<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>OPINI ONLINE</title>
	<atom:link href="http://www.majalahopini.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.majalahopini.com</link>
	<description>Go Online Journalism</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 10:13:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>Ketika Warga Fisip Undip Saling Mendengarkan</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2012/05/18/ketika-warga-fisip-undip-saling-mendengarkan/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2012/05/18/ketika-warga-fisip-undip-saling-mendengarkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 10:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[FISIP]]></category>
		<category><![CDATA[Undip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1330</guid>
		<description><![CDATA[Tembalang - Sadarkah Anda terdapat penampakan beberapa kotak saran dengan stiker Senat Mahasiswa di beberapa area di gedung Fisip Undip? Sadar atau tidak, Senat Mahasiswa Fisip Undip memang telah menyediakan fasilitas kotak saran untuk menyalurkan ide, gagasan, dan harapan mahasiswa Fisip Undip untuk membangun Fisip Undip menjadi lebih baik, dari segi fasilitas maupun akademik. Senat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>Tembalang -</strong> Sadarkah Anda terdapat penampakan beberapa kotak saran dengan stiker Senat Mahasiswa di beberapa area di gedung Fisip Undip? Sadar atau tidak, Senat Mahasiswa Fisip Undip memang telah menyediakan fasilitas kotak saran untuk menyalurkan ide, gagasan, dan harapan mahasiswa Fisip Undip untuk membangun Fisip Undip menjadi lebih baik, dari segi fasilitas maupun akademik. Senat Mahasiswa Fisip Undip telah meletakkan fasilitas tersebut ke tiga tempat, yaitu di gedung A, gedung C lantai 1, dan gedung C lantai 2.</p>
<p style="text-align: left;">Senat Mahasiswa Fisip Undip  mengadakan acara Public Hearing dengan tema “Peningkatan Mutu, Pelayanan, dan Fasilitas Kampus” di selasar Gedung B dan C Fisip Undip Tembalang pada hari Rabu (16/5/2012). Acara ini ditujukan bagi mahasiswa Fisip Undip sebagai wadah untuk menyalurkan aspirasi kepada birokrat kampus Fisip Undip. Public Hearing yang diadakan pada pukul 09.30 ini dihadiri oleh beberapa pejabat kampus Fisip Undip untuk menampung aspirasi mahasiswa Fisip Undip, yaitu Dekan, Pembantu Dekan, Kasubag Kemahasiswaan, Kasubag Tata Usaha, Ketua Pengurus Perpustakaan, dan Kasubag Umum.</p>
<p style="text-align: left;">Acara Public Hearing tersebut memberikan informasi baru dan meluruskan informasi lama bagi mahasiswa maupun pejabat kampus Fisip Undip, dengan pemaparan pejabat kampus Fisip dan sesi tanya jawab antara mahasiswa dan pejabat kampus Fisip Undip. Beberapa poin yang disinggung dalam acara ini antara lain mengenai pembangunan gedung baru, isu tarif tunggal, BKMF (Badan Konsul Mahasiswa Fakultas), pelatihan bagi dosen pembimbing, PKM (Program Kreatif Mahasiswa), kelompok studi tiap jurusan, temu keakraban, dan fasilitas gedung Fisip seperti kamar mandi, mushola, dan lainnya. “Untuk membangun Fisip, perlu kerja sama seluruh warga Fisip,” pesan Drs. Agus Hermani selaku Dekan Fisip Undip.</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: right;">Teks : Ayu  Nabilla</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2012/05/18/ketika-warga-fisip-undip-saling-mendengarkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengungkap Dibalik Dunia Kepresidenan Soeharto</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2012/05/12/mengungkap-dibalik-dunia-kepresidenan-soeharto/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2012/05/12/mengungkap-dibalik-dunia-kepresidenan-soeharto/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 04:56:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[FISIP]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Undip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1326</guid>
