<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>OPINI ONLINE &#187; Berita</title>
	<atom:link href="http://www.majalahopini.com/tag/news/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.majalahopini.com</link>
	<description>Go Online Journalism</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 16:55:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>Indonesia Gigit Jari Lagi</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2010/03/06/indonesia-gigit-jari-lagi/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2010/03/06/indonesia-gigit-jari-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 12:30:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[SPORT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[GAGAL maning-gagal maning, itu mungkin lelucon yang pas untuk menggambarkan kondisi tim nasional sepak bola Indonesia sekarang. Pada pertandingan pra piala asia (PPA) tanggal 3 Maret. Berkat gol tunggal pemain Australi, Milligan pada menit ke 42’ yang berhasil me-heading bola liar hasil tendangan bebas rekannya yang gagal diatisipasi oleh kiper Markus Horison mengubah kedudukan 1-0 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span lang="sv-SE"><img class="size-medium wp-image-305 alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 2px;" title="timnas" src="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/2010/03/timnas-300x200.jpg" alt="timnas" width="300" height="200" /><strong>GAGAL</strong> maning-gagal maning, itu mungkin lelucon yang pas untuk menggambarkan kondisi tim nasional sepak bola Indonesia sekarang. </span><span lang="sv-SE">Pada pertandingan pra piala asia (PPA) tanggal 3 Maret. </span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span lang="sv-SE">Berkat gol tunggal pemain Australi, Milligan pada menit ke 42’ yang berhasil me-heading bola liar hasil tendangan bebas rekannya yang gagal diatisipasi oleh kiper Markus Horison mengubah kedudukan 1-0 untuk tuan rumah Australia sehingga berhasil menendang Indonesia dari persaingan kulifikasi Pra Piala Asia. <span id="more-304"></span></span><span lang="it-IT"> </span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span lang="it-IT">Tampil di stadion Suncrop Brisbane. Australia tampil dengan penuh percaya diri dengan komposisi mayoritas pemain lokal barhasil mengurung Indonesia sehingga membuat Indonesia tidak bisa mengembangkan permainan. Namun lepas dari menit 26 permainan Indonesia mulai agak berkembang dan berhasil melancarkan serangan-serangan melalui Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas meski serangan tersebut hanya sampai pada pemain belakang Australia dikarenakan tim Indonesia cenderung kurang bisa untuk mempertahankan bola dan gampang kehilangan bola. </span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span lang="it-IT">Meski di lihat dari skill dan postur antar pemain Indonesia jelas tertinggal dari tim tuan rumah,dan jika dilihat dari kelasmen sementara Indonesia juga sangat sulit untuk lolos ke putaran selanjutnya,namun pemain-pemain Indonesia tetap bermain dengan semangat juang yang tinggi</span><span lang="it-IT"><strong>. (Bayu-Opini Online)</strong></span><span lang="it-IT"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2010/03/06/indonesia-gigit-jari-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Opini Kunjungi KOMPAS Jateng</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2010/03/06/opini-kunjungi-kompas-jateng/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2010/03/06/opini-kunjungi-kompas-jateng/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 12:23:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[FISIP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahopini.com/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[SENIN 1 Maret adalah hari awal perkuliahan semester dua dimulai. Dan di hari itu juga anggota lembaga pers mahasiswa FISIP UNDIP OPINI berkunjung ke kantor redaksi Kompas cabang Jawa Tengah di jalan Menteri Supeno.Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk menjalin silaturahmi dan memperoleh ilmu serta menambah pengalamanan di bidang jurnalisme untuk kemajuan LPM Opini. Kunjungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"><img class="size-full wp-image-301 alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 8px;" title="kompas" src="http://www.majalahopini.com/wp-content/uploads/2010/03/kompas.jpg" alt="kompas" width="300" height="225" /><strong>SENIN</strong> 1 Maret adalah hari awal perkuliahan semester dua dimulai. Dan di hari itu juga anggota lembaga pers mahasiswa FISIP UNDIP OPINI berkunjung ke kantor redaksi Kompas cabang Jawa Tengah di jalan Menteri Supeno.Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk menjalin silaturahmi dan memperoleh ilmu serta menambah pengalamanan di bidang jurnalisme untuk kemajuan LPM Opini. Kunjungan yang dimulai pada pukul setengah dua siang ini disambut oleh pihak Kompas yang diwakili oleh Yovita Arika. Pertemuan dimulai dengan perkenalan oleh ketua panitia kunjungan ke Kompas yakni oleh Bayu Indra Permana dan diikuti dengan anggota Opini yang hadir di Kompas yang berjumlah sekitar 20 orang.<span id="more-300"></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Sesi pertama dalam kunjungan ini adalah menyaksikan video profil tentang sejarah Kompas yang telah berdiri selama lebih dari 40 tahun. Dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan pimpinan Kompas Jawa Tengah. Salah satu hal yang di tanyakan adalah bagaimana cara kompas tetap bertahan dengan banyaknya media-media yang lain yang bermunculan serta bagaimana cara produksi kompas selama ini. Sangat menarik bahwa tiap-tiap wartawan kompas memiliki ciri khas sendiri dalam penulisan beritanya</p>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Sesi tanya jawab ditutup dengan penyerahan cinderamata dari pihak Opini kepada Kompas yang diserahkan langsung oleh pemimpin umum Opini Malta Nur Doa. Selanjutnya rombongan dibawa oleh Mas Sidiq mengelilingi kantor kompas untuk melihat proses produksi dari harian kompas. Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan anggota OPINI bisa lebih baik dalam pemberitaannya. <strong>(Ardhan-OPINI ONLINE)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2010/03/06/opini-kunjungi-kompas-jateng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Heartz Of Dyslexia: Paket Lengkap Rock and Roll</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2009/12/09/heartz-of-dyslexia-paket-lengkap-rock-and-roll/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2009/12/09/heartz-of-dyslexia-paket-lengkap-rock-and-roll/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 02:18:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[FISIP]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Artis    :The SIGIT Album    :Heartz of Dyslexia Genre    :Rock DITENGAH bermunculannya band-band di Indonesia yang beraliran rock, entah memang bermusik rock  atau hanya sekedar embel-embel rock untuk meramaiakan persaingan musik di negara ini. The SIGIT kembali dengan mini ep-nya untuk mengajarkan bagaimana rock itu seharusnya dibawakan. Tidak hanya sekadar jaket kulit, kacamata hitam, skinny jeans, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 1px;" src="http://i583.photobucket.com/albums/ss279/lpmopini/2009-12-07_180420.jpg?t=1260326127" alt="" width="200" height="200" align="left" /><strong>Artis    :The SIGIT<br />
</strong></div>
<div style="text-align: justify;"><strong>Album    :Heartz of Dyslexia<br />
Genre    :Rock</strong></p>
<p><strong>DITENGAH</strong> bermunculannya band-band di Indonesia yang beraliran rock, entah memang bermusik rock  atau hanya sekedar embel-embel rock untuk meramaiakan persaingan musik di negara ini. The SIGIT kembali dengan mini ep-nya untuk mengajarkan bagaimana rock itu seharusnya dibawakan. Tidak hanya sekadar jaket kulit, kacamata hitam, skinny jeans, dan rambut gondrong. The SIGIT menawarkan rock&amp;roll yang sebenarnya penuh semangat dan menggebu-gebu. Vokal dari Rekti serta permainan gitar oleh Farri diikuti bass oleh Adit dan gebukan penuh energi oleh Aciel yang mengisi bagian drum bisa membuat kita tidak sadar bahwa kita sedang mendengarkan sebuah band dari Bandung.</div>
<p><span id="more-110"></span></p>
<div style="text-align: justify;">
<p>Heartz Dyslexia dipilih sebagai judul ep mereka kali ini. Bhang  membuka barisan track yang ada didalamnya. Vokal sexy  dari Rekti di buka dengan sahut-sahutan ?cause you give me some action, i give you reaction? diikuti dengan alunan nada yang sangat jarang keluar dari sebuah alat musik di band rock&amp;roll yaitu suling. Sebuah intro yang bisa memanaskan suasana yang ada. Dilanjutkan dengan lost dimana pada pertengahan lagu kita akan mendengar koor panjang disertai irama drum yang digebug oleh Aciel.</p>
<p>Selanjutnya The SIGIT ingin mengulang romantisme dari all the time, namun kali ini dengan nada yang lebih rendah dan lebih kelam. Midnight mosque song membawa kita seperti berada di tengah malam. Terdengar lolongan anjing serta suara berbisik yang sedikit berbunyi horror. Track keempat, The Super Insurgent Group of Intemparance Talent akan mengajarkan kita bagaimana menghasilkan uang di money making. Simak part gitar yang dimainkan oleh fahri di penghujung lagu, seolah ingin membuktikan menghasilkan uang perlu kerja keras dan usaha seperti alunan nada yang dkeluarkan penuh usaha dan kerja keras.</p>
<p>Sebuah balada klasik dari Neil Young dibawakan kembali oleh The SIGIT. Sebuah lagu patah hati yang bisa menyaingi all the time. Only love can break your heart berhasil dibawakan tanpa harus terkesan cengeng. Bila anda mendengar seperti suara biola yang digesek di akhir lagu maka anda harus mengakuinya bahwa itu adalah gitar yang digesek seperti biola. The Party membuat suasan menjadi menyala kembali setelah sebelumnya kita berpatah hati ria. Distorsi gitar dan raungan dari Rekti membuat band ini pantas dinobatkan sebagai icon generasi rock&amp;roll jaman sekarang. Verge of Puberty menutup ep yang sensasional ini.</p>
