paul gurita asal Jerman dan seorang mentalis asli Indonesia yang dengan tepat berhasil menebak Spanyol sebagai jawara baru di Afrika selatan<span id="more-506"></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Pertandingan yang di awali dengan seremoni penutupan piala dunia 2010 yang bertempat di stadion Soccer city Johannesburg berlangsung spektakuler dengan suguhan special efek,selain itu juga tampil penyanyi asal Kolombia,Shakira yang membawakan theme song “Waka-waka (this time for Africa)”selain itu artis yang turut meramaikan acara penutupan adalah Black Mambazo,Jozi,Stoan Seate,Zuluboy,Abigail Kubeka dan Theo kgosinkwe</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Memasuki kick of yang akan dimulai yang akan dipimpin oleh wasit asal Inggris,Howard Webb. Pertandingan bias dikatakan milik Spanyol lewat kwartet gelandangnya Iniesta,Xavi,Pedro dan Alonso berhasil menggedor pertahanan Belanda yang di gawangi oleh pemain berdarah Indonesia Giovani van Bronckhorst beberapa kali harus bekerja keras. Ball position yang 48%-52% untuk Spanyol,Belanda yang hanya mengandalkan serangan dari Arjen Robben dan Sneijder mentok hanya dikotak penalty lawan hanya beberapa peluang yang membahayakan gawang Iker Casillas. pertandingan yang cenderung kasar memaksa wasit mengeluarkan total 14 kartu kunlng dan 1 kartu merah. 9 kartu kuning untuk pemain Belanda,John Heitinga mendapat kartu merah serta tim Spanyol mendapat 5 kartu kuning hingga berakhirnya waktu normal kedudukan masih imbang tanpa gol,saat memasuki babak kedua perpanjangan waktu Andreas Iniesta berhasil mengubah kedudukan 1-0 untuk tim la furia roja pada menit ke 117 yang membawa Spanyol untuk kali pertama menjuarai piala dunia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2010/07/14/penantian-panjang-spanyol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika &#8220;Preman&#8221; Bersenjata</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2010/07/14/ketika-preman-bersenjata/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2010/07/14/ketika-preman-bersenjata/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 11:55:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[NEWS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=503</guid>
		<description><![CDATA[
Pekan ini, halaman-halaman pada media massa banyak dihiasi oleh pemberitaan mengenai polemik pemberian senjata api kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Kebijakan penggunaan senjata api ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Satpol PP dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 26 Tahun 2010. Dengan dalih keamanan dan keselamatan anggota Satpol PP, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Pekan ini, halaman-halaman pada media massa banyak dihiasi oleh pemberitaan mengenai polemik pemberian senjata api kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Kebijakan penggunaan senjata api ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Satpol PP dan Peraturan <span id="lw_1279109130_0">Menteri Dalam Negeri</span> (Permendagri) Nomor 26 Tahun 2010.<span id="more-503"></span> Dengan dalih keamanan dan keselamatan anggota Satpol PP, ketentuan ini dianggap sah dan perlu untuk dicanangkan. Dalam peraturan tersebut, anggota Satpol PP dapat dipersenjatai dengan pistol berpeluru gas, peluru hampa, dan senjata kejut listrik. Direktur Ketentraman dan Perlindungan Masyarakat Kementrian Dalam Negeri Nata Irawan mengatakan, “sebenarnya Permendagri ini hanyalah penyempurnaan dari Permendagri sebelumnya, yaitu Permendagri Nomor 35 tahun 2005. Pada permendagri tahun 2005 itu disebutkan bahwa Satpol PP diperbolehkan memakai senjata jenis revolver dengan menggunakan peluru tajam, peluru karet dan peluru<br />
hampa” (Kompas, 11/7).<br />
Padahal, bila merunut kasus demi kasus yang melibatkan Satpol PP, maka pencanangan ketentuan mempersenjatai <a rel="attachment wp-att-590" href="http://www.majalahopini.com/2010/07/14/ketika-preman-bersenjata/satpol-pp/"><img class="alignleft size-medium wp-image-590" title="satpol pp" src="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/satpol-pp-300x288.jpg" alt="satpol pp" width="300" height="288" /></a>Satpol PP dengan senjata api saat ini dianggap kurang tepat. Pasalnya, image Satpol PP yang telah melekat di masyarakat kita adalah negatif. Bisa kita lihat pada tragedi kerusuhan di Koja, <span id="lw_1279109130_1">Tanjung Priok</span>, Jakarta Utara pertengahan April lalu yang dianggap sebagian besar kalangan sebagai bentuk kekesalan masyarakat yang telah memuncak pada Satpol PP. <span id="lw_1279109130_2">Tragedi</span> tersebut juga mengindikasikan bahwa anggota Satpol PP kita masih belum bisa melaksanakan tugasnya secara humanis dan profesional tanpa kekerasan. Selain itu, tindakan Satpol PP yang dianggap sewenang-wenang telah memunculkan paradigma Satpol PP tak ada bedanya dengan preman.<br />
Dengan paradigama negatif masyarakat yang demikian, maka dibutuhkan pembenahan-pembenahan, baik secara sistem, operasional, maupun keanggotaan dalam tubuh Satpol PP itu sendiri sebelum ketentuan mempersenjatai anggota Satpol PP dengan senjata dapat dicanangkan. Hal ini tak lain untuk merubah statement negatif masyarakat menjadi positif agar ketentuan tersebut dapat dicanangkan tanpa menuai kontroversi. Beberapa pembenahan yang mesti dilakukan oleh Satpol PP antara lain dapat berupa perubahan sistem rekrutmen calon anggota Satpol PP, pendidikan dan pelatihan kepada anggota, baik pendidikan keilmuan maupun pendidikan karakter. Selain itu dapat pula dilakukan peningkatan kesejahteraan anggota Satpol PP sehingga dapat meminimalkan perbuatan-perbuatan anggota Satpol PP yang cenderung ke arah “retribusi” ilegal.<br />
Memerhatikan hal-hal di atas, sebenarnya sah-sah saja jika anggota Satpol PP dipersenjatai dengan senjata api. Namun, dalam kondisi dan waktu seperti sekarang ini, ketentuan mempersenjatai anggota Satpol PP dengan senjata api dirasa kurang tepat. Selain terjadi penolakan dari masyarakat, kesiapan para anggota Satpol PP pun masih dipertanyakan. Apakah mereka sudah siap untuk membawa senjata api? Apakah mereka sudah mampu untuk menggunakannya? Dan, apakah mereka bisa untuk menggunakannya secara profesional dan sesuai dengan wewenangnya?<br />
Apabila anggota Satpol PP sekarang sudah dipersenjatai dengan senjata api, maka secara tidak langsung pemerintah justru menginstruksikan kepada Satpol PP untuk bertindak secara represif. Kembali pada tugas Satpol PP yang semestinya sebagai penegak peraturan daerah bukan menangani kasus-kasus kriminal, Satpol PP dituntut untuk bekerja profesional dan bertindak secara persuasif. Satpol PP dapat mencontoh kinerja Satpol PP di Solo, <span id="lw_1279109130_3">Jawa Tengah</span>. Mereka dapat memindahkan 989 pedagang kaki lima tanpa kekerasan dan tanpa menggunakan pentungan dan tameng. “Masyarakat bukan musuh”. Ya, itulah yang seharusnya dapat dipegang teguh oleh setiap anggota Satpol PP dalam melaksanakan setiap tugasnya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2010/07/14/ketika-preman-bersenjata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