		<description><![CDATA[SEMARANG – LPM Manunggal Universitas Diponegoro menggelar kegiatan diskusi bersama yang bertema “Bedah Buku Pak Harto, The Untold Stories” (9/05). Kegiatan ini dihadiri oleh dua ratus peserta dan beberapa tamu undangan yang bertempat di ruang Auditorium gedung A FISIP lantai tiga. Acara bedah buku Pak Harto ini diisi oleh empat pembicara ternama yang berkompeten, yaitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG</strong><strong> </strong><strong>–</strong> LPM Manunggal Universitas Diponegoro menggelar kegiatan diskusi bersama yang bertema “Bedah Buku Pak Harto, The Untold Stories” (9/05). Kegiatan ini dihadiri oleh dua ratus peserta dan beberapa tamu undangan yang bertempat di ruang Auditorium gedung A FISIP lantai tiga.</p>
<p>Acara bedah buku Pak Harto ini diisi oleh empat pembicara ternama yang berkompeten, yaitu Dr. Sukardi Rinakit (Pengamat politik), Soenarto Soedarmo (Penulis pidato pak Harto), dan Dr. Adi Nugroho (Dosen Komunikasi FISIP UNDIP) serta Dwi Tri Waluyo (Redpel majalah Gatra) sebagai moderator. Acara ini dihadiri juga oleh para penulis buku yang berjudul “Mengenang 90 tahun Pak Harto, The Untold Stories”, dimana buku ini berisi mengenai sedikit gambaran biografi serta perjalanan hidup Pak Harto dari sebelum sampai sesudah menjabat sebagai presiden.</p>
<p>Nama Soeharto sebagai mantan Presiden Kedua  Republik Indonesia sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat termasuk mahasiswa. Namun tidak dengan sosok dan dunia kehidupannya selama menjabat menjadi seorang presiden selama 32 tahun. Banyak cerita dan kisah mengenai beliau yang tidak diekspose media atau diketahui oleh publik mulai dari awal beliau menjadi presiden hingga turunnya beliau dari jabatan tersebut.</p>
<p>Masa jabatan Soeharto sebagai presiden selama 32 tahun ini dinilai masyarakat Indonesia terlalu lama dan menimbulkan banyaknya prespektif negatif mengenai gaya kepemimpinan Pak Harto. Media turut mendukung dalam membentuk opini publik yang mengatakan bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Soeharto kurang tepat dan Pemerintahan pada saat itu dianggap banyak yang melakukan KKN, sehingga menyebabkan hutang Negara melambung tinggi.</p>
<p>Didalam acara diskusi bersama ini telah dibahas beberapa kisah mengenai kehidupan Soeharto yang tidak pernah diketahui oleh publik dan media. Soenarto Soedarmo, selaku salah satu pembicara dalam acara tersebut mengatakan bahwa dibalik kemegahan jabatan pak Soeharto sebagai presiden, beliau merupakan sosok yang sederhana dan penuh tanggung jawab. “Pak harto selalu membawa Undang-Undang didalam sakunya, bahkan beliau lebih senang tinggal dikediamannya daripada di Istana presiden.” Ujar Soenarto. Pria lulusan SMA N 3 Semarang ini juga mengatakan bahwa beliau sempat menyuruhnya untuk berkunjung kekediaman Soeharto di Cendana. Disana Soeharto sempat membahas mengenai keinginan beliau untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden. Beliau juga mengutus Soenarto untuk mempersiapkan segala keperluan pemberhentian dirinya yang sesuai dengan peraturan dalam pasal 8 UUD 1945.</p>
<p><strong>Sosok Yang Rendah Hati</strong></p>
<p>Kesederhanaan Pak harto juga tercermin dalam sikapnya yang selalu rendah hati. “pak Harto sempat menuliskan sendiri permintaan maafnya kepada rakyat Indonesia dalam pidato saat pengunduran dirinya sebagai presiden. Padahal menurut saya itu tidak perlu, karena Pak Harto tidak bersalah. Mengapa harus meminta maaf.” Ujar Soenarto pada saat itu. Beliau juga sempat berpesan kepada masyarakat Indonesia untuk tetep mengunakan pancasila dan UUD sebagai dasar pemerintahan.</p>