<p>The SIGIT menawarkan paket lengkap dari rock&amp;roll itu sendiri. Skill dan attitude yang luar biasa. Lagu-lagu yang akan selalu diingat. Serta membuat band-band yang mengaku-ngaku beraliran rock yang kita lihat menghiasi layar kaca untuk segera bertobat dan mengkaji ulang rock mereka. Melihat aksi pangung dari The SIGIT baru akan membuat kita sadar bahwa band ini berasal dari Indonesia. <strong>(Ramadhan Triwijanarko-OpiniOnline)</strong></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2009/12/09/heartz-of-dyslexia-paket-lengkap-rock-and-roll/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Entrepreneur: Jadilah Bos Bagi Diri Sendiri</title>
		<link>http://www.majalahopini.com/2009/12/07/entrepreneur-jadilah-bos-bagi-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://www.majalahopini.com/2009/12/07/entrepreneur-jadilah-bos-bagi-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 12:50:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lpm opini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[FISIP]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[UNDIP??Jangan memandang rendah sebuah pekerjaan. Yang terpenting adalah mulai berdiri di atas kaki sendiri ?. Itulah pesan yang disampaikan Very Adi Setyawan yang merupakan founder dari Entrepreneur Campus. Very menegaskan bahwa kita semua dapat menjadi bos bagi diri kita sendiri. Apalagi ditengah persaingan pencarian kerja zaman ini, kemampuan untuk menjadi seorang entrepreneur itu menjadi faktor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img class="contentrightleft" style="border: 1px groove #ffffff; margin: 1px; float: left;" title="Persaingan dalam mencari kerja memang ketat seiring dengan tingginya angka  pengangguran. Entrepreneurship merupakan jalan untuk mandiri di zaman yang penuh kompetisi ini." onmouseout="this.src='http://i583.photobucket.com/albums/ss279/lpmopini/14648_1161506402497_1372940590_3042.jpg?t=1260190778';" src="http://i583.photobucket.com/albums/ss279/lpmopini/14648_1161506402497_1372940590_3042.jpg?t=1260190778" alt="" /><strong>UNDIP</strong>??Jangan memandang rendah sebuah pekerjaan. Yang terpenting adalah mulai berdiri di atas kaki sendiri ?. Itulah pesan yang disampaikan Very Adi Setyawan yang merupakan founder dari Entrepreneur Campus. Very menegaskan bahwa kita semua dapat menjadi bos bagi diri kita sendiri. Apalagi ditengah persaingan pencarian kerja zaman ini, kemampuan untuk menjadi seorang entrepreneur itu menjadi faktor penting.</div>
<div>
<br /><span id="more-205"></span></p>
<p>Lebih dari itu, Very menegaskan bahwa seorang entrepreneur sejati harus berani. ?Berani adalah modal utama. Kita harus berani mimpi, berani untuk beda, berani gagal, dan terutama berani sukses? ujarnya. Very menceritakan bagaimana pada awalnya ia memulai bisnis hingga bisa sampai sukses seperti sekarang. Pria yang juga menjadi pemilik dari beberapa restaurant terkemuka di Semarang ini mengajak generasi muda lainnya agar mau menciptakan kisah sukses yang sama. ?Entrepreneur adalah satah satu cara. Generasi muda itu adalah generasi yang kreatif jadi pasti mampu menciptakan ide usaha yang menarik?, lanjutnya.</p>
<p>Penjelasan Very tersebut disampaikan dalam sebuah talkshow from nobody to somebody. Talkshow tersebut merupakan garapan dari Aiesec LC Universitas Diponegoro yang mengangkat isu entrepreneurship. Dalam Talkshow yang berlangsung di gedung Balai Kota Semarang tersebut, dihadirkan para pembicara yang sudah lama bergelut dalam dunia entrepreneurship seperti, Agung K Halim selaku founder CV. Holli Food dan juga Very Ady Setyawan sendiri.</p>
<p>Talkshow from nobody to somebody merupakan pembuka dari rangkaian projek entreprenurship yang akan digarap oleh Aiesec LC Undip. Sehari sebelumnya, telah diadakan pula BUSINESS CHALLENGE, DREAM-SHAPE-REALIZE your own business. Kemudian untuk kegiatan selanjutnya, Aiesec berniat mengadakan roadshow untuk mengangkat isu entrepreneurship itu sendiri.</p>
<p>?Aiesec di sini adalah organisasi global yang dijalankan oleh mahasiswa yang peduli terhadap isu-isu global salah satunya, Entrepreneurship itu sendiri. Kita ingin menyadarkan para generasi muda agar mau memulai usahanya sendiri. Ini saatnya untuk para kawula muda untuk bertindak menjadi seorang entrepreneur dan tidak lagi mengantri mencari kerja atau menambah jumlah pengangguran?, ujar Fadil selaku ketua dari projek Entrepreneurship itu sendiri. (Rahmatul furqan-OpiniOL)</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.majalahopini.com/2009/12/07/entrepreneur-jadilah-bos-bagi-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