<p>Didalam buku “Mengenang 90 tahun Pak Harto, The Untold Stories” ini juga diceritakan beberapa kutipan dari para tokoh ternama mengenai kesederhanaan sosok Pak Harto. Tokoh tersebut diantaranya seperti mantan perdana menteri malaysia, Mahathir Muhammad dan mantan presiden Filiphina, Fidel Ramos. Terdapat juga tokoh dalam negeri. Semua pengungkapan mereka mengenai Pak Harto dikemas secara menarik dan mudah dipahami dalam buku ini.</p>
<p>Sementara menurut Sukardi Rinakit selaku pembicara II dalam acara ini, mengatakan bahwa dahulu waktu mahasiswa ia sangat apatis terhadap kepemimpinan rezim Soeharto. Ia sempat empat kali ditangkap oleh polisi karena aksi demonya. Sampai-sampai ia sempat mengirimkan kado ulang tahun kepada Pak Harto berupa surat yang berisi kritikan mengenai pemerintahan pada saat itu. Namun, seiring berjalannya waktu dan sudah banyak informasi mengenai sosok Soeharto yang ia ketahui, kini ia begitu membanggakan sosok Soeharto. Pengalamannya saat melakukan wawancara secara langsung dengan beliau semakin membuatnya percaya dan makin tersanjung dengan mantan presiden ke dua ini.</p>
<p>Menurut Pria yang berprofesi sebagai pengamat politik ini mengatakan bahwa Pak Harto menganut falsafah STMJ dalam memimpin . Ia menilai bahwa Soeharto adalah sosok yang sederhana, tekun, memimpin, dan jail. “Saya sempat kaget melihat Pak Harto yang hanya makan siang dengan nasi lodeh dan tempe”. Ujar Sukardi. Beliau adalah sosok pemimpin yang sederhana, gaya hidup dan menu makanan sehari-harinya dapat dikatakan jauh dari kemewahan.</p>
<p>Sementara Menurut Dr. Adi nugroho selaku pembicara terakhir dalam acara ini, sosok Pak Harto memang merupakan pemimpin yang sederhana secara alami. Dapat dilihat dari kesehariaannya yang memang sudah berpenampilan seperti itu. Beliau juga menambahkan bahwa berbeda dengan presiden serta para mentri kita sekarang ini, mereka sibuk sendiri mencari setting kesederhanaan dan pencitraan semata.</p>
<p>Sebagian besar diskusi dalam acara ini membahas mengenai sisi baik Pak Harto dalam memimpin Negara Indonesia. Demikian juga dengan buku karangan Mahpudi dan kawan-kawan. Informasi yang diberikan sudah cukup lengkap, sederhana dan dapat dipahami oleh pembaca dengan baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;">
<p style="text-align: right;">Teks &amp; Foto : Ika Oktav</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2012/05/12/mengungkap-dibalik-dunia-kepresidenan-soeharto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hujan Warnai Semarang Night Carnival 2012</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2012/04/29/hujan-warnai-semarang-night-carnival-2012/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2012/04/29/hujan-warnai-semarang-night-carnival-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Apr 2012 20:40:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1321</guid>
		<description><![CDATA[ Semarang - Dalam rangka menyambut ulang tahun Ke-465 Kota Semarang, Sabtu 28 april 2012 diadakan Semarang Night Carnival. Acara ini dimeriahkan dengan parade rombongan karnaval yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat Kota Semarang, antara lain pelajar , taruna akademi kepolisian , ibu – ibu pengajian hingga juru masak  . Acara dimulai sekitar pukul 19.30 start [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> Semarang -</strong> Dalam rangka menyambut ulang tahun Ke-465 Kota Semarang, Sabtu 28 april 2012 diadakan Semarang Night Carnival. Acara ini dimeriahkan dengan parade rombongan karnaval yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat Kota Semarang, antara lain pelajar , taruna akademi kepolisian , ibu – ibu pengajian hingga juru masak  .<br />
Acara dimulai sekitar pukul 19.30 start dari Balaikota Semarang di Jalan Pemuda. Rute melewati Tugu Muda, Jalan Pandanaran, hingga Kawasan Simpang Lima. Warga Semarang nampak  antusias menyaksikan karnaval  yang hanya diadakan setahun sekali ini. Beberapa peserta karnaval tidak henti-hentinya menebar senyum meskipun ada beberapa yang terlihat lelah. Suasana semakin meriah  ketika rombongan ibu-ibu pengajian bermain rebana, disusul para Taruna Akpol memainkan angklung.<br />
Sayang, belum mencapai garis finish hujan turun dengan deras. Masyarakat yang menyaksikan , berlarian dan menyingkir untuk berteduh. Meskipun hujan deras masyarakat kota Semarang terus memberikan apresiasi yang besar pada para peserta karnaval yang tidak kenal lelah dan kehujanan. (AND-01)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="right">Teks &amp; Foto : Ramadhan Tri Wijanarko</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2012/04/29/hujan-warnai-semarang-night-carnival-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membunuh Indonesia : Konspirasi Global Penghancuran Kretek</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2012/04/20/membunuh-indonesia-konspirasi-global-penghancuran-kretek/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2012/04/20/membunuh-indonesia-konspirasi-global-penghancuran-kretek/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2012 02:07:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[FISIP]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Undip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1317</guid>
		<description><![CDATA[Tembalang - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Diponegoro Semarang mengadakan acara bedah buku yang berjudul Membunuh Indonesia : Konspirasi Global Penghancuran Kretek. Acara ini diselenggarakan pada hari Kamis , 19 April 2012 dan bertempat di Ruang Teater Gedung C Fisip Undip. Dalam acara ini, bertindak sebagai pembicara adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tembalang -</strong> Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Diponegoro Semarang mengadakan acara bedah buku yang berjudul Membunuh Indonesia : Konspirasi Global Penghancuran Kretek. Acara ini diselenggarakan pada hari Kamis , 19 April 2012 dan bertempat di Ruang Teater Gedung C Fisip Undip.</p>
<p>Dalam acara ini, bertindak sebagai pembicara adalah Heru Nugroho Aji dari komunitas kretek, Drs.Turtiantoro, dosen jurusan Ilmu Pemerintahan, dan Riskie Dwi Pamungkas, seorang aktivis mahasiswa, bertindak sebagai pembicara.</p>
<p>Inti dari buku yang ditulis oleh Abhisam DM, Hasriadi Ary, serta Miranda Harlan ini, adalah pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia terhadap industri rokok di Indonesia. Industri rokok di Indonesia saat ini mulai mengalami kemunduran, bahkan ada perusahaan rokok yang cukup besar bahkan sampai diakuisisi oleh pihak asing. Hal ini didasari oleh kebijakan pemerintah Indonesia yang tidak mempedulikan para petani tembakau dan cengkeh. Pemerintah justru lebih mementingkan investor asing yang tentu saja akan merugikan industri rokok di Indonesia. Padahal, industri rokok merupakan sumber pemasukan devisa terbesar bagi Indonesia. (And-01)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="right"><strong><em>Teks dan Foto : Gigih Sadewa</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2012/04/20/membunuh-indonesia-konspirasi-global-penghancuran-kretek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LPM OPINI Gelar Seminar dan Diskusi Nasional</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2012/04/10/lpm-opini-gelar-seminar-dan-diskusi-nasional/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2012/04/10/lpm-opini-gelar-seminar-dan-diskusi-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2012 12:33:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[FISIP]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Undip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1308</guid>
		<description><![CDATA[Tembalang, Selasa (10/4) – Kebebasan pers di Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan menarik untuk dibicarakan dan didiskusikan . Di zaman orde baru , segala bentuk kegiatan pers diawasi oleh pemerintah dan terjadi pengekangan di dalamnya . Adanya ancaman pembredelan dan pencabutan Surat Ijin Usaha Penerbitan Percetakan (SIUPP) oleh menteri penerangan , sanksi penjara bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tembalang, Selasa (10/4)</strong> – Kebebasan pers di Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan menarik untuk dibicarakan dan didiskusikan . Di zaman orde baru , segala bentuk kegiatan pers diawasi oleh pemerintah dan terjadi pengekangan di dalamnya . Adanya ancaman pembredelan dan pencabutan Surat Ijin Usaha Penerbitan Percetakan (SIUPP) oleh menteri penerangan , sanksi penjara bagi insan pers yang dianggap membangkang memberi gambaran bagaimana keadaan pers Indonesia pada zaman orde baru . Ketika rezim orde baru berganti dengan era reformasi , pers di Indonesia berkembang secara pesat . Informasi dibuka dan disampaikan secara bebas kepada masyarakat dengan mematuhi kaidah kebenaran dan tanggung jawab pers . Insan pers dapat dikatakan sebagai salah satu pihak yang menikmati kebebasan di era reformasi . Namun akhir – akhir ini masyarakat dijejali oleh informasi dan pemberitaan yang sengaja dibentuk oleh pihak tertentu untuk membentuk opini masyarakat. Pers yang sudah disusupi oleh kepentingan pihak tertentu , apakah dapat dikatakan  masih memiliki idealisme dan kebebasan dalam menyampaikan informasi ?</p>
<p>Dalam rangka menyambut ulang tahun Ke-27 , Lembaga Pers Mahasiswa (LPM ) Opini mengadakan seminar dan diskusi nasional berjudul “Kebebasan dan Kekuasaan Pers Di Indonesia Pada Era Pra Hingga Pasca Reformasi “ . Acara dilaksanakan pada hari selasa tanggal 10 April 2012 di ruang teater gedung C Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro . Tiga orang tokoh dihadirkan sebagai  pembicara dalam seminar ini antara lain Arswendo Atmowiloto  (wartawan senior,budayawan , dan penulis) , Triyono Lukmantoro ( Dosen FISIP Universitas Diponegoro ) , dan Soetjipto,SH ( wartawan senior ). Ketiga tokoh ini  akan berbagi informasi dan pengalaman tentang kebebasan pers di Indonesia pada era pra hingga pasca reformasi . Selain itu ada pula pemahaman konsep tentang kebebasan pers yang terjadi di Indonesia baik dari segi praktis maupun akademis dari para pembicara . Menurut ketua pelaksana seminar Sandy Allifiansyah, “seminar ini diadakan agar insan pers maupun mahasiswa pemerhati dunia jurnalistik memahami napak tilas perkembangan jurnalistik di Indonesia” .</p>
<p>Acara diawali oleh sambutan ketua panitia Sandy Allifiansyah dan Pemimpin Umum LPM Opini Ramadhan Triwijanarko , dilanjutkan oleh Bapak Wahyu Hidayat selaku Pembantu Dekan Tiga Untuk membuka acara . Bertindak sebagai moderator adalah Turnomo Rahardjo , dosen Ilmu Komunikasi FISIP Undip . Acara berlangsung secara meriah dan beberapa kali diselingi oleh gelak tawa peserta seminar karena lelucon  dari  para pembicara . Triyono Lukmantoro menjelaskan sejarah pers Indonesia dari berbagai era ,  kelebihan dan kekurangan dalam penerapannya di Indonesia hingga sekarang .  Sutjipto , SH menjelaskan perspektif kebebasan pers dari segi undang – undang dan sedikit penerapannya berdasarkan atas pengalaman yang ia alami . Sementara Arswendo Atmowiloto memberi penjelasan mengenai kebebasan pers di Indonesia berdasarkan pengalamannya menjadi wartawan dan praktek – praktek kebebasan pers yang terjadi di Indonesia hingga saat ini , ia bahas dengan isu aktual dan terkini  yang dibumbui dengan sedikit lelucon dan sindiran . “ Pers di Indonesia belum sepenuhnya bebas , pers di negara kita lagi belajar untuk bebas dari penjajahan “ ungkap Arswendo . Menurut Triyono Lukmantoro , dengan adanya kebebasan pers , Semua orang kini dapat menjadi wartawan dengan baik  , semakin banyak media justru semakin bagus dan membuat masyarakat semakin pintar namun tetap harus diimbangi dengan pemahaman terhadap kode etik jurnalistik yang berlaku di Indonesia .</p>
<p>Menurut salah satu Peserta seminar , Dika, dengan adanya seminar ini wawasan terhadap kebebasan pers di Indonesia  menjadi terbuka . Terutama dari penjelasan dan pengalaman dari pembicara makin menambah  pengetahuannya terhadap pers di Indonesia .</p>
<p>Kebebasan dan kekuasaan pers di Indonesia akan menjadi isu yang berlaku terus menerus sepanjang hayat . Kebebasan pers sejatinya memiliki dua makna, yang pertama  <em>Bebas untuk</em> dan  dan yang kedua <em>bebas dari</em>  <em>campur tangan pihak tertentu</em> . Sejatinya , fungsi pers adalah memberi informasi dan edukasi kepada masyarakat dengan benar . Alangkah baiknya jika praktik – praktik tersebut tetap dilakukan oleh para insan pers secara bebas dan  bertanggung jawab tanpa ada campur tangan dari pihak lain dengan kepentingan tertentu .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="right">
<p align="right">Teks :  Dwinda Harditya</p>
<p align="right">Foto :  Dwinda Harditya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2012/04/10/lpm-opini-gelar-seminar-dan-diskusi-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UKM PRISMA Gelar Basic Training Photography 2012</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2012/04/09/ukm-prisma-gelar-basic-training-photography-2012/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2012/04/09/ukm-prisma-gelar-basic-training-photography-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2012 12:46:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Undip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1303</guid>
		<description><![CDATA[Semarang – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Perhimpunan Seni Foto Mahasiswa Undip (PRISMA) mengadakan  Basic Training Photography 2012 . Acara ini merupakan acara tahunan PRISMA , “catch your moment” menjadi tema dalam basic training kali ini. Acara berlangsung selama 3 hari , mulai tanggal 6 april hingga 8 april 2012 Di hari pertama , tidak hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Semarang –</strong> Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Perhimpunan Seni Foto Mahasiswa Undip (PRISMA) mengadakan  <em>Basic Training Photography </em><em>2012 . </em>Acara ini merupakan acara tahunan PRISMA , “catch your moment” menjadi tema dalam <em>basic training</em> kali ini. Acara berlangsung selama 3 hari , mulai tanggal 6 april hingga 8 april 2012</p>
<p>Di hari pertama , tidak hanya diajarkan bagaimana cara mengoperasikan sebuah kamera (manual atau auto) sehingga menghasilkan foto yang bagus , tetapi jauh lebih dari itu, sebuah kajian mendalam tetang sejarah terciptanya sebuah alat yang disebut dengan kamera serta pengenalan tentang elemen-elemen kamera turut juga disampaikan oleh salah seorang pemateri, yaitu Joko Sumartono yang merupakan kolektor kamera sekaligus senior PRISMA. Selain itu juga disampaikan pula materi teknis tentang Linghting serta prakteknya oleh Rahman Hakim (<em>DIGImage</em>) yang juga merupakan senior PRISMA.</p>
<p>Di hari kedua <em>basic training</em>, materi yang disampaikan beraneka ragam yang disampaikan oleh senior PRISMA. Mulai dari Fotojurnalistik dan dokumenter oleh Octa Christi S , <em>Art Photography</em> dan komposisi<em> </em>oleh Tommas Titus K , tips dan trik Fotografi oleh Febrian Ahmadi, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Fotografi disampaikan oleh pendiri PRISMA yang juga dosen Fakultas Hukum Undip , Hendro Saptono.</p>
<p>Hari ketiga adalah hari <em>full practice </em>bagi para peserta training, peserta dibagi dalam beberapa kelompok lalu diberi tugas untuk <em>hunting</em> foto di berbagai tempat dan didampingi oleh satu senior PRISMA. Dari pagi hingga siang hari, para peserta diberi tugas untuk mencari objek foto yang beragam tema mulai dari <em>Human Interest</em>, <em>Still Life</em>, serta foto Model baik <em>outdoor </em>maupun <em>indoor</em>. Dari kegiatan tersebut , para peserta dilatih untuk berusaha untuk menghargai pentingnya sebuah foto dengan cara dibatasi hanya beberapa frame saja dan melatih senfitifitas dan kehati-hatian dengan menutupi LCD viewer kamera DSLR. Di hari ketiga , para peserta Basic Training kedatangan fotografer senior Suara Merdeka yang juga merupakan senior PRISMA , Sutomo . Beliau memberikan <em>sharing </em>tentang pengalamannya di dunia fotografi dan memberikan beberapa tips dalam memenangkan lomba fotografi .</p>
<p>Beberapa hasil jepretan foto yang telah diseleksi dan dinilai menjadi yang terbaik, diumumkan diakhir acara dan diberikan hadiah lomba serta piagam pengharagaan. Sebagian besar peserta juga mengaku wawasan mereka terbuka lebar serta pengetahuan mereka tentang fotografi semakin luas setelah mengikuti acara <em>Basic Training Photography 2012</em>. Mereka jadi semakin tahu tentang tips-trik dan teknik pengambilan gambar, pengalaman seru, serta mengerti bagaimana etika dalam fotografi, dan bagaimana menjadi fotografer yang baik, ungkap Tafsier Riski, salah satu peserta <em>basic training</em>. Menurut Ketua pelaksana <em>Basic Training 2012, </em>Rieke Andiani Putri , “ antusias peserta kali ini sangat besar , peserta sangat aktif dalam mengikuti <em>Basic Training</em> kali ini“. <em>Semoga kedepannya mereka dapat menggunakan ilmu yang didapatkan dari Basic Training kali ini dan tahun depan peserta Basic Training tambah banyak </em>ungkap Rieke .</p>
<p>Sesuatu itu bisa dikatakan sebagai ‘<em>moment</em>’ dalam ilmu fotografi adalah ketika suatu waktu terjadi sebuah kejadian atau peristiwa penting yang hanya terjadi sesaat atau sepintas dan hanya sekali terjadi. Jadi , <em>Catch Your Moment </em>selagi kamu mempunyai kesempatan . (AND-01)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="right"><em>Teks :</em><em> Ibrahim M</em><em> </em><em>Ramadhan</em><em> dan Dwinda Harditya</em></p>
<p align="right"><em>Foto : Dicky Satriya</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2012/04/09/ukm-prisma-gelar-basic-training-photography-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belanja Buku Murah dan Berbagi Ilmu Bersama Alvin Adam dan Moammar Emka</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2012/04/01/belanja-buku-murah-dan-berbagi-ilmu-bersama-alvin-adam-dan-moammar-emka/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2012/04/01/belanja-buku-murah-dan-berbagi-ilmu-bersama-alvin-adam-dan-moammar-emka/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Apr 2012 05:50:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1298</guid>
		<description><![CDATA[Semarang - Festival buku Murah kembali diadakan di Kota Semarang . Ratusan orang  nampak sibuk memilih buku-buku murah dan diskon yang banyak tersaji dari beberapa penerbit. Festival buku kali ini berlangsung dari 29 maret hingga 4 april 2012 , bertempat di Gedung wanita Semarang. Sabtu sore (31/3 ), Festival buku Semarang menghadirkan dua bintang tamu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Semarang -</strong> Festival buku Murah kembali diadakan di Kota Semarang . Ratusan orang  nampak sibuk memilih buku-buku murah dan diskon yang banyak tersaji dari beberapa penerbit. Festival buku kali ini berlangsung dari 29 maret hingga 4 april 2012 , bertempat di Gedung wanita Semarang. Sabtu sore (31/3 ), Festival buku Semarang menghadirkan dua bintang tamu utama yakni presenter terkenal Alvin Adam dan penulis buku <em>Jakarta Undercover,</em> Moammar Emka.<br />
Sore itu mereka tampil sebagai bintang tamu dan memandu acara talkshow bersama pengunjung Festival buku Murah. Dalam acara talkshow yang berlangsung pukul empat sore, Alvin Adam berbagi ilmu bagaimana cara menjadi pembawa acara yang baik dan bagaimana mengucapkan kata-kata sebagai seorang presenter. Sementara Moammar Emka memberi pengalaman-pengalamannya sebagi seorang penulis buku. Keduanya juga berbagi rahasia tentang orang-orang yang selalu mendukung mereka hingga saat ini.<br />
Selain acara talkshow, Festival buku murah kali ini juga dimeriahkan dengan stand up comedy Semarang, festival band, dan beberapa kesenian lainnya. Berbelanja buku juga semakin menyenangkan dengan adanya stand pameran seni yang menawarkan jasa melukis sketsa wajah dengan biaya yang cukup terjangkau. (AND-01)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><em>Teks &amp; Foto : Ramadhan Tri Wijanarko</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2012/04/01/belanja-buku-murah-dan-berbagi-ilmu-bersama-alvin-adam-dan-moammar-emka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyegaran Ide Dalam Hari Film Nasional</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2012/03/31/penyegaran-ide-dalam-hari-film-nasional/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2012/03/31/penyegaran-ide-dalam-hari-film-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2012 04:25:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[FISIP]]></category>
		<category><![CDATA[Undip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=1294</guid>
		<description><![CDATA[Tembalang - Film Indonesia dikabarkan dalam kondisi yang kurang baik saat ini. Penurunan kualitas film dan ide membuat resah kalangan pecinta film. Pada tanggal 30 maret 2012, Kine Fisip Undip menyelenggarakan Recondition. Sebuah tema yang diambil untuk memperingati perayaan hari film nasional. Pada tahun sebelumnya juga mereka menggelar acara yang sama yakni penulisan ide-ide teman-teman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tembalang -</strong> Film Indonesia dikabarkan dalam kondisi yang kurang baik saat ini. Penurunan kualitas film dan ide membuat resah kalangan pecinta film. Pada tanggal 30 maret 2012, Kine Fisip Undip menyelenggarakan <em>Recondition</em>. Sebuah tema yang diambil untuk memperingati perayaan hari film nasional. Pada tahun sebelumnya juga mereka menggelar acara yang sama yakni penulisan ide-ide teman-teman mahasiswa terhadap film nasional kedepannya. Ide-ide tersebut dituangkan dalam sebuah cd bekas kemudian ditempelkan membentuk pola bertuliskan &#8216;hari film nasional&#8217;.<br />
Selain itu juga diramaikan dengan stand photo booth, kemudian jejak film nasional dari masa ke masa, dan bila di Hollywood ada walk of fame maka teman-teman Kine mengadakan quote of fame yang mereka sebarkan dilantai-lantai kampus. &#8220;kami berharap ada perbaikan kualitas dalam film-film Indonesia&#8221;. Ucap Aditya Ghiffari selaku ketua panitia Recondition. Acara tersebut mereka dokumentasikan dan akan dibuat film dokumenter yang tentunya dibuat langsung oleh teman-teman Kine Fisip Undip.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><em>Teks dan Foto : Ramadhan Tri Wijanarko</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2012/03/31/penyegaran-ide-dalam-hari-film-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

